PT PAL dan Fincantieri Resmi Tandatangani MoU Modernisasi KRI Sriwijaya Eks Giuseppe Garibaldi

(Seaforce.org)

Langkah besar dalam sejarah alutsista Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) memasuki babak baru. Galangan kapal raksasa asal Italia, Fincantieri, secara resmi mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan BUMN perkapalan Indonesia, PT PAL Indonesia.

Baca juga: Resmi Bernama KRI Sriwijaya 100, PT PAL Siapkan Modernisasi Kapal Induk Eks Giuseppe Garibaldi

Kerja sama strategis ini menjadi landasan utama bagi program modernisasi kapal induk helikopter eks Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi, yang memperkuat armada TNI AL dengan nama KRI Sriwijaya 100.

Penandatanganan kesepakatan bergengsi tersebut berlangsung di Jakarta, diresmikan langsung oleh VP Sales of Naval Vessels Division Fincantieri Mauro Manzini bersama Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod. MoU ini menetapkan kerangka kerja kolaboratif antara kedua pihak untuk memetakan ruang lingkup kegiatan, pembagian tanggung jawab, serta menggabungkan keahlian teknis masing-masing galangan dalam memodernisasi kapal perang bernilai strategis tersebut.

Bagi TNI AL, pengadaan dan refurbish kapal berbobot mati sekitar 13.800 ton ini menyajikan peningkatan kapasitas yang radikal, khususnya pada elemen penerbangan Angkatan Laut (Naval Aviation). Dengan dek penerbangan (flight deck) sepanjang 174 meter serta fasilitas hanggar yang luas, KRI Sriwijaya mampu mengoperasikan belasan helikopter angkut berat, helikopter antikapal selam (AKS), hingga drone (UAV) jarak jauh secara bersamaan. Kehadiran KRI Srwijaya secara otomatis akan mengisi peran sebagai flagship atau kapal komando utama dalam memimpin gugus tugas tempur laut di perairan kepulauan Indonesia.

Proses refit dan modernisasi ini nantinya tidak hanya berfokus pada penyegaran sistem pendorong (propulsion) dan perbaikan struktur lambung semata, melainkan juga integrasi sistem manajemen tempur (Combat Management System/CMS) modern, radar sensor, serta perangkat komunikasi taktis terkini.

Keterlibatan PT PAL secara langsung dalam proses modernisasi ini memberikan nilai tambah berupa penguatan kapasitas manufaktur dan perawatan heavy maintenance bagi galangan dalam negeri, sehingga keberlanjutan operasional KRI Sriwijaya di masa depan dapat ditopang penuh oleh kemandirian teknisi lokal.

Dilema Mesin COGAG KRI Sriwijaya: Menakar Opsi Konversi Diesel Demi Pangkas Biaya Operasional Kapal Induk Pertama Indonesia

Program modernisasi KRI Sriwijaya dirancang untuk memaksimalkan efektivitas operasional kapal dalam spektrum misi yang sangat luas. Selain diproyeksikan untuk mendukung operasi pertahanan dan keamanan maritim (maritime security operations), kapal ini disiapkan menjadi platform tanggap darurat utama untuk bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (Humanitarian Assistance and Disaster Response/HADR) di wilayah kepulauan Indonesia. Kehadiran KRI Sriwijaya akan mendongkrak kapabilitas proyeksi kekuatan (power projection) serta komando terpadu TNI AL di kawasan regional.

Kerja sama antara Fincantieri dan PT PAL Indonesia juga membuka peluang kolaborasi industri pertahanan yang lebih luas antara Italia dan Indonesia. Program ini diyakini akan melibatkan berbagai pemain industri utama dan mitra teknologi dari kedua negara, sekaligus mendorong transfer teknologi (transfer of technology) yang krusial bagi kemandirian industri maritim pertahanan nasional di masa depan. (Gilang Perdana)

Damen Rancang dan Bangun Kapal Induk Drone ‘Serbaguna’ Pesanan Angkatan Laut Portugal

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *