Cina Bangun Sistem Pertahanan Planet dari Ancaman Asteroid, Jaringan Bumi-Antariksa Dikemas Tanpa Celah

Ancaman tabrakan asteroid dekat Bumi (Near-Earth Asteroids) kini menjadi perhatian serius komunitas antariksa global. Sebagai salah satu kekuatan utama di luar angkasa, Cina tengah melakukan studi kelayakan mendalam untuk mengembangkan jaringan pemantauan dan peringatan dini terintegrasi berbasis antariksa dan bumi (space-ground integrated network).

Baca juga: Jepang Luncurkan Satelit Mata-mata IGS Radar 7

Langkah ambisius ini dirancang sebagai komponen inti dari sistem pertahanan planet Cina demi menghadapi risiko hantaman benda langit yang berpotensi mengancam keselamatan bumi di masa depan.

Menurut Li Mingtao, Kepala Ilmuwan Pusat Penelitian Pemantauan dan Peringatan Dini Asteroid di bawah China National Space Administration (CNSA), saat ini sudah ada lebih dari 40.000 asteroid dekat Bumi yang berhasil ditemukan dan dikatalogkan di seluruh dunia. Sejauh ini memang belum ada satu pun asteroid yang diidentifikasi bakal dipastikan menabrak Bumi dalam waktu dekat.

Kendati demikian, Li menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap risiko dampak tabrakan tersebut bukanlah tanpa alasan, mengingat masih banyak sekali jumlah asteroid dekat Bumi yang belum terdeteksi oleh radar dan teleskop global.

Untuk memperkuat benteng pertahanan di permukaan bumi, para ilmuwan Cina berencana memilih beberapa lokasi strategis untuk membangun sejumlah teleskop optik berdiameter besar (large-aperture optical telescopes). Jaringan teleskop ini akan membentuk sistem pemantauan berbasis darat yang seimbang secara geografis, sehingga mampu mendeteksi objek-objek ultra-jauh di langit malam dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.

Pemilihan lokasi teleskop darat ini sangat ketat, di mana para ilmuwan memprioritaskan wilayah dataran tinggi terpencil yang minim populasi demi mendapatkan tingkat kejernihan langit malam yang maksimal serta kondisi atmosfer yang stabil agar tidak mengganggu pengamatan visual.

Tak Lagi Jadi Prioritas, Australia Batalkan Proyek Pertahanan Luar Angkasa Senilai US5,3 Miliar

Namun, mengandalkan teleskop di bumi saja tidaklah cukup karena adanya keterbatasan siklus siang-malam serta gangguan atmosfer. Oleh karena itu, Cina juga berencana meluncurkan konstelasi teleskop pemantau ke luar aquaspace atau antariksa. Berada di orbit yang bebas dari gangguan cuaca bumi, instrumen antariksa ini akan diposisikan sedikit lebih jauh dari Bumi agar memiliki cakupan perimeter yang lebih luas dan memberikan waktu peringatan dini yang lebih panjang. Fokus utama konstelasi satelit ini adalah menutup titik buta (blind spot) pertahanan bumi, khususnya mendeteksi ancaman objek luar angkasa yang datang dari arah matahari yang selama ini sulit dipantau dari bumi.

Kolaborasi ini nantinya akan menciptakan sistem pengawasan tanpa celah, di mana instrumen bumi mengawasi langit malam dan teleskop antariksa menutup area arah matahari. Jaringan pemantau canggih ini nantinya tidak lagi fokus pada objek langit yang sudah dikenal, melainkan berburu asteroid misterius berukuran sekitar 140 meter—yang dayanya mampu menghancurkan sebuah negara ukuran kecil hingga sedang.

Guna mendukung infrastruktur masif ini, Cina juga dilaporkan telah berhasil membuat terobosan dalam pemodelan dan algoritma analisis risiko dampak asteroid, yang memungkinkan sistem secara otomatis menghitung orbit dan mengukur probabilitas tabrakan begitu teleskop menangkap objek yang mencurigakan. (Bayu Pamungkas)

Rivalitas di Luar Angkasa: Satelit Cina Paksa 4.400 Satelit Starlink Turun Ketinggian

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *