Resmi Jadi Operator Pertama di Asia Tengah, Uzbekistan Terima C-390 Millennium Perdana dari Embraer

Embraer, secara resmi menyerahkan unit pertama pesawat angkut taktis serbaguna C-390 Millennium kepada Angkatan Udara Uzbekistan dalam sebuah upacara kenegaraan di fasilitas Embraer yang berlokasi di Gavião Peixoto, Brasil, pada 25 September 2026.

Baca juga: Cetak Sejarah Baru, Embraer KC-390 Brasil Sukses Terjunkan 3 Ton Logistik di Antartika

Acara penyerahan tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Angkatan Udara Uzbekistan, Mayor Jenderal Akhmad Jamolovich Burkhonov, serta Direktur Lembaga Negara “O‘ztextreyd”, Olimkhon Bakiyevich Rustamov. Pengiriman unit perdana ini merupakan tindak lanjut nyata dari kontrak pengadaan yang telah ditandatangani pada akhir tahun 2024 lalu, yang tidak hanya mencakup unit pesawat melainkan juga paket pelatihan komprehensif, dukungan logistik terpadu, serta pasokan suku cadang.

Pencapaian ini menandai babak baru bagi modernisasi pertahanan Uzbekistan, yang kini resmi mencatatkan diri sebagai negara operator C-390 Millennium pertama di kawasan strategis Asia Tengah.

Meski jumlah pasti pesanan dalam kontrak akhir 2024 tidak diumumkan secara terbuka demi alasan kerahasiaan militer, laporan industri pertahanan mengindikasikan bahwa Uzbekistan memproyeksikan kebutuhan hingga 2 sampai 4 unit C-390 Millennium untuk meremajakan armadanya secara bertahap.

Seluruh target pengiriman dari paket pesanan awal ini dijadwalkan rampung secara beruntun hingga kurun waktu 2027–2028. Kehadiran C-390 Millennium menjadi titik balik vital bagi armada armada angkut Angkatan Udara Uzbekistan yang selama ini sangat bergantung pada armada warisan era Uni Soviet yang makin menua, seperti Antonov An-12 “Cub”, An-26 “Curl”, dan beberapa unit pesawat angkut berat Ilyushin Il-76 “Candid”.

Mengingat pesawat-pesawat veteran Soviet menghadapi tantangan besar terkait efisiensi bahan bakar, tingginya biaya perawatan, serta kelangkaan rantai pasok suku cadang pasca-konflik di Eropa Timur, C-390 hadir sebagai pengganti ideal yang menawarkan efisiensi tinggi serta kesiapan operasional (readiness rate) yang jauh melampaui standar platform lawas tersebut.

Hari Ini 55 Tahun Lalu, Prototipe Ilyushin Il-76 Terbang Perdana, Pesawat Angkut Berat Nan Tangguh dari Era Kejayaan Soviet

Sebagai pesawat angkut militer modern yang dirancang di abad ke-21, C-390 Millennium mengusung keunggulan performa signifikan dibandingkan pesawat angkut sedang sekelasnya. Pesawat ini sanggup mengangkut muatan maksimum (payload) hingga 26 ton, melaju hingga kecepatan 470 knot (870 km/jam), serta memiliki jarak jelajah yang lebih jauh.

Fleksibilitas multimisinya mencakup pengangkutan kargo dan pasukan, penerjunan personel serta logistik dari udara (airdrop), evakuasi medis (MEDEVAC), pencarian dan penyelamatan (SAR), penanggulangan kebakaran hutan, hingga misi kemanusiaan dengan kemampuan mendarat di landasan darurat maupun tanah keras tak beraspal.

Dobrak Dominasi Hercules, Uni Emirat Arab Borong 20 Unit Embraer C-390 Millennium

Selain itu, ketika dipasangi modul quick-installation air-to-air refueling (AAR), C-390 dapat berperan ganda sebagai pesawat tanker untuk mengisi bahan bakar pesawat lain di udara maupun menjadi penerima pasokan (receiver). Keandalan ini menempatkan Uzbekistan di dalam jajaran klub operator C-390 yang terus membesar secara global—bersanding dengan Brasil, Portugal, Hungaria, Korea Selatan, Belanda, Austria, Ceko, Swedia, Uni Emirat Arab, Slovakia, Kolombia, dan Lituania. (Bayu Pamungkas)

Ikuti Jejak C-130 dan A400M, C-390 Millennium Bakal Disulap Jadi Peluncur Rudal Jelajah Berbasis Palet

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *