Kubah Meledak Saat Latihan Tembak, MBT Buatan Cina Telan Korban Jiwa di Bangladesh

Sebuah insiden fatal menimpa Angkatan Darat Bangladesh setelah satu unit tank tempur utama (main battle tank/MBT) buatan Cina meledak hebat saat menjalani latihan penembakan di kawasan Hathazari, Chattogram. Peristiwa maut ini merenggut nyawa dua orang prajurit kru tank di tempat dan menyebabkan seorang perwira mengalami luka berat hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Militer (CMH) Chittagong untuk perawatan intensif.
Meskipun laporan awal di lapangan sempat memicu simpang siur mengenai varian persis ranpur —antara Type 59 atau Type 69-IIG yang sejatinya saling berkaitan erat—pihak otoritas militer Bangladesh masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti ledakan internal yang diduga berasal dari kegagalan amunisi atau kompartemen meriam tersebut.
Latar belakang keluarga tank ini berakar dari Type 59, yang tak lain merupakan versi lisensi buatan Cina dari MBT legendaris Uni Soviet, T-54A. Dikembangkan oleh Norinco sejak dekade 1950-an, Type 59 secara resmi masuk dalam kategori tank tempur utama (main battle tank) generasi pertama yang menjadi tulang punggung kavaleri darat Cina dan berbagai negara berkembang selama era Perang Dingin.
Bangladesh sendiri mulai mendatangkanType 59 dari Cina pada kisaran tahun 1980-an hingga awal 1990-an sebagai upaya memperkuat armada lapis bajanya dengan biaya terjangkau, di mana dioperasikan sekitar 30 unit varian Type 59G yang kemudian terus dimodernisasi secara bertahap bersamaan dengan adopsi sekitar 50 hingga 58 unit varian Type 69-IIG.
Bangladesh Army’s Chinese-origin Type 59 tank reportedly exploded during a firing exercise, killing 2 crew members and injuring an officer.
Made in China. Used in Bangladesh. Deadly outcome. pic.twitter.com/Gn0FRx5ul4
— Shadow IND (@ShadowIND_IN) September 9, 2026
🚨 TANK EXPLODES DURING FIRING EXERCISE 🇧🇩💥
A Chinese-origin Type 69IIG tank reportedly exploded during a firing exercise in Hathazari, Chattogram, Bangladesh.
📍 2 crew members reportedly killed
📍 1 officer reportedly injured
📍 Injured officer shifted to Chittagong CMHThe… pic.twitter.com/N9wojrDxau
— OsintTV 📺 (@OsintTV) September 9, 2026
Dari spesifikasi teknis, versi standar awal Type 59 memiliki bobot tempur sekitar 36 ton dan diawaki oleh empat orang personel, yaitu komandan, pengemudi, penembak, dan pengisi amunisi. Tank ini awalnya dibekali meriam utama kaliber 100 mm rifled, senapan mesin koaksial 7,62 mm, serta senapan mesin berat anti-pesawat Type 54 kaliber 12,7 mm di atap kubah.
Ditenagai oleh mesin diesel Model 12150L V-12 bertenaga 520 horsepower, tank ini sanggup melesat hingga kecepatan maksimal 50 km/jam di jalan raya dengan jangkauan jelajah hingga 400 kilometer. Seiring berjalannya waktu, Angkatan Darat Bangladesh memodernisasi armada Type 59 dan Type 69 milik mereka ke standar yang lebih kuat, termasuk mengganti meriam utama menjadi kaliber 105 mm berstandar NATO yang sanggup menembakkan amunisi APFSDS, menambah blok pelindung reaktif (Explosive Reactive Armor/ERA), serta mengintegrasikan sistem kendali tembak (fire control system) modern berkemampuan laser rangefinder.
Automatic Bore Cleaner: Cara Efektif dan Aman Pembersihan Bagian Dalam Laras Tank
Tragedi ledakan di Hathazari kembali menyoroti isu keselamatan dan keandalan alutsista tua buatan Cina yang telah mengalami modifikasi intensif di kawasan Asia Selatan. Ledakan amunisi di dalam kabin (catastrophic cook-off) pada tank tanpa kompartemen amunisi terpisah seperti keluarga Type 59/69 memang sangat fatal bagi keselamatan kru, mengingat ruang interior yang sempit langsung terpapar efek ledakan secara utuh.
Insiden berdarah ini dipastikan bakal memicu evaluasi total terhadap standar kelayakan amunisi serta prosedur pemeliharaan armada kavaleri Angkatan Darat Bangladesh di masa mendatang. (Gilang Perdana)
Viral Video Self Propelled MLRS PHL-81 Kamboja Meledak: Insiden Nyata atau Rekayasa AI?


