F-35A Australia Pertama Kali “Unjuk Gigi” di Selandia Baru, Kemampuan Tempurnya Kian Ganas

Royal Australian Air Force (RAAF) mencatat tonggak baru dalam pengoperasian jet tempur siluman F-35A Lightning II. Untuk pertama kalinya, F-35A Australia dikerahkan dan beroperasi dari Selandia Baru, sekaligus mendemonstrasikan kemampuan pengisian bahan bakar dan persenjataan di luar wilayah Australia.
Baca Juga: F-35A Pertama Jerman Resmi Diperkenalkan: Milestone Penting Perkuat Taji NATO di Eropa
Dua unit F-35A dari No. 3 Squadron RAAF diterjunkan ke Ohakea Air Base dalam rangka Exercise Agile Tasman yang berlangsung pada 7–10 September 2026. Yang menarik, pengerahan tersebut tidak sekadar menjadi latihan terbang bersama, tetapi juga menguji kemampuan Australia mempertahankan operasi pesawat tempur canggih dari pangkalan di negara lain.
Salah satu elemen penting dalam latihan ini adalah pengoperasian Forward Arming and Refueling Point (FARP) (titik depan untuk pengisian bahan bakar dan persenjataan). Konsep tersebut memungkinkan jet tempur kembali dipersenjatai dan diisi bahan bakar lebih dekat dengan area operasi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pangkalan utama.
Australian F-35As Make Historic First Landing in New Zealand to Deepen Indo-Pacific Air Power Integration pic.twitter.com/8WOcusdFK1
— Army Recognition (@ArmyRecognition) September 24, 2026
Dukungan datang dari sebuah C-130J Hercules milik No. 37 Squadron RAAF. Pesawat angkut taktis ini digunakan untuk membawa sekaligus mendukung kebutuhan logistik yang memungkinkan F-35A kembali menjalankan misi setelah melakukan operasi sebelumnya. Demonstrasi tersebut menunjukkan bagaimana unsur tempur dan angkut RAAF dapat bekerja sebagai satu kesatuan meski beroperasi jauh dari Australia.
F-35A Australia juga terlibat dalam pelatihan Joint Terminal Attack Controller (JTAC) (personel yang mengoordinasikan dukungan serangan udara dari darat) bersama personel New Zealand Defence Force. Kehadiran F-35A memberikan pengalaman bagi personel Selandia Baru dalam mengintegrasikan pengendalian serangan udara dengan pesawat tempur generasi kelima.
Missing F-35 fighter parts are not “sensitive”, says Australian defence minister.
News outlet Politico said a shipment of F-35 parts, including a canopy with radar-resistant technology, had been diverted to Hong Kong after leaving Australia, raising the possibility China had… pic.twitter.com/gHiUYRVccw
— AFP News Agency (@AFP) September 22, 2026
Bagi Australia dan Selandia Baru, latihan ini menjadi lebih dari sekadar unjuk kemampuan F-35A. Agile Tasman menguji sejauh mana personel, pesawat, sistem pendukung, serta prosedur kedua negara dapat bekerja secara terpadu. RAAF menyebut kegiatan tersebut sebagai uji praktis terhadap kemampuan kedua negara untuk menggabungkan sumber daya dalam operasi bersama.
Pengerahan ini juga bertepatan dengan peringatan 110 tahun No. 3 Squadron RAAF. Dengan kemampuan F-35A beroperasi, dipersenjatai, dan mendapatkan dukungan logistik dari lokasi di luar Australia, Canberra menunjukkan bahwa konsep operasi pesawat tempur generasi kelima mereka semakin diarahkan pada fleksibilitas dan kemampuan penyebaran lintas wilayah. (Nurhalim)
Terbang Perdana di Texas, F-35A Pertama Jerman Dibekali Kemampuan Meluncurkan Bom Nuklir
Related Posts
-
Jet Tempur Chengdu J-10 Cina Dikabarkan Jatuh di Ladang Jagung, Dugaan Bird Strike Mengemuka
2 Comments | Sep 3, 2026 -
Jadi ‘Saksi’ Penandatanganan Kontrak Arrowhead 140 Indonesia, Inilah Profil Frigat HMS Argyll (F231)
20 Comments | Sep 27, 2021
-
Dubai Airshow 2025: KAI Tampilkan Duo Drone Loyal Wingman untuk Jet Tempur KF-21 dan FA-50
1 Comment | Nov 21, 2025 -
Rosoboronexport Tampilkan Orlan-30 Sebagai Drone Intai Terbaru Rusia
3 Comments | Jan 24, 2023


