Fregat KD Maharaja Lela 2501 Mulai Sea Trial: Babak Baru Kapal LCS Malaysia Setelah Drama Panjang

Setelah melalui perjalanan panjang yang penuh dengan dinamika dan penundaan selama bertahun-tahun, proyek kapal perang Littoral Combat Ship (LCS) milik Angkatan Laut Diraja Malaysia (TLDM) akhirnya mencapai tonggak sejarah yang sangat dinantikan.

Baca juga: Fregat Malaysia KD Maharaja Lela 2501 Dijadwalkan Memulai Sea Trial pada November 2024

Pada 20 Januari 2026, kapal pertama dari kelas ini, KD Maharaja Lela (2501), secara resmi memulai rangkaian uji coba laut (sea trials) pertamanya. Momen ini menjadi angin segar sekaligus pembuktian bagi industri pertahanan Malaysia, khususnya galangan kapal Lumut Naval Shipyard (LNS), bahwa proyek yang sempat dirundung berbagai kendala administratif dan teknis ini tetap berjalan menuju operasional penuh untuk memperkuat kedaulatan maritim Negeri Jiran.

Salah satu daya tarik utama dari KD Maharaja Lela adalah sistem persenjataannya yang canggih, terutama pemasangan meriam utama Bofors 57 mm MK.3 Super Stealth. Meriam ini memiliki desain kubah khusus yang meminimalisir pantulan radar (stealth), selaras dengan desain lambung kapal yang memang dirancang untuk sulit dideteksi oleh lawan.

Selain meriam Bofors 57 mm MK.3 yang ikonik, KD Maharaja Lela (2501) akan dipersenjatai dengan arsenal yang cukup komprehensif untuk menghadapi berbagai dimensi pertempuran, termasuk dua unit kanon MSI DS30M 30mm sebagai pertahanan sekunder terhadap ancaman permukaan jarak dekat. Kapal ini juga direncanakan untuk membawa delapan peluncur rudal anti-kapal Naval Strike Missile (NSM) buatan Kongsberg, serta 16 sel Vertical Launching System (VLS) Sylver untuk rudal pertahanan udara VL Mica.

Untuk peperangan bawah air, dua peluncur torpedo tiga tabung J+S telah disiapkan, sementara dek belakangnya mampu menampung satu helikopter berbobot hingga 10 ton seperti Super Lynx atau AW159 Wildcat, menjadikannya platform tempur yang benar-benar multifungsi.

Dari sisi performa, KD Maharaja Lela mengandalkan sistem propulsi Combined Diesel and Diesel (CODAD) yang ditenagai oleh empat mesin MTU 20V 1163 M94, menghasilkan total keluaran daya sekitar 29.600 kW. Konfigurasi mesin ini memungkinkan kapal dengan bobot 3.100 ton tersebut melesat hingga kecepatan maksimal 28 knot.

https://www.indomiliter.com/intip-kecanggihan-meriam-lipat-bofors-57-mk-3-super-stealth-pada-fregat-maharaja-lela-malaysia/

Selain kecepatan, fregat ini memiliki aspek daya tahan (endurance) yang impresif, yakni mampu beroperasi terus-menerus selama 21 hari di laut dengan jangkauan operasional mencapai 5.000 mil laut pada kecepatan jelajah 15 knot, menjadikannya aset strategis untuk melakukan patroli jangka panjang di perairan kedaulatan Malaysia yang luas.

Dimulainya uji coba laut ini menandakan bahwa sistem propulsi dan integrasi dasar kapal telah mencapai tahap stabil sebelum melangkah ke pengujian sistem tempur yang lebih kompleks.

Jadwal uji coba pasca pelayaran perdana ini akan berlangsung secara intensif selama beberapa bulan ke depan. Rangkaian uji coba laut ini akan dibagi menjadi beberapa fase, mulai dari pengujian performa mesin pada berbagai kecepatan, uji kelayakan manuver di laut lepas, hingga pengujian sistem sensor dan navigasi.

https://www.indomiliter.com/sama-sama-gunakan-radar-dari-thales-ini-penempatan-antena-smart-s-mk2-di-fregat-martadinata-dan-maharaja-lela-class/

Setelah fase performa dasar selesai, fregat ini akan memasuki tahap Camat atau Combat System Acceptance Trials, di mana seluruh perangkat elektronik dan persenjataan akan diuji akurasinya. Jika seluruh rangkaian tes ini berjalan sesuai rencana tanpa ada kendala teknis yang berarti, proses evaluasi akhir akan dilakukan untuk memastikan kapal benar-benar siap tempur sebelum diserahterimakan kepada TLDM.

Terkait dengan rencana penyerahan, pemerintah Malaysia dan pihak galangan kapal menargetkan KD Maharaja Lela dapat secara resmi memperkuat armada TLDM pada akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027. Jadwal ini dianggap realistis mengingat kompleksitas sistem tempur yang harus diselaraskan setelah kapal berada cukup lama dalam proses pembangunan di darat.

Penyerahan kapal pertama ini akan menjadi preseden penting bagi kelanjutan pembangunan empat unit kapal LCS lainnya dalam kelas yang sama. Bagi Malaysia, kehadiran KD Maharaja Lela bukan sekadar penambahan aset, melainkan simbol kebangkitan kembali kekuatan armada laut mereka di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Laut Cina Selatan. (Bayu Pamungkas)

https://www.indomiliter.com/setelah-delapan-tahun-malaysia-luncurkan-kd-raja-muda-nala-2502-unit-kedua-fregat-maharaja-lela-class/

One Comment