Angkatan Laut Jerman Resmi Pensiunkan Armada Helikopter Sea Lynx Mk88A

Angkatan Laut Jerman (Deutsche Marine) secara resmi mengakhiri masa tugas armada helikopter berbasis kapal (ship-borne helicopter) Westland Sea Lynx Mk88A setelah melayani lebih dari empat dekade. Mengusung tema “End of an Era”, perpisahan helikopter legendaris ini ditandai dengan hadirnya special livery unik pada salah satu unitnya, yang melakukan tur penerbangan perpisahan ke berbagai pangkalan udara militer di seluruh Jerman sebelum pensiun sepenuhnya pada akhir tahun 2026.

Baca juga:Dongkrak Visibilitas Misi Kritis Helikopter, Thales Luncurkan Search amd Landing Light Generasi Terbaru

Didatangkan pertama kali pada tahun 1981, seluruh armada Sea Lynx Jerman yang dioperasikan oleh Skadron Udara Angkatan Laut 5 (Marinefliegergeschwader 5 / MFG 5) di Nordholz ini telah mencatatkan rekor operasional yang impresif dengan total lebih dari 120.000 jam terbang dalam berbagai misi penugasan global.

Sejarah adopsi helikopter ini bermula pada akhir dekade 1970-an ketika Angkatan Laut Jerman membutuhkan helikopter berbasis kapal yang lincah untuk diintegrasikan pada armada fregat Bremen (F122) class. Jerman secara keseluruhan mengoperasikan 26 unit helikopter jenis ini, yang diawali dengan pembelian 19 unit varian awal Sea Lynx Mk88 pada kurun 1981–1985.

Guna meningkatkan kapabilitas tempurnya, Jerman kemudian menambah 7 unit varian baru Sea Lynx Mk88A pada akhir 1990-an, sekaligus memodernisasi seluruh armada Mk88 lama ke standar Mk88A. Peningkatan standar Mk88A membawa perubahan signifikan, termasuk penggantian radar gelombang pendek dengan radar pemantau Sea Spray 3000 360-degree, integrasi sistem pemosisi global (GPS), sensor infra-merah (FLIR), serta pembaruan mesin yang lebih bertenaga.

Sea Lynx Mk88A dirancang sebagai platform serbaguna yang andal untuk misi perang anti-kapal selam (Anti-Submarine Warfare/ASW), perang anti-kapal permukaan (Anti-Surface Warfare/ASuW), pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR), hingga pengintaian maritim.

Helikopter bermesin ganda Rolls-Royce Gem 42-1 ini memiliki kecepatan maksimum sekitar 232 km/jam dengan jangkauan operasional mencapai 590 kilometer. Keunggulan utama helikopter ini terletak pada sistem rotor utama berkepala kaku (rigid rotor head) dan sistem roda pendarat khusus yang memungkinkannya mendarat serta melakukan lepas landas secara aman di geladak fregat (helideck) bahkan dalam kondisi gelombang laut yang sangat buruk (heavy seas).

Untuk misi tempur, Sea Lynx dapat dipersenjatai dengan torpedo ringan Sea Hake/MK46, rudal anti-kapal Sea Skua, hingga senapan mesin berat untuk pertahanan jarak dekat.

Pensiunnya Sea Lynx Mk88A membuka babak baru dalam modernisasi penerbangan maritim Jerman melalui hadirnya helikopter pengganti, NH90 Sea Tiger Multi-Role Frigate Helicopter (MRFH). Dirancang khusus untuk menjawab tantangan perang maritim modern, NH90 Sea Tiger dilengkapi dengan avionik generasi terbaru, sistem sonar celup (dipping sonar) tingkat lanjut, perangkat pengawas terintegrasi, serta kemampuan membawa torpedo dan rudal anti-kapal yang lebih mematikan. (Gilang Perdana)

Angkatan Laut Jerman Terima Unit Pertama NH90 Sea Tiger: Helikopter Anti Kapal Selam dan Anti Permukaan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *