Atasi Biofouling Parah, Kapal Induk Nuklir USS Abraham Lincoln Scrubbing Lambung di Thailand

Setelah menuntaskan pelayaran panjang yang melelahkan serta penuh drama di kawasan Timur Tengah, kapal induk bertenaga nuklir Nimitz class, USS Abraham Lincoln (CVN-72), melakukan persinggahan penting di Pelabuhan Laem Chabang, dekat Pattaya, Thailand pada 2 September lalu.

Baca juga: Tekanan Mental di Laut Lepas: Rentetan Insiden ABK Kapal Induk USS Abraham Lincoln Mencoba Terjun ke Laut

Persinggahan ini tidak hanya dimanfaatkan untuk memberikan waktu rekreasi (Liberty) bagi sekitar 5.000 awak kapal dan Marinir AS, melainkan juga untuk melakukan perawatan teknis pada bagian bawah garis air (underwater hull maintenance). Pekerjaan paling mencolok yang tertangkap kamera adalah pembersihan mendalam (scrubbing) terhadap penumpukan alga dan organisme laut (heavy marine growth) yang sangat tebal di lambung kapal raksasa tersebut.

Foto-foto before-and-after yang beredar memperlihatkan kondisi kontras pada lapisan cat pelindung lambung USS Abraham Lincoln. Penumpukan alga pekat ini terjadi akibat kombinasi berlayar tanpa henti (constant steaming) dan tingginya suhu air laut di kawasan Teluk Oman serta Laut Arab.

Dalam dunia perkapalan militer, fenomena penempelan organisme laut pada lambung kapal dikenal sebagai biofouling. Pada kapal perang berbobot mati lebih dari 100.000 ton seperti Nimitz class, biofouling bukan sekadar masalah estetika, melainkan ancaman langsung terhadap performa operasional karena meningkatkan hambatan hidrodinamis (hydrodynamic drag), mengurangi kecepatan jelajah, serta menurunkan efisiensi dorongan reaktor nuklir.

Proses pembersihan di Laem Chabang melibatkan pekerja pelabuhan lokal Thailand yang bekerja cermat membersihkan lapisan kerak biologis tanpa merusak lapisan pelindung cat anti-vegetasi (antifouling coating). Di saat bersamaan, ribuan personel USS Abraham Lincoln menikmati masa rekreasi di Pattaya, yang secara umum berlangsung tertib meski sempat diwarnai insiden kecil perkelahian ringan akibat pengaruh alkohol yang berhasil ditangani dengan cepat oleh Polisi Militer AL AS (Shore Patrol).

Usai menyelesaikan pembersihan lambung dan penyegaran kru, kapal induk yang membawa Carrier Air Wing (CVW) 9 ini melanjutkan pelayaran lintas Pasifik menuju pangkalan utamanya di San Diego, Amerika Serikat. (Bayu Pamungkas)

Akumulasi Serangan Iran Lumpuhkan Hub Bahrain, Logistik Kapal Induk USS Abraham Lincoln Tertekan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *