Gantikan LPD Albion Class, Inggris Gandeng Belanda Bangun Empat Kapal Amfibi dari Desain Damen

Masa depan kemampuan serbu amfibi Korps Marinir Inggris (Royal Marines) yang sempat dipertaruhkan pasca rencana pensiun dan penjualan dua unit LPD (Landing Platform Dock) Albion class akhirnya menemui titik terang. Bertepatan dengan KTT NATO di Turki, pemerintah Inggris dan Belanda resmi mengonfirmasi kerja sama pengadaan kapal angkut amfibi baru dalam program raksasa senilai £2,4 miliar.
Baca juga: HMS Albion: Merapat di Jakarta, Landing Platform Dock Ini Jadi Andalan AL Inggris
Dalam kesepakatan tersebut, masing-masing negara akan mengoperasikan empat unit kapal, di mana armada milik Inggris (Royal Navy) akan dibangun di galangan kapal domestik Inggris dengan memanfaatkan keahlian desain Belanda. Langkah strategis ini sekaligus menjadi jawaban atas pemangkasan anggaran pertahanan Inggris, yang sebelumnya sempat merencanakan hingga enam unit Multi-Role Strike Ships (MRSS) untuk menggantikan posisi dua LPD Albion class, tiga kapal pendarat Bay class, dan RFA Argus.
Meskipun pengumuman resmi belum merinci nama desain akhir yang dipilih, kapal baru ini dikonfirmasi memiliki panjang 160 meter dengan bobot mencapai 15.000 ton, serta secara resmi mengadopsi nomenklatur Belanda, yaitu Amphibious Transport Ship (ATS). Spesifikasi dimensi ini sangat identik dengan konsep LPD Damen Naval Enforcer 15628 yang telah dikembangkan dalam dua tahun terakhir.
Desain Enforcer sendiri bukanlah barang baru bagi Royal Navy, karena platform dasar versi awalnya telah digunakan pada kapal pendarat Bay class milik Royal Fleet Auxiliary, serta LPD Rotterdam class milik Belanda dan Galicia class milik Spanyol.
Damen Enforcer 10000: Tawaran Belanda Untuk Landing Platform Dock Malaysia
Dengan bobot 15.000 ton, ATS baru ini memang jauh lebih kecil dibandingkan LPD Albion yang berbobot 20,000 ton, namun menawarkan platform yang jauh lebih fleksibel dan dioptimalkan untuk konsep kekuatan masa depan, Future Commando Force. Desain dasarnya mampu menampung 150 awak kapal dan antara 430 hingga 560 pasukan tempur marinir, dilengkapi deck kendaraan seluas 1.530 meter persegi, floodable well dock, akses RoRo samping, serta flight deck untuk pendaratan helikopter dan wahana pendarat amfibi.
Proyek patungan ini sekaligus mencerminkan perubahan karakter perang amfibi modern di era global saat ini. Alih-alih mendukung pendaratan serbu besar-besaran setingkat brigade seperti yang dibayangkan selama era Perang Dingin, kapal ATS baru ini dirancang untuk mendistribusikan unit Royal Marines yang lebih kecil, lebih lincah, dan tersebar dalam operasi littoral (pantai).
Selain ruang komando yang luas, kapal dengan sistem pendorong diesel-elektrik berkecepatan 18 knots dan jangkauan 8.000 mil laut ini juga dilengkapi dengan fasilitas medis mutakhir serta ruang misi yang luas, membuatnya sangat ideal untuk misi bantuan bencana, operasi evakuasi non-kombatan, serta keamanan maritim.
Rotterdam Class: LPD Canggih Belanda yang Siap Geser Satu Batalyon Marinir Plus Bawa 33 Unit MBT
Pengadaan bersama ini menjadi babak baru revitalisasi kerja sama Angkatan Laut Anglo-Dutch (Inggris-Belanda) setelah sempat dilaporkan mandek pada awal tahun akibat perbedaan kebutuhan nasional. Kedua negara sepakat menggunakan satu platform dasar yang sama untuk memangkas biaya operasional dan meningkatkan interoperabilitas, namun tetap mengizinkan pemasangan beberapa sistem misi dan persenjataan khas nasional masing-masing.
Mengenai proses manufaktur, galangan kapal Navantia UK di Belfast (Harland & Wolff) digadang-gadang menjadi situs utama pembangunan armada ATS milik Inggris, setelah mendapatkan kucuran investasi modernisasi fasilitas lebih dari £98,5 juta. Meskipun komitmen politik dan anggaran telah diketok, lini masa pengiriman kapal amfibi baru ini masih menyisakan tanda tanya besar di parlemen Inggris.
Menteri Pertahanan Inggris, Luke Pollard, dalam sidang parlemen hanya menyatakan bahwa kapal-kapal ATS ini ditargetkan mulai masuk kedinasan aktif pada dekade “2030-an”. Target yang sangat luas ini menyiratkan bahwa Royal Marines harus bersabar menunggu antara 3 hingga 13 tahun ke depan untuk benar-benar mendapatkan pengganti sepadan bagi armada LPD Albion class yang telah dilego. (Gilang Perdana)
Inggris Jual Dua Unit LPD Albion Class ke Brasil, Kemampuan Serbu Amfibi Royal Marines Dipertaruhkan


