Gagal di Kanada, Galangan Kapal Korea Selatan Bidik Pasar Angkatan Laut AS Lewat Inisiatif MASGA

Setelah mengalami pukulan telak akibat kegagalan mengamankan kontrak program pengadaan 12 unit kapal selam baru Kanada senilai 60 triliun won, industri galangan kapal utama Korea Selatan kini mengalihkan fokus strategis mereka ke pasar Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy).

Baca juga: Kanada Akhirnya Pilih Type 212CD TKMS Jerman untuk 12 Kapal Selam Baru, Hanwha Ocean Gigit Jari

Momentum ini hadir seiring dengan meningkatnya ketertarikan Washington terhadap kapasitas manufaktur kapal perang Seoul. Langkah ini sekaligus membangkitkan optimisme bahwa inisiatif Make American Shipbuilding Great Again (MASGA)—sebuah proposal kerja sama bilateral senilai 150 miliar dolar AS—akan segera mendapatkan angin segar di bawah pemerintahan Donald Trump yang berambisi membangun kembali kejayaan industri maritim domestik AS dengan menggandeng sekutu tepercaya.

Sinyal keseriusan Washington mulai terlihat jelas setelah Pentagon dan US Navy mengirimkan Requests for Information (RFI) kepada dua raksasa pertahanan Korsel, HD Hyundai Heavy Industries dan Hanwha Ocean, terkait kemampuan mereka dalam mendesain serta membangun kapal perusak (destroyer). Tidak hanya itu, Samsung Heavy Industries juga dilaporkan menerima permintaan informasi serupa yang mencakup pengadaan kapal tanker pengisi bahan bakar armada ukuran sedang (medium-sized fleet replenishment ships).

Pengiriman RFI ini merupakan langkah resmi pertama pasca kesepakatan bilateral tahun lalu, di mana Korsel berkomitmen menginvestasikan paket total sebesar US$350 miliar di Amerika Serikat, dengan US$150 miliar di antaranya dikhususkan untuk kolaborasi sektor perkapalan militer.

Meski Kalah Tender di Kanada, Hanwha Ocean Justru Amankan Modal Kuat untuk Ekspor Kapal Selam Global

Pengalihan fokus ke pasar Negeri Paman Sam ini menjadi langkah krusial bagi Seoul setelah kekalahan menyakitkan dari perusahaan galangan kapal Jerman, TKMS, dalam tender raksasa di Kanada. Padahal, Korsel telah menawarkan harga yang sangat kompetitif, teknologi kapal selam mutakhir, serta jadwal pengiriman yang relatif singkat. Pengamat menilai Ottawa mengambil keputusan strategis tersebut murni demi memperkuat aliansi tradisional mereka di dalam lingkaran NATO. Guna mengobati kegagalan tersebut, Korsel kini merapat ke AS yang memang tengah kalang kabut mencari cara untuk memperluas kapasitas produksi armada lautnya di tengah perlombaan pengaruh dan kompetisi strategis yang kian sengit dengan kekuatan maritim Cina.

Peluang emas bagi galangan kapal Korsel kian menguat setelah adanya pembicaraan langsung antara Presiden Trump dan Presiden Lee Jae Myung di sela-sela KTT G7, di mana Trump secara spesifik menanyakan apakah industri Korsel sanggup membangun 10 kapal US Navy dalam waktu cepat. Komitmen tersebut kemudian dipertegas dalam pembicaraan lanjutan saat kedua pemimpin menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki, dengan menyepakati kelanjutan konsultasi tingkat kerja (working-level) untuk program kerja sama pembuatan kapal militer.

Salah satu alutsista Korsel yang mencuri perhatian delegasi AS adalah fregat kelas Ulsan Batch-III berbobot 3.600 ton (Chungnam class), di mana tim inspeksi militer AS bahkan telah mengunjungi galangan kapal SK Oceanplant di Goseong untuk meninjau langsung proses pembangunannya.

Dalam perebutan pasar AS ini, ketiga raksasa galangan kapal Korsel membawa keunggulan unik masing-masing. HD Hyundai diakui sebagai jawara dalam pembangunan kapal kombatan permukaan garis depan dan menjadi galangan kapal Korsel pertama yang meraih sertifikasi Master Ship Repair Agreement dari US Navy untuk melakukan perawatan kapal perang AS.

Gandeng Microsoft dan Google, Hanwha Ocean Akselerasi Pengembangan Kapal Perang Berbasis Kecerdasan Buatan (AI)

Di sisi lain, Hanwha Ocean memegang kartu truf karena menjadi satu-satunya galangan kapal Korsel yang memiliki basis manufaktur langsung di daratan AS pasca mengakuisisi Philadelphia Shipyard, sebuah langkah cerdas untuk menembus regulasi ketat AS. Sementara itu, Samsung Heavy Industries memilih fokus pada ceruk pasar kapal logistik militer berbekal efisiensi tinggi mereka dalam membangun kapal-kapal tanker LNG raksasa.

Kendati optimisme membubung tinggi, jalan menuju kontrak final masih diganjal oleh hambatan regulasi yang sangat ketat di AS, salah satunya adalah Amandemen Byrnes-Tollefson yang mewajibkan kapal-kapal utama Angkatan Laut AS harus dibangun di galangan kapal domestik. Oleh karena itu, para pengamat memperkirakan bentuk kerja sama yang paling realistis dalam jangka pendek bukanlah ekspor kapal utuh, melainkan skema transfer teknologi, produksi bersama (joint production), pemanfaatan fasilitas galangan kapal milik Korsel yang berada di AS, serta ekspor untuk tipe kapal pendukung tertentu.

Keberhasilan proyek ini nantinya akan sangat bergantung pada bagaimana administrasi Trump mengeksekusi inisiatif MASGA serta sejauh mana dukungan Kongres AS terhadap keterlibatan galangan kapal sekutu. (Bayu Pamungkas)

Pasca Tekuk Hanwha Ocean, TKMS Jerman Bawa Investasi Kapal Selam US$100 Miliar ke Kanada

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *