
Di pameran dirgantara Aero India 2017 di kota Bangalore (14 – 18 Februari), Indomiliter.com menjadi salah satu media dari Indonesia yang pertama kali berkesempatan melihat langsung Saab Skeldar V-200, jenis drone helikopter VTOL (Vertical Take Off and Landing) pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI yang dikabarkan dalam waktu dekat bakal dikirim ke Indonesia. Dibanding drone pada umumnya, Skeldar V-200 memang dirancang untuk tugas-tugas yang berkaitan pada intai maritim. (more…)

Dalam operasi udara yang membutuhkan penggelaran kekuatan (deployment) dari pangkalan utama (home base) ke pangkalan aju (terdepan), selain bicara tentang taktik dalam misi tempur, salah satu yang mutlak menjadi pemikiran adalah ketersediaan fasilitas hanggar yang memadai di pangkalan aju, hanggar yang tak hanya berperan sebagai tempat berlindung jet tempur, melainkan juga dapat difungsikan sebagai area pemeliharaan.
(more…)

Setelah awal tahun lalu Bakamla (Badan Keamanan Laut) RI memesan tiga unit drone helikopter Rajawali 350, kini drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle) helikopter dengan kemampuan real time intai maritim dari tipe yang lebih canggih dikabarkan bakal segera hadir di Indonesia. Yang dimaksud drone VTOL (Vertical Take Off and Landing) Saab Skeldar V-200 yang telah merampungkan masa uji dan performa pada kuartal keempat tahun 2016. Dan kini Skeldar V-200 dalam status siap dikirmkan ke Indonesia. (more…)

Berangkat dari tuntasnya penguasaan teknologi ranpur (kendaraan tempur) 6×6, dan tuntutan kebutuhan ranpur lapis baja berpenggerak 8×8, maka mulai muncul jenis panser 8×8 di arsenal TNI yang dipelopori Satuan Kavaleri Korps Marinir TNI AL, hingga berlanjut pada permintaan di Satuan Kavaleri di TNI AD untuk memodernisasi stock ranpur berusia lanjut. Dan ditengah keriuhan kabar pengadaan panser 8×8, tidak terlupa pula proses ToT (Transfer of Technology) di dalamnya, dimana industri pertahanan di dalam negeri nantinya harus mampu memproduksi panser 8×8.
(more…)

Bagi publik, menyimak tarik ulur pengadaan jet tempur pengganti F-5 E/F Tiger II untuk TNI AU terasa melelahkan, tapi bagi pihak manufaktur hal tersebut tetap jadi tantangan, pasalnya negosiasi pengadaan alutsista strategis bernilai tinggi memang butuh waktu lama, tak jarang dibutuhkan waktu hingga belasan tahun hingga kesepakatan tercapai. Maklum yang jadi pertimbangan bukan soal harga produk semata, tapi juga menyangkut nilai ToT (Transfer of Technology) yang akan didapat negara pembeli. (more…)

Berbeda dengan kabar kedatangan alutsista pada umumnya yang penuh suka cita, maka hadirnya sosok helikopter AW101 di Lanud Halim Perdanakusuma pada Selasa (8/2/2017) diliputi awan kelabu. Alih-alih mendapat sambutan dari petinggi TNI dan anggota dewan, satu unit helikopter AW101 Leonardo Finmecanicca punya nasib bak pesakitan, kehadirannya seolah bak anak yang tak diharapkan, bahkan saat diperlihatkan ke media, sekeliling helikopter yang diparkir di hanggar Skadron Teknik 021 ini justru diberi police line. (more…)

Wujudnya tetaplah panser, tapi yang satu ini bukan panser biasa, pasalnya panser ini punya daya gebuk setara medium tank. Dan bila tiada aral melintang, sosok ranpur yang dikenal sebagai Pandur II 8×8 FSV (Fire Support Vehicle) akan melengkapi kekuatan Satuan Kavaleri TNI AD. Dengan hadirnya Pandur II 8×8 FSV, otomatis TNI AD menjadi pemegang predikat pengguna ranpur 8×8 tercanggih dan terkuat di Asia Tenggara. (more…)

Kabar tentang akuisisi panser Pandur II telah diungkapkan KSAD Jenderal TNI Mulyono dalam Rapat Pimpinan TNI AD 2017 (23/1/2017). Dari paparan KSAD ternyata yang akan didatangkan bukan hanya Pandur II 8×8, melainkan ada versi Pandur II 6×6. Dengan memilih ranpur (kendaraan tempur) lapis baja berpenggerak 6×6, maka posisinya akan sejajar dengan panser Pindad Anoa 6×6. Nah, seperti apakah sosok Pandur 6×6 ini? Apa istimewanya sehingga layak dibeli? (more…)

Meski baru terpasang senjata berupa kanon reaksi cepat OTO Melara 76 mm SR (Super Rapid) gun, namun sesuai jadwal akhirnya Perusak Kawal Rudal (PKR) KRI Raden Eddy (RE) Martadinata telah resmi diserahterimakan kepada pihak TNI AL. Acara serahterima kapal kombatan terbesar yang dibangun di galangan PT PAL ini berlangsung pada Senin (23/1/2017). Tidak seperti acara peluncurannya yang berlangsung 18 Januari 2016, maka momen serahterima kapal perang tercanggih Satuan Kapal Eskorta ini terasa sepi dari pemberitaan. (more…)

Berita pengadaan ranpur (kendaraan tempur) panser Pandur II 8×8 sudah terendus kencang sejak akhir November 2016. Selain diketahui pemasoknya adalah Czechoslovak Group, perusahaan konglomerasi pertahanan di Ceko dan Slovakia, sampai saat itu belum diketahui matra yang akan menggunakan panser dengan teknologi RCWS (Remote Control Weapon System) tersebut. Namun kabar terbaru telah memperjelas bahwa pengguna Pandur II adalah TNI AD. (more…)