Unik! Blue Dolphin 16: Restoran Kapal Induk di Guangzhou yang Wajib Dikunjungi Pecinta Militer

Bagi para pecinta militer, khususnya penggemar alutsista angkatan laut, Guangzhou menyimpan satu destinasi unik yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda. Di tengah gemerlapnya Sungai Pearl, terdapat sebuah pemandangan yang sekilas akan membuat jantung berdegap kencang; sebuah struktur raksasa menyerupai kapal induk yang sedang berlabuh.
Baca juga: Tantang Dominasi AS, Cina Diprediksi Miliki Enam Kapal Induk di 2035
Namun, alih-alih mengangkut persenjataan mematikan, “kapal” yang dikenal dengan nama Blue Dolphin 16 ini justru menyajikan pengalaman kuliner dan wisata malam yang mewah. Kapal pesiar bertema kapal induk ini menjadi simbol bagaimana kebanggaan nasional Cina terhadap kekuatan maritimnya dilebur dengan gaya hidup modern dan pariwisata kelas atas.
Keistimewaan Blue Dolphin 16 langsung terlihat dari kejauhan melalui siluet khasnya yang meniru desain kapal induk Liaoning. Pada bagian ujung deknya, kapal ini memiliki struktur ski-jump yang autentik lengkap dengan nomor lambung “16” yang terpampang besar.
Begitu melangkah ke atas dek penerbangannya yang luas, Anda tidak hanya disambut oleh meja-meja perjamuan yang tertata rapi, tetapi juga oleh sebuah replika jet tempur Shenyang J-15 “Flying Shark” yang diposisikan seolah-olah siap meluncur ke angkasa. Suasana ini menciptakan sensasi luar biasa bagi para penggemar militer, di mana mereka bisa menikmati makan malam sambil merasakan atmosfer berada di atas sebuah pangkalan udara terapung yang legendaris.

Menjelang malam, Blue Dolphin 16 bertransformasi menjadi panggung cahaya yang memukau. Kapal ini tidak hanya diam bersandar, melainkan melakukan pelayaran menyusuri Sungai Pearl yang ikonik.
Sambil mencicipi hidangan prasmanan (buffet) yang didominasi oleh seafood segar dan masakan khas Kanton, para tamu akan disuguhi pemandangan spektakuler dari gedung-gedung pencakar langit Guangzhou, termasuk ikon kota Canton Tower yang berwarna-warni. Kehadiran elemen militer pada desain kapal ini memberikan kontras yang menarik di antara kapal-kapal pesiar tradisional lainnya yang melintas di sungai tersebut, menjadikannya pilihan utama bagi mereka yang mencari pengalaman berbeda di Cina.
Somewhere in Guangzhou is a floating restaurant or cruise ship with an aircraft carrier theme. pic.twitter.com/X4aOXiaS8u
— Eurasia Naval Insight (@EurasiaNaval) January 16, 2026
Bagi Anda yang ingin mencicipi pengalaman ini, akses menuju ke sana tergolong sangat mudah karena lokasinya yang strategis di pusat kota Guangzhou. Anda bisa menuju ke Dasha Tou Pier (Dermaga Dashatou) di Distrik Yuexiu, yang merupakan titik keberangkatan utama bagi armada Blue Dolphin.
https://www.indomiliter.com/rayakan-ulang-tahun-ke-10-kapal-induk-cina-liaoning-tampil-dalam-beast-mode-untuk-pertama-kali/
Transportasi umum seperti Metro Jalur 6 menuju Stasiun Dashatou sangat disarankan untuk menghindari kemacetan kota. Untuk menikmati pelayaran selama kurang lebih 60 hingga 90 menit ini, biaya yang perlu dikeluarkan berkisar antara 100 hingga 300 Yuan per orang (sekitar Rp220.000 hingga Rp650.000), tergantung pada paket makan malam dan jenis dek yang Anda pilih.
Sangat disarankan untuk memesan tiket melalui aplikasi perjalanan atau di lokasi lebih awal, terutama pada akhir pekan, guna memastikan Anda mendapatkan posisi terbaik tepat di sisi dek untuk berfoto dengan latar belakang jet tempur J-15 yang ikonik tersebut. (Bayu Pamungkas)
F-117 Nighthawk Jadi Sumber Inspirasi Penginapan Super Unik di Belanda



“Untuk menikmati pelayaran selama kurang lebih 60 hingga 90 menit ini, biaya yang perlu dikeluarkan berkisar antara 100 hingga 300 Yuan per orang (sekitar Rp220.000 hingga Rp650.000), tergantung pada paket makan malam dan jenis dek yang Anda pilih.”
Wah, per orang masih di bawah Rp 1 juta, ‘worth it’ ini mah 👍 tapi itu bukan di sini 😅