Luncurkan Rudal BVR PL-15E, UCAV Stealth GJ-11 Cina Resmi Jalani Misi Tempur Udara

Lompatan teknologi udara militer Cina kembali mencuri perhatian dunia. Dokumentasi visual terbaru dari rangkaian uji coba Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) stealth GJ-11 Sharp Sword (Gongji-11) menampilkan momen saat drone berdesain flying-wing meluncurkan rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-15E.

Baca juga: Untuk Pertama Kali, Drone Tempur Stealth “Sharp Sword” Tertangkap Kamera Saat Mengudara

Unjuk kemampuan ini menegaskan evolusi peran GJ-11, yang tidak lagi sekadar difungsikan untuk misi pengintaian atau penyerangan darat, melainkan telah bertransformasi penuh menjadi platform tempur udara-ke-udara (air-to-air combat) berkecepatan tinggi dalam doktrin Loyal Wingman modern.

Secara profil, GJ-11 Sharp Sword merupakan drone tempur nirawak siluman berukuran penuh yang dikembangkan oleh AVIC (Aviation Industry Corporation of China). Mengusung rancangan sayap menyatu (flying-wing) tanpa sirip ekor vertikal, GJ-11 dirancang untuk meminimalkan penampang jejak radar (Radar Cross Section/RCS) secara drastis serta mengoptimalkan efisiensi aerodinamika saat melaju pada kecepatan jelajah tinggi.

Keunggulan siluman ini disempurnakan oleh kompartemen senjata internal (internal weapon bay), yang memungkinkan kapal tempur nirawak ini membawa persenjataan presisi tinggi—seperti rudal atau bom berpemandu—tanpa mengorbankan profil stealth akibat gantungan senjata eksternal.

Cina Pamer Formasi Terbang MUM-T: J-20, J-16D dan UCAV Stealth (Loyal Wingman) GJ-11 Sharp Sword

Sementara itu, rudal yang diluncurkan dalam uji coba tersebut adalah PL-15E, yakni varian ekspor dari rudal udara-ke-udara jarak jauh (Beyond Visual Range/BVR) andalan Angkatan Udara Cina. Rudal PL-15E dibekali pencari target berbasis radar matriks dipindai elektronik aktif (AESA) yang sangat resisten terhadap interferensi peperangan elektronika.

Memiliki jangkauan tembak efektif hingga 145–200 kilometer (sekitar 90–124 mil), integrasi PL-15E pada kompartemen internal GJ-11 memberikan jangkauan pukul mematikan sebelum musuh menyadari keberadaan drone tersebut di area pertempuran.

Eksploitasi Rudal Udara ke Udara PL-15E: India Pegang Kunci Lumpuhkan Senjata Pamungkas Cina

Penting untuk dicatat bahwa dalam silsilah pengembangannya, terdapat perbedaan mendasar antara GJ-11 dan turunan maritimnya, GJ-21. Varian standar GJ-11 murni dioptimalkan untuk operasional Angkatan Udara (land-based) dari pangkalan darat. Sementara varian GJ-21 dirancang khusus sebagai platform berbasis kapal induk (carrier-based UCAV).

Perbedaan utama GJ-21 terletak pada integrasi catapult launch bar pada roda depan (nose gear) untuk peluncuran via katapult elektromagnetik (EMALS), sayap lipat (folding wings) untuk efisiensi ruang hanggar, serta penguatan struktur untuk mengatasi stres tinggi saat pendaratan di geladak. Melalui modifikasi tersebut, varian berbasis laut ini diproyeksikan bakal menjadi kekuatan pemukul utama yang diusung oleh kapal serbu amfibi LHD Type 076 (Sichuan) dan kapal induk Type 003 Fujian. (Gilang Perdana)

Cina Tampilkan UCAV Stealth GJ-21: Berdaya Jelajah 2.000 Km, Siap Diluncurkan dari Katapult EMALS LHD Type 076

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *