Lolos Uji Pertama di Turki, APC Kaplan ZPT Buatan FNSS-PT Pindad Siap Meluncur ke Indonesia

Manufaktur alutsista asal Turki, FNSS, secara resmi telah menyelesaikan produksi unit pertama ranpur Armored Personnel Carrier (APC) Kaplan ZPT (Zırhlı Personel Taşıyıcı). Kendaraan tempur ini diproduksi di fasilitas FNSS Turki berdasarkan kontrak pengembangan dan produksi yang disepakati bersama PT Pindad untuk memenuhi kebutuhan APC 30 ton TNI AD.

Baca juga: PT Pindad Pemerkan Prototipe Harimau (Kaplan) APC di Indo Defence 2024

Sebagaimana dilaporkan oleh DefenceTurk.net, unit pertama Kaplan ZPT berhasil menjalani uji penerimaan awal (pre-acceptance tests) di Turki dengan keterlibatan langsung tim PT Pindad. Setelah uji coba ini rampung, kendaraan akan segera dikirim ke Indonesia untuk menjalani uji penerimaan akhir bersama pemakai akhir, sementara produksi unit kedua saat ini sedang berlangsung secara simultan di fasilitas PT Pindad.

Melanjutkan kesuksesan proyek tank sedang (medium tank) Kaplan MT (Harimau), program Kaplan ZPT menjadi bukti nyata kapabilitas FNSS dalam hal transfer teknologi dan lokalisasi produksi bersama mitra strategisnya.

Ranpur pengangkut personel kelas 30 ton ini dirancang untuk membawa hingga 13 personel, yang terdiri dari komandan, pengemudi, penembak (gunner), serta 10 prajurit infanteri. Kaplan ZPT mengusung sistem suspensi canggih untuk meredam getaran dan meningkatkan daya cengkeram trek, memungkinkannya melaju kencang di jalan beraspal maupun medan terjal bergelombang dalam berbagai kondisi iklim. Menurut DefenceTurk.net, kendaraan ini dikembangkan sebagai ranpur tercepat di kelasnya dengan keunggulan mobilitas yang sangat tinggi.

Untuk efektivitas dan keselamatan di medan tempur, Kaplan ZPT dilengkapi arsitektur elektronika terbuka yang mengintegrasikan Battle Management System (BMS) serta kamera kesadaran situasional 360 derajat untuk pandangan malam dan siang. Ranpur ini juga dibekali sistem proteksi moduler yang memberikan perlindungan balistik dan ketahanan terhadap ledakan ranjau darat, serta opsi integrasi Active Protection System (APS) untuk menangkal serangan roket RPG maupun rudal anti-tank terpandu.

Keselamatan awak di dalam kabin makin dijamin lewat penyediaan pemadam kebakaran otomatis, sistem pendingin udara (AC), serta perlindungan CBRN (Kimia, Biologi, Radiologi, dan Nuklir) bertipe tekanan udara positif (overpressure) guna menjaga kesiapan tempur di lingkungan terkontaminasi.

Lanjutkan Pengembangan Medium Tank Harimau, PT Pindad dan FNSS Luncurkan “Kaplan APC” – Dibekali Sistem Perlindungan Modular

Kaplan APC dibangun di atas sasis lapis baja berkutut yang ditenagai oleh mesin diesel berperforma tinggi berdaya kuda besar yang dipadukan dengan transmisi otomatis sepenuhnya. Kombinasi dapur pacu ini memberikan rasio daya terhadap bobot (power-to-weight ratio) yang sangat optimal untuk mendukung manuver cepat khas infanteri mekanis, sekaligus menjaga sinkronisasi mobilitas saat beroperasi mendampingi tank tempur utama (Main Battle Tank).

Penggunaan sistem suspensi tipe torsion bar yang diperkuat serta roda rantai (track) berbahan senyawa tahan lama memastikan ranpur ini mampu menerabas lintasan ekstrem, menanjak pada kecuraman tinggi, hingga menyeberangi parit dan rintangan alam tanpa mengorbankan stabilitas kemudi.

Lambung Kaplan ZPT memanfaatkan struktur baja las monokok bertingkat tinggi yang dipadu dengan piringan zırh komposit modular tambahan (add-on armor). Konstruksi lambung berbentuk V-shaped hull pada bagian bawah dirancang secara khusus untuk membiaskan gelombang tekanan ledakan ranjau darat (anti-tank mine) serta Improvised Explosive Device (IED) dari bawah roda rantai.

FNSS Tuntaskan Unit Pertama Kaplan APC: Apa Kabar Proyek Harimau APC Pindad?

Selain itu, integrasi kelistrikan berdaya tinggi dan sistem komputasi onboard mendukung pemasangan perangkat elektronika daya tinggi, seperti jammer sinyal IED, radio taktis terenkripsi, hingga konsol kendali kubah senjata berbasis Remote Control Weapon Station (RCWS) tanpa perlu memodifikasi ulang struktur dasar kendaraan.

Keunggulan lain dari Kaplan ZPT terletak pada fleksibilitas desain modulernya yang dapat dipasangi berbagai variasi kubah senjata (turret) baik manual (manned) maupun remote (unmanned). Ranpur ini mampu mengusung kanon kaliber ringan hingga sedang 30 mm dan 35 mm, mortir 120 mm, hingga sistem rudal anti-tank.

Fleksibilitas ini memungkinkan platform Kaplan ZPT dikonfigurasi untuk berbagai peran taktis, mulai dari infanteri mekanis, pengintai (reconnaissance), komando dan kendali (C2), evakuasi medis, penjelajah teknik (engineering), hingga penunjang tembakan langsung maupun tidak langsung.

Kaplan ZPT menawarkan efisiensi logistik yang sangat tinggi bagi pengguna. Seperti diberitakan DefenceTurk.net, ranpur ini berbagi banyak suku cadang dan sub-sistem yang sama dengan kendaraan tempur lain buatan FNSS, seperti tank sedang Kaplan MT (Harimau) dan ranpur amfibi ZAHA. Kesamaan komponen dengan alutsista yang telah beroperasi di TNI AD ini memberikan keuntungan signifikan dalam kemudahan perawatan, penyederhanaan rantai pasok logistik, peningkatan nilai Mean Time Between Failures (MTBF), serta pemaksimalan tingkat kesiapan operasional armada di lapangan. (Bayu Pamungkas)

Ranpur Amfibi ZAHA untuk Pertama Kali Digelar dalam Operasi Serbuan Amfibi

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *