D-248: Drone Kamikaze Berdesain ‘Shahed’ dari Pakistan Berjangkauan 3.000 Km Ancam Posisi Pertahanan Israel

Pakistan secara resmi memperkenalkan D-248, sebuah drone kamikaze (loitering munition) serang satu arah (one-way attack) berjangkauan jauh yang dikembangkan oleh BUMN industri pertahanan Heavy Industries Taxila (HIT). Drone ini dipamerkan kepada publik dalam ajang Indus Robotics and Autonomous Systems (RAS) Expo 2026 sebagai sistem senjata nirawak terbesar dan berjarak tempuh terjauh yang pernah diproduksi oleh Pakistan.

Baca juga: Gebrakan Baru Pakistan: Drone Bayraktar TB2 Turki Dikawinkan dengan Rudal Presisi Burq Produksi Dalam Negeri

Kehadiran D-248 menandai lompatan signifikan dalam kemampuan doktrin deep-strike militer Pakistan, sekaligus memperkuat portofolio kemandirian teknologi pertahanan dalam negeri di bidang kendaraan nirawak.

Dari spesifikasi teknis, D-248 mengadopsi desain delta wing atau flying wing yang sangat identik dengan drone kamikaze populer buatan Iran, Shahed-136, untuk memaksimalkan efisiensi aerodinamis serta mempertahankan biaya produksi yang relatif murah.

Memiliki bobot lepas landas maksimum (Maximum Take-Off Weight/MTOW) sebesar 240 kilogram dan rentang sayap 3,3 meter, drone berdesain ala Shahed-136 ini sanggup membawa hulu ledak (warhead) berbobot 30 hingga 50 kilogram. Performa penerbangannya disokong daya tahan jelajah (endurance) antara 12 hingga 14 jam pada ketinggian operasional hingga 4.500 meter, dengan kecepatan jelajah 185 km/jam dan kecepatan maksimum mencapai 225 km/jam. Kombinasi ini memberikan jangkauan operasional efektif mulai dari 2.200 hingga 3.000 kilometer, memungkinkan serangan presisi terhadap sasaran bernilai tinggi di jarak yang sangat jauh.

Keunggulan utama D-248 terletak pada rasio efisiensi biaya terhadap jarak tempuh dan ketahanan terbangnya yang terinspirasi dari skema desain flying wing Shahed-136. Dengan memanfaatkan konsep produksi massal berbiaya rendah namun berdaya jangkau interkontinental, drone ini dapat digunakan dalam taktik gelombang serangan beruntun (swarm attack) untuk menjenuhkan serta membingungkan sistem pertahanan udara lawan yang mahal.

Bobot hulu ledaknya yang cukup besar dipadukan dengan jangkauan 3.000 km memberikan Pakistan fleksibilitas strategis untuk menjangkau target-target vital jauh di luar batas wilayah konvensional tanpa harus mempertaruhkan platform tempur utama bernilai tinggi.

Peluncuran D-248 terjadi di tengah pergeseran peta geopolitik kawasan yang sangat krusial, di mana Pakistan dikabarkan bergabung bersama Arab Saudi dan Turki dalam pakta pertahanan bersama (Mecca mutual-defence pact). Langkah konsolidasi keamanan ini dipicu oleh meningkatnya keraguan negara-negara Teluk terhadap jaminan keamanan dari Amerika Serikat menyusul eskalasi konflik dan dampak kehancuran yang ditimbulkan oleh operasi militer Iran di wilayah tersebut.

Integrasi teknologi tempur jarak jauh Pakistan ke dalam blok pertahanan baru ini berpotensi meretas doktrin pertahanan kawasan, yang pada gilirannya dapat menjadi sinyal mengkhawatirkan bagi kalkulasi keamanan strategis Israel di Timur Tengah. (Bayu Pamungkas)

Ikuti Gaya NATO: Pakistan, Arab Saudi, dan Turki Resmi Bentuk Pakta Pertahanan Strategis di Makkah

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *