
Ibarat pepatah “anjing menggonggong kafilah tetap berlalu,” rasanya pas dialamatkan ke PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Meski tengah dihujani kritik pedas terkait kinerja, BUMN Strategis ini justru terlihat tenang, bahkan pada Rabu (15/3/2017), PT DI di Bandung justru melangsungkan seremoni penyerahan produksi rear fuselage ke-50 untuk H225 kepada Airbus Helicopters. Masih di hari yang sama, di Lanud Atang Sanjaya, Bogor, TNI AU resmi menerima 2 unit helikopter SAR Tempur EC725 Super Cougar dan 1 unit NAS 332 C1e Super Puma, ketiganya di daulat sebagai anggota baru Skadron Udara 8. (more…)

Italia tidak terlihat menggebu untuk memasarkan produk alutsistanya di Indonesia, namun dengan kehadiran ITS Carabiniere F593 di Tanjung Priok, Jakarta, menyiratkan bahwa Negara asal Pizza ini sangat percaya diri untuk menawarkan alutsista bernilai strategis. Meski dewasa ini tak ikut ambil bagian dalam program pengadaan kapal perang, tapi merujuk ke era 60-an, TNI AL dulu sempat mengoperasikan korvet Albatross Class dan destroyer escort Almirante Clemente Class, yang keduanya berasal dari Italia. (more…)

Kabar rencana TNI AD untuk mengakuisisi helikopter angkut sedang UH (Utility Helicopter)-60 Black Hawk telah berhembus sejak tahun 2012 silam, namun baru di akhir Februari lalu, jenis Black Hawk yang akan dipinang mulai jelas variannya, maklum keluarga Black Hawk lansiran Sikorsky Aircraft (Lockheed Martin Company) terdiri dari beragam varian. Dan merujuk ke pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di beberapa media nasional, maka yang bakal didatangkan adalah UH-60M Black Hawk. (more…)

Setelah menjelajah lebih dari separuh putaran Bumi, pesawat angkut berat Airbus A400M milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force) resmi mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada hari Minggu (5/3/2017) sekitar pukul 14.00 WIB. Dan sehari sesudahnya, pesawat yang tiba dari Australia ini mengundang media nasional untuk melihat dari dekat sosok pesawat bermesin empat yang kondang berkat tampil dalam film Mission Impossible 5 “Rogue Nation.” (more…)

Bukan sekali saja Airbus A400M bertandang ke Indonesia, terakhir pesawat angkut berat produksi Airbus Defence and Space (ADS) ini mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada 23 Maret 2015, kala itu Airbus A400M berperan sebagai pesawat pendukung dan logistik pada kunjungan dua jet tempur Rafale Angkatan Udara Perancis. Dan ada kabar terbaru, rencananya pada hari Senin depan (6/3/2016), Airbus A400M milik AU Kerajaan Inggris (Royal Air Force) akan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma. (more…)

Dalam meladeni peperangan modern, unit pasukan infanteri pun sudah harus mahfum dengan kemampuan drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Dan menunjang kebutuhan taktis infanteri di medan tempur, dikenal drone dengan ukuran mini untuk menunjang pengintaian. Karena digelar dalam operasi taktis, drone untuk infanteri ini dapat dikemas di dalam tas ransel, dan tentunya dapat di rakit dengan cepat bilamana dibutuhkan. (more…)

Di arsenal jet tempur TNI AU, kodrat Hawk 109 dan Hawk 209 sudah dipatok sebagai penempur lapis kedua yang punya peran tempur taktis. Meski dari aspek payload ada perbedaan, tapi keduanya dapat menggotong jenis senjata yang serupa, bahkan Hawk109/Hawk 209 sama-sama tidak dilengkapi kanon internal. (more…)

Puas dengan performa Howitzer Swa Gerak atau Self Propelled Howitzer TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 155 mm, TNI AD dipastikan akan menambah satu Batalyon Armed (Artileri Medan) dengan kekuatan Howitzer CAESAR besutan Nexter, manufaktur persenjataan asal Perancis. Saat ini setidaknya 36 unit CAESAR 155 mm telah melengkapi kekuatan dua Yon Armed, yakni Yon Armed 9 di Purwakarta, Jawa Barat dan Yon Armed 12 di Ngawi, Jawa Timur. Keduanya adalah Yon Armed dalam jajaran Kostrad. Dan ada satu unit CAESAR untuk pelatihan di Pusdik Armed. (more…)

Sebelum era Marder 1A3 dari Jerman, di tahun 2010 tersiar kabar pengadaan IFV (Infantry Fighting Vehicle) K-21 dari Korea Selatan untuk kebutuhan TNI AD. Bahkan situs Yonhapnews.co.kr (11/11/2010) telah menyebut jumlah ranpur yang akan diakuisisi berjumlah 22 unit, dan akan dikirim ke Indonesia pada tahun 2013. Dan pada akhirnya pengadaan K-21 kandas, sebagai gantinya Marder 1A3 bekas pakai AD Jerman dipilih untuk memperkuat Satuan Infanteri Mekanis TNI AD. Tujuh tahun berlalu, baru-baru ini nama K-21 kembali disebut-sebut dalam bursa ranpur untuk memperkuat kebutuhan Kavaleri Korps Marinir TNI AL.
(more…)

Dilihat dari harga per unitnya yang mencapai Rp13,5 miliar, plus tidak ada platform jet tempur yang cocok mengusungnya, jelas rudal udara ke permukaan yang diberi label Taurus ini bukan untuk Indonesia. Meski begitu, kecanggihan rudal blesteran Jerman – Swedia ini layak ditelaah, mengingat kemampuan long range air to surface missile ini begitu diandalkan untuk melahap sasaran terpilih (high level target). Statusnya memang belum battle proven, tapi kehadiran Taurus menjadi daya tawar Korea Selatan dalam menghadapi rencana agresi Korea Utara. (more…)