Kebangkitan AC352: “Comeback” Helikopter SAR Cina Setelah Dua Dekade Drama dan Ambisi Kemandirian

Industri penerbangan Cina resmi memulai kembali rangkaian uji terbang intensif untuk helikopter AC352 pada 20 Januari 2026 di Harbin. Langkah ini bukan sekadar pengujian rutin, melainkan sebuah momen “comeback” yang signifikan bagi platform yang telah dikembangkan selama lebih dari 20 tahun.
Baca juga: Ajaib, Helikopter SA-330 Puma Inggris Terus Dioperasikan Hingga Tahun 2028
Sejarah AC352 (atau dikenal dengan nama militer Z-15) bermula pada 9 Oktober 2005, saat Eurocopter (sekarang Airbus Helicopters) dan Aviation Industry Corporation of China (AVIC) sepakat untuk berbagi biaya pengembangan guna menciptakan helikopter kelas menengah 7 ton yang canggih.
Namun, kemitraan sempat dibayangi ketegangan akibat memburuknya hubungan kedua pihak di masa lalu, terutama terkait isu pelanggaran lisensi oleh Cina dalam produksi helikopter seri Z-9 yang merupakan kloning dari Dauphin Perancis – jenis helikopter yang juga digunakan Basarnas.
Meskipun versi Eropa, Airbus H175, telah terbang sejak 2009 dan beroperasi secara global, versi Cina (AC352) mengalami perjalanan yang jauh lebih berliku. Perbedaan mendasar terletak pada “jantung” penggeraknya. Setelah sempat terbang perdana pada 2016 dan meraih sertifikasi tipe dasar pada Juli 2022, pengujian yang dimulai kembali pada Januari 2026 ini difokuskan pada validasi penuh mesin WZ-16.
After a long break, finally the AVIC / Avicopter AC352 – in China, the H175 is produced as the AC352 – reappeared again.
(via @沉默的山羊) pic.twitter.com/2BFmB7IRmD
— @Rupprecht_A (@RupprechtDeino) January 20, 2026
Mesin hasil kolaborasi Safran dan Aero Engine Corporation of China (AECC) ini menjadi kunci kemandirian Beijing untuk memutus ketergantungan pada teknologi Barat. Dengan daya 1.240 kW dan standar internasional, WZ-16 memungkinkan AC352 melesat hingga 300 km/jam dengan efisiensi bahan bakar yang tinggi, menjadikannya aset strategis yang kebal terhadap risiko embargo politik.
Dalam konfigurasi operasional terbarunya, AC352 dioptimalkan untuk misi Pencarian dan Penyelamatan (SAR) serta transportasi medis di wilayah maritim yang sulit dijangkau. Dengan kapasitas hingga 16 penumpang dan berat lepas landas maksimal 7,5 ton, helikopter ini dilengkapi dengan peralatan misi khusus seperti electric rescue winch, radar pencari maritim, dan sistem navigasi satelit Beidou.
Pengujian Januari 2026 ini bertujuan untuk memastikan seluruh integrasi perangkat SAR tersebut berfungsi sempurna dalam kondisi cuaca ekstrem, sebelum helikopter ini resmi bertugas di bawah unit-unit pemerintah untuk menjaga kedaulatan dan keselamatan di pesisir Cina.
Kesuksesan AC352 kembali ke udara menunjukkan sikap pragmatis Perancis yang akhirnya melunak demi akses pasar domestik Cina yang masif dan stabilitas rantai pasok global. Bagi Cina, perjalanan dua dekade ini merupakan pelajaran berharga dalam mengubah pola hubungan dari sekadar pengguna lisensi menjadi mitra manufaktur yang memiliki kendali atas teknologi inti.
Kini, AC352 siap mengisi celah antara helikopter ringan dan berat dalam arsenal udara Cina, membawa identitas sebagai platform modern yang lahir dari kolaborasi internasional namun matang di tangan kemandirian domestik. (Gilang Perdana)
https://www.indomiliter.com/airbus-memulai-kampanye-uji-terbang-h160m-helikopter-kelas-enam-ton-untuk-tiga-matra-militer-perancis/



Projek roket nasional, proyek rudal nasional, proyek nuklir nasional, proyek radar nasional, proyek data link nasional, proyek UAV male nasional sudah saat nya menggandeng pihak asing (negara maju yang berpengalaman) dari pada cuman jadi proyek tidak jelas arah, tujuan, dan hasil nya?
Sampai kapan cuman impor terus + tot cuman MRO + pelatihan? Yang suka ya sales doank dong gak ada impact nya ke industri lokal