Tragedi Ledakan Amunisi Fatal: Jepang Pertimbangkan Hentikan Akuisisi MBT Mitsubishi Type 10

Kementerian Pertahanan Jepang tengah mempertimbangkan untuk menghapus pengadaan tank tempur utama (main battle tank/MBT) Type 10 dari pengajuan anggaran tahun fiskal 2027. Langkah drastis ini diambil menyusul insiden ledakan amunisi fatal di dalam kubah (turret) tank yang menewaskan tiga prajurit Angkatan Darat Jepang (JGSDF) pada bulan April lalu.
Kepala Staf JGSDF, Jenderal Masayoshi Arai, mengungkapkan rencana tersebut dalam konferensi pers reguler pertengahan September, seraya menegaskan bahwa keputusan akhir akan sangat bergantung pada hasil investigasi menyeluruh yang hingga kini belum dirilis secara resmi kepada publik.
Insiden tragis tersebut terjadi pada 21 April sekitar pukul 08.40 pagi di Area Latihan Hijudai, Prefektur Oita, Pulau Kyushu. Sebuah amunisi berdaya ledak tinggi anti-tank (High-Explosive Anti-Tank/HEAT) kaliber 120 mm tiba-tiba meledak di dalam turret Type 10 saat latihan tembak langsung (live-fire exercise) berlangsung.
Ledakan dahsyat tersebut menewaskan komandan tank, penembak (gunner), dan seorang perwira keselamatan yang berada di dalam kendaraan, serta melukai pengemudi secara serius. Menyusul tragedi langka ini—yang terakhir kali terjadi pada kendaraan tempur Jepang di akhir era 1970-an—JGSDF langsung menghentikan seluruh latihan penembakan Type 10 dan membekukan penggunaan amunisi sejenis pada tank generasi sebelumnya, Type 90. Tim investigasi di Markas Tentara Barat Kumamoto kini berfokus memeriksa sisa kendaraan, amunisi, log komunikasi, hingga sistem sirkuit penembakan elektrik yang diduga menjadi pemicu utama ledakan.
Japan builds its own advanced
tanks
The Type 10 is Japan’s most modern main battle tank, designed for speed, mobility, and precision in difficult terrain like mountains and narrow roads https://t.co/ZnMb1VgwZF— Deadly Weapons (@deadlyweapns) July 18, 2026
Di luar investigasi dan pembekuan anggarannya, MBT Type 10 yang diproduksi oleh Mitsubishi Heavy Industries merupakan tank paling modern milik Jepang yang resmi masuk dinas operasional sejak tahun 2012. Dirancang khusus untuk menyesuaikan dengan kondisi geografis dan infrastruktur daratan Jepang, Type 10 mengusung bobot yang relatif ringan sekitar 44 ton—jauh lebih ringan dibandingkan pendahulunya, Type 90—sehingga memiliki mobilitas sangat tinggi dan mampu melintasi mayoritas jembatan serta jalan raya sempit di seluruh kepulauan Jepang.
Type 10 diawaki oleh tiga personel dan ditenagai oleh mesin diesel V8 berdaya 1.200 tenaga kuda yang dipadukan dengan transmisi variabel kontinu (Continuously Variable Transmission/CVT), memungkinkannya melaju hingga kecepatan maksimal 70 km/jam baik saat bergerak maju maupun mundur.
Japan’s Ministry of Defense is considering leaving the Type 10 main battle tank out of its fiscal 2027 budget request, after a shell exploded inside one of the tanks in April and killed three soldiers, according to Japanese defense newspaper Asagumo. https://t.co/QLBXap5gEJ
— Valhalla (@ELMObrokenWings) October 12, 2026
Dari segi daya gempur dan teknologi pertahanan, Type 10 dibekali persenjataan utama berupa meriam smoothbore L44 kaliber 120 mm buatan Japan Steel Works yang dilengkapi dengan sistem pengisi amunisi otomatis (autoloader) canggih di bagian belakang turret. Meriam ini kompatibel dengan berbagai amunisi standar NATO serta amunisi khusus penetrator energi kinetik canggih buatan dalam negeri.
Untuk aspek perlindungan, Type 10 mengadopsi struktur baja kristal nano (nano-crystal steel) yang dikombinasikan dengan modul pelindung komposit keramik modular yang dapat dilepas-pasang sesuai kebutuhan misi.
Mengadopsi sistem manajemen tempur C4I terkini dan suspensi hidropneumatik yang memungkinkan tank mengatur ketinggian maupun kemiringan sasisnya, Type 10 tetap diakui sebagai salah satu MBT kelas menengah paling tangguh di Asia, meski masa depannya kini dibayangi oleh evaluasi keselamatan besar-besaran.
Sejak mulai resmi dioperasikan oleh Angkatan Darat Jepang pada Januari 2012, total pengadaan MBT Type 10 telah mencapai kisaran 120 hingga 130-an unit yang diproduksi secara berkala oleh Mitsubishi Heavy Industries. Pemerintah Jepang memproyeksikan target jangka panjang hingga 300 unit Type 10 untuk menggantikan armada tank tua Type 74 secara bertahap dan mendampingi Type 90. (Bayu Pamungkas)
Jepang Luncurkan “Nihonbare”: Landing Craft Utility (LCU) Berbobot 2.400 Ton untuk Angkatan Darat


