Jet Tempur Shenyang J-15T Cina Pamer Lepas Landas dari Kapal Induk dengan 4 Rudal Anti Kapal YJ-83K

Sebuah foto terbaru yang beredar di jagat maya memperlihatkan pencapaian krusial bagi kekuatan udara armada kapal induk Angkatan Laut Cina (PLAN). Untuk pertama kalinya, jet tempur berbasis kapal induk Shenyang J-15T Flying Shark tertangkap kamera berhasil lepas landas dengan membawa persenjataan berat berupa empat unit rudal anti kapal (anti-ship missile) YJ-83K sekaligus.
Kemunculan foto tersebut menjadi indikasi paling jelas bahwa armada kapal induk Cina yang berkembang pesat kini berhasil mendobrak keterbatasan operasional laten yang selama ini menghantui mereka, yakni menerbangkan jet tempur berkemampuan serang penuh dari atas geladak datar (flattop).
Dalam dokumentasi itu, J-15T terlihat menyalakan afterburner penuh beberapa saat sebelum melesat meninggalkan geladak kapal induk Fujian—kapal induk pertama Cina yang dilengkapi dengan sistem ketapel peluncur (EMALS). Persenjataan empat rudal YJ-83K yang digendongnya merupakan lompatan dua kali lipat dari kapasitas muatan yang pernah terlihat pada varian J-15 standar sebelumnya. Dengan bobot masing-masing rudal mencapai 1.600 pon (sekitar 725 kg), J-15T ini sukses mengangkut beban senjata mematikan seberat 6.400 pon (hampir 3 ton) di bawah sayap dan badannya, belum termasuk muatan sistem avionik pendukung lainnya yang tidak tertangkap kamera.
Sebagai informasi, rudal YJ-83K merupakan rudal anti-kapal subsonik yang menjadi andalan lini serang udara PLAN dan memiliki karakteristik operasional yang setara dengan rudal AGM-84 Harpoon buatan Amerika Serikat. Ditenagai oleh mesin turbojet dengan pemandu radar aktif, rudal ini mampu melesat menyusuri permukaan laut (sea-skimming) pada ketinggian 65 hingga 100 kaki sebelum menukik ekstrem hingga ketinggian 16 hingga 24 kaki pada fase terminal untuk menghantam kapal perang lawan menggunakan hulu ledak high-explosive semi-armor-piercing seberat 360 pon. Keberhasilan menerbangkan empat rudal ini sekaligus menegaskan bahwa J-15T kini memiliki daya hancur yang jauh lebih mengerikan di lautan lepas.
‼️‼️🇨🇳 BIG | The emergence of a J-15T fighter launching from the Fujian carrier with four YJ-83K anti-ship missiles is a major tactical wake-up call.
🔻By doubling the previous payload—totaling roughly 6,400 pounds of anti-surface weaponry—the People’s Liberation Army Navy… pic.twitter.com/BSSGjjCjKC
— Visioner (@visionergeo) July 10, 2026
Tujuan utama pengembangan varian J-15T ini dirancang untuk memaksimalkan potensi operasional keluarga Flanker di atas kapal induk Fujian yang telah dipersenjatai teknologi Electromagnetic Aircraft Launch System (EMALS). Berbeda dengan pendahulunya, J-15T mengusung konfigurasi CATOBAR (Catapult Assisted Takeoff but Arrested Recovery) selain tetap mempertahankan kemampuan STOBAR (Short Takeoff but Arrested Recovery).
Dua kapal induk Cina terdahulu, Liaoning dan Shandong, sangat bergantung pada ramp peluncur ‘ski-jump’ (STOBAR) yang secara ketat membatasi bobot tinggal landas jet tempur. Akibat keterbatasan gaya dorong ski-jump, varian J-15 terdahulu paling mentok hanya bisa membawa dua rudal YJ-83K dan empat rudal udara-ke-udara, atau harus mengorbankan muatan bahan bakar internalnya demi bisa terbang aman.
J-15 launching a YJ-83K. pic.twitter.com/ZRAp60Je2j
— Taepodong (@stoa1984) March 19, 2021
Lompatan performa ini juga didukung oleh penggantian dapur pacu, di mana J-15T mulai menggunakan mesin turbofan domestik WS-10H untuk menggantikan mesin AL-31F pasokan Rusia yang sebelumnya digunakan pada lini produksi awal J-15.
Fleksibilitas dari daya angkut 6.400 pon ini tidak hanya menguntungkan untuk misi anti-kapal, tetapi juga dapat dikonversikan menjadi kapasitas bahan bakar ekstra maupun kombinasi senjata mutakhir lainnya, seperti rudal udara-ke-udara jarak pendek PL-10, jarak menengah PL-15, rudal anti-kapal jarak jauh YJ-15, hingga penggunaan tangki bahan bakar buddy-refueling.
The PLAN J-15 Flying Shark is equipped with two Eagle Strike YJ-83K long-range air-to-ship missiles. pic.twitter.com/WXmZKe9NEu
— Fay (@FaySue6) May 31, 2024
Lebih jauh lagi, kesuksesan operasional EMALS pada J-15T berkursi tunggal ini dipastikan akan menular pada varian berkursi ganda yang tengah dipersiapkan untuk peran spesifik. Di antaranya adalah varian peperangan elektronik J-15DT yang setara dengan EA-18G Growler milik US Navy, serta varian latih tempur multiperan J-15S.
Dengan rangkaian pod pengacau sinyal (jamming pods) eksternal yang masif dan berat, jet tempur perang elektronik seperti J-15DT sangat membutuhkan bantuan daya dorong ketapel EMALS agar dapat lepas landas dengan konfigurasi beban penuh. Melalui pembuktian performa J-15T ini, duet maut antara jet tempur Flanker modern dan sistem ketapel elektromagnetik pada kapal induk Fujian telah berhasil menyajikan kinerja peluncuran taktis berbobot penuh yang selama ini gagal dicapai oleh jajaran kapal induk bergeladak ski-jump. (Gilang Perdana)
Related Posts
-
Korea Selatan Ikut Cemas Atas Reputasi Jet Tempur Chengdu J-10C, Ini Sebabnya!
8 Comments | May 14, 2025
-
Setelah Su-34, Angkatan Udara Rusia Terima Batch Perdana (2 Unit) Sukhoi Su-35S
No Comments | Apr 13, 2024 -
FFAR 2.75 Inchi: Ujung Tombak Bantuan Tembakan Udara TNI AU & TNI AD
11 Comments | Jul 14, 2013 -
Targetkan Jembatan, Kini Giliran Rusia Serang Ukraina dengan Drone Laut (USV) Kamikaze
4 Comments | Feb 11, 2023


