Militer Amerika Serikat bersama aliansi NATO dilaporkan baru saja mendemonstrasikan taktik peperangan modern yang mengkombinasikan teknologi kedirgantaraan mutakhir dengan sistem artileri medan presisi dalam latihan tempur berskala besar bertajuk Arcane Thunder 26. (more…)
Tak terasa, perang Rusia versus Ukraina akan mencapai tiga tahun pada bulan Februari mendatang, dan dari berbagai aspek alutsista yang terlibat, tak bisa terbantahkan peran strategis dari Multiple Launch Rocket System (MLRS) yang dijalankan oleh Rusia dan Ukraina. Dan dari Rusia, nama Tornado-S dan Tornado-G, hingga kini dianggap sebagai duo MLRS terbaru yang paling diandalkan. (more…)
Di tengah tekanan internasional, Israel kian membabi buta dan menggunakan segala cara untuk mengalahkan Hamas di Gaza, Palestina. Ketika mulai lelah dan panik menghadapi perang kota dengan pejuang Hamas, maka Israel tanpa segan mulai amunisi dengan daya rusak yang lebih besar dari howitzer, yakni MLRS (Multiple Lauhch Rocket System) ke arah Gaza. (more…)
Selain rencana menghidupkan kembali batalyon Main Battle Tank (MBT), Angkatan Darat Belanda (Royal Netherlands Army) juga memproyeksikan penguatan kemampuan artileri medan. Dalam periode pengadaan yang terbilang singkat, saat ini AD Belanda mulai kedatangan jenis self propelled MLRS (Multiple Launch Rocket System) canggih dari Israel, yakni Precise & Universal Launching System (PULS) produksi Elbit Systems. (more…)
Seperti halnya di Indonesia, di Mesir setiap digelar pameran pertahanan maka bermunculan jenis alutsista baru produksi dalam negeri. Meski berupa prototipe, kemunculan jenis senjata ‘lokal’ adalah magnet tersendiri. Dan pada ajang Egypt Defence Expo (EDEX) 2023 di Kairo (4-7 Desember 2023), Kementerian Produksi Militer Mesir meluncurkan MLRS (Multiple Launch Rocket System) pertama dalam model self propelled dari sasis kendaraan roda rantai. (more…)
Meski pengembangan teknologi roket di Indonesia maju mundur, namun, belum lama ini ada kabar dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, yang menyebut bahwa pengembangan roket balitsik untuk sistem senjata artileri kaliber 122 mm telah tuntas dilakukan oleh PT Pindad. Roket 122 mm adalah jenis amunisi artileri dengan standar Rusia/Soviet yang disiapkan untuk jenis senjata MLRS (Multiple Launch Rocket System). (more…)
Selain Main Battle Tank (MBT) Challenger 2, rupanya ada alutsista Ukraina asal Inggris lain yang ikut ‘gosong’ di sektor peperangan yang sama (wilayah Zaporizhzhia). Persisnya terkonfirmasi ‘hancur’ sebuah self tracked propelled howitzer (SPH) – roda rantai, AS90 Braveheart. Setidaknya, Kementerian Pertahanan Inggris telah memasok 20 unit AS90 Braveheart untuk militer Ukraina. (more…)
Melengkapi ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicile) BMP-3, maka Korps Marinir seharusnya akan mendapatkan perkuatan jenis ranpur APC amfibi terbaru BT-3F dari Rusia. Jumlahnya lumayan besar, yakni 79 unit yang digadang sebagai pengganti pansam (panser amfibi) BTR-50 yang usianya telah menua. Namun, badai CAATSA yang ditiupkan Washington telah menunda pengadaan ranpur amfibi ini. Meski begitu, BT-3F terus dikembangkan untuk kebutuhan infanteri laut (marinir) Rusia. (more…)
Kilas balik ke 27 Agustus 2022, Polandia mengumumkan pengadaan self propelled MLRS K239 Chunmoo 8×8 dari Hanwha Corporation, Korea Selatan. Namun, Polandia tak serta merta membeli sistem senjata dalam bentuk ‘asli’. Lantaran membeli dalam jumlah besar, Polandia mensyaratkan penggunaan komponen dalam negeri pada pengadaan K239 Chunmoo. Yang salah satunya berupa penggantian platform truk peluncur. (more…)
Kecemasan terlibat dalam perang besar mendorong negara-negara NATO untuk merancang alutsista dengan daya lethal tinggi saat Perang Dingin. Salah satu segmen yang mendapat perhatian yakni MLRS (Multiple Launch Rocket System). Lantaran yang bakal dihadapi adalah militer Uni Soviet dan Pakta Warsawa, maka MLRS disiapkan dalam kaliber berat, dan Jerman rupanya pernah merancang self propelled MLRS di kaliber 280 mm. (more…)