Filipina Konfirmasi Borong Lima Destroyer Escort ‘Anti Kapal Selam” Abukuma Class dari Jepang

Angkatan Laut Filipina dipastikan akan menerima suntikan kekuatan militer yang signifikan melalui akuisisi lima kapal perang jenis destroyer escort (perusak kawal/fregat ringan) Abukuma class yang baru saja dipensiunkan oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF).
Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro Jr., mengonfirmasi bahwa kesepakatan transfer ini sudah memasuki tahap final dan tinggal menyelesaikan detail administratif. Hibah kapal perang ini merupakan bagian dari program Bantuan Keamanan Resmi (OSA) dari pemerintah Jepang—sebuah kerangka kerja sama strategis baru yang diinisiasi Tokyo sejak April 2023 untuk membantu memperkuat keamanan negara-negara mitra di kawasan Asia-Pasifik.
Langkah ini dipandang sebagai simbol kuat ikatan geopolitik kedua negara, yang juga mencakup penyediaan sistem radar serta perangkat pertahanan canggih lainnya dalam paket kemitraan tersebut.
Secara teknis, armada Abukuma class merupakan kapal perang multiguna berkekuatan andal yang dioptimalkan untuk pertempuran anti kapal selam (Anti-Submarine Warfare) dan anti kapal permukaan. Kapal ini memiliki bobot perpindahan sekitar 2.000 ton kotor, dengan panjang lambung mencapai 109 meter dan lebar 13,4 meter (dalam rilis teks tertulis lebar balok 44 meter).
Abukuma Class: Destroyer Escort Jepang “Spesialis AKS” yang Ditawarkan Untuk Angkatan Laut Filipina
Untuk menunjang mobilitasnya, Abukuma class mengadopsi sistem propulsi modern gabungan CODOG (Combined Diesel or Gas), yang memadukan efisiensi mesin diesel Mitsubishi untuk patroli jarak jauh berkecepatan rendah dengan kekuatan turbin gas Spey buatan Rolls-Royce untuk akselerasi tempur berkecepatan tinggi, yang mampu mendorongnya hingga kecepatan maksimal 27 knot.
Di sektor persenjataan, Abukuma class tergolong mematikan untuk ukuran kapal kawal; dilengkapi dengan rudal anti kapal Harpoon, roket anti kapal selam ASROC, tabung torpedo, meriam utama kaliber 76mm buatan Oto Melara di bagian haluan, serta sistem pertahanan udara jarak dekat CIWS Phalanx 20mm untuk merontokkan ancaman udara.
The @dndphl 🇵🇭 confirmed that the Philippines and Japan 🇯🇵 has reached an agreement, to acquire five Abukuma-class Destroyer Escorts. The Philippine Navy is expected to receive the 5 Japanese warships in the next few years, boosting the country’s growing, and expanding fleet. https://t.co/xXvmW4lbjZ pic.twitter.com/pIhFFsC6F6
— Para Bellum (@ReHorizon3) July 7, 2026
Mengenai status operasionalnya di negeri asal, Jepang awalnya membangun total enam unit kapal Abukuma class dalam rentang waktu tahun 1988 hingga 1991. Seiring dengan modernisasi JMSDF yang mulai beralih ke kapal frigat siluman kelas Mogami yang lebih modern, kapal-kapal kelas Abukuma secara bertahap mulai dipensiunkan dari garis depan setelah mengabdi selama lebih dari tiga dekade.
Mengingat hanya lima unit yang dihibahkan ke Manila, sisa unit lainnya telah atau sedang diproses untuk dibongkar, atau dialokasikan sebagai suku cadang. Mengingat usia pakai dan masa transisi kedatangan yang dijadwalkan berlangsung dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan, Kementerian Pertahanan Filipina kini tengah bersiap memeriksa kondisi fisik terkini dari kelima kapal tersebut guna menentukan integrasi sistem taktis terbaik bagi Angkatan Laut Filipina, sekaligus mulai membangun fasilitas dok dan dermaga baru untuk menampung armada tersebut.
Di sisi lain, pengumuman akuisisi armada tempur ini muncul di tengah eskalasi ketegangan yang kembali memanas di kawasan Pasifik. Menhan Teodoro memanfaatkan momentum ini untuk mengecam keras tindakan Cina yang baru-baru ini meluncurkan rudal balistik dari salah satu kapal selam nuklirnya di Samudra Pasifik. (Gilang Perdana)


