Diehl Defence Jerman Perkenalkan Cobra 600: Drone Bertenaga Jet Pembawa Rudal IRIS-T

Pabrikan pertahanan terkemuka asal Jerman, Diehl Defence, memperkenalkan inovasi terbarunya dalam ajang ILA Berlin Airshow 2026 yang berlangsung pada 10-14 Juni 2026. Inovasi tersebut berupa Cobra 600, platform peluncur drone bertenaga jet (jet-powered unmanned launch platform) yang dirancang khusus untuk menggotong rudal pertahanan udara IRIS-T.
Baca juga: Prototipe Kedua KF-21 Boramae Luncurkan Rudal Udara ke Udara IRIS-T
Kehadiran Cobra 600 diproyeksikan bakal mengubah total geometri pertahanan udara modern dengan memindahkan titik luncur rudal jauh ke depan, melampaui batas jangkauan sistem pertahanan udara berbasis darat (Ground-Based Air Defense / GBAD) konvensional.
Secara filosofi desain, Cobra 600 tidak bertindak sebagai drone tempur (UCAV) murni untuk duel udara, melainkan sebagai “rel peluncur terbang” (airborne launch rail). Dikembangkan bersama Polaris Raumflugzeuge, platform taktis ini memiliki panjang 600 cm yang menjadi asal-usul penamaannya dengan konfigurasi sayap delta penuh (full-delta-wing).
Pada prototipe yang dipamerkan di ILA 2026, drone ini ditenagai oleh mesin mikro-turbojet JetCat P1000-PRO. Dilengkapi dengan roda pendaratan tiga titik (tricycle landing gear) yang dapat dilipat, Cobra 600 dirancang untuk lepas landas dan mendarat kembali di landasan pacu konvensional, pangkalan udara darurat, maupun potongan jalan tol yang disiapkan khusus.
Diehl Defence,showcased The Cobra 600, which has not previously been seen in public, combines a jet-powered drone platform with a missile rail armed with one of the company’s IRIS-T missiles, a weapon already used in short-range air defense systems and air-to-air applications. pic.twitter.com/NGvs8Tygyy
— Valhalla (@ELMObrokenWings) June 10, 2026
Senjata tunggal yang digotong oleh Cobra 600 adalah satu unit rudal IRIS-T yang dipasang pada rel bagian atas (top-mounted rail) menggunakan sistem pylon interface standar jet tempur Eurofighter Typhoon. Langkah ini dinilai sangat cerdas secara teknis karena memanfaatkan interkoneksi senjata NATO yang sudah ada tanpa perlu merancang sistem baru. Rudal IRIS-T sendiri merupakan rudal udara-ke-udara jarak pendek berkecepatan Mach 3 dengan pemandu inframerah pintar, sensor penangkal flare, serta teknologi thrust-vector control yang sangat lincah.
Sebagai komparasi, sistem pertahanan udara berbasis darat IRIS-T SLM memiliki jangkauan hantam sekitar 40 km. Namun, angka tersebut adalah jarak jangkau rudal setelah meluncur, bukan jarak geografis baterai dari pangkalan. Dengan dipasang pada Cobra 600 yang memiliki jarak jelajah hingga 250 mil (402 km), rudal IRIS-T dapat dibawa terbang menyusup ke zona depan terlebih dahulu sebelum diluncurkan. Hal ini memungkinkan terciptanya zona penyegatan (engagement zones) baru yang sama sekali tidak diduga oleh armada penyerang musuh.
Airbus dan Diehl Defence Kerja Sama Dongkrak Kemampuan Rudal Hanud IRIS-T SLM
Dalam skenario operasionalnya, Cobra 600 akan terintegrasi penuh lewat jaringan data (networked engagement) dengan unit baterai darat IRIS-T SLM atau SLS. Radar utama seperti Hensoldt TRML-4D atau Saab Giraffe akan mendeteksi target, lalu Pusat Operasi Taktis (TOC) akan mengirimkan koordinat target ke Cobra 600 melalui datalink. Drone jet ini kemudian meluncur ke titik pencegatan yang ideal. Begitu posisi tercapai, rudal IRIS-T dapat dikunci menggunakan mode Lock-On-Before-Launch (LOBL) atau Lock-On-After-Launch (LOAL), di mana rudal meluncur menggunakan panduan inersia sebelum pencari inframerahnya mengambil alih kendali di fase terminal.
Proyek yang didanai secara mandiri oleh pihak perusahaan dan didukung investasi dari salah satu negara mitra ini dipandang sangat relevan untuk melindungi infrastruktur kritis dari ancaman rudal jelajah, helikopter yang beroperasi di garis depan, maupun drone pengintai ketinggian menengah.
Langkah Diehl Defence ini juga bertepatan dengan rencana perusahaan untuk menggenjot kapasitas produksi unit sistem IRIS-T hingga 16 sistem per tahun demi memenuhi kebutuhan 21 negara pengguna. (Gilang Perdana)
IRIS-T SLS MK4: Sistem Hanud “All-in-One” Pemburu Drone yang Bisa Menembak Sambil Berjalan


