Selain Indonesia dan Filipina, negara lain di Asia Tenggara yang menjadi pengguna ranpur APC amfibi LVTP-7 series adalah Korps Marinir AL Thailand. Bahkan bisa dikata, Negeri Gajah Putih itu adalah operator pertama dan terbesar LVTP-7 di Asia Tenggara, pasalnya Thailand setidaknya punya 36 unit LVTP-7 (AAV/Assault Amphibious Vehicle-7A1) yang terdiri dari varian AAVP-7A1, AAVC-7A1 dan AAVR-7A1. (more…)
Segmen helikopter tempur di Asia Tenggara bakal ketambahan varian baru, berupa Boeing AH-6i yang akan diakuisisi AD Thailand guna menggantikan helikopter serbu Bell AH-1F Cobra yang usianya telah menua dan akan dipensiunkan. US Defense Security Cooperation Agency (DSCA) pada 24 September lalu telah mengumumkan persetujuan penjualan delapan unit AH6i produksi Boeing Rotorcraft Systems berikut sistem persenjataan, peralatan pendukung dan suku cadang senilai US$400 juta. (more…)
Maret 2018, dalam sebuah konvoi yang melibatkan 43 kapal perang AL Cina di kawasan Laut Cina Selatan, perhatian dunia selain tertuju pada sosok kapal induk Liaoning, juga tercurahkan pada sebuah kapal kapal angkut amfibi jenis LPD (Landing Platform Dock). Tentu bukan sembarang LPD, yang dimaksud adalah LPD Type 071 buatan China State Shipbuilding Corporation (CSSC) yang diketahui menjadi kapal serbu amfibi terbesar yang berhasil dibangun Cina.
Meski hingga kini didaulat sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mengoperasikan kapal induk (HTMS Chakri Naruebet), namun ada yang terasa ganjil pada AL Thailand (Royal Thai Navy/RTN), lantaran armada laut Negeri Gajah Putih itu malah belum sekalipun mengoperasikan yang namanya kapal selam. Namun angin pembaruan rupanya telah bertiup ke Thailand, terutama pada 2017 lalu. (more…)
F-16 C Block 52ID TNI AU Skadron Udara 16 dengan latar F-5 Tigris (Foto: Instagram Skadron Udara 16)
Latihan udara bilateral Elang Thainesia 2019 antara TNI AU dan AU Thailand (Royal Thai Air Force) telah ditututp pada 8 Agustus lalu, setelah resmi dibuka pada 30 Juli 2019 di Lanud Korat, Thailand. Jawara udara yang bertanding dari kedua negara adalah F-16 Fighting Falcon, namun ada yang unik, AU Thailand juga menyertakan jet tempur veteran F-5 E Tiger II dari Skadron Udara 211. Buat sebagian kalangan ini terasa seperti nostalgia, lantaran TNI AU juga pernah mengoperasikan F-5. Tapi jangan underestimate, F-5 Thaland yang berlaga di Elang Thainesia bukanlah F-5 ‘biasa.’ (more…)
Guna menghadapi ancaman di lautan pada level rendah dan menengah, dalam beberapa tahun belakangan kelompok kapal yang disebut OPV (Offshore Patrol Vessel) mulai menjadi pilihan. Punya sturktur laksana korvet modern, namun dengan bekal persenjataan ‘terbatas,’ menjadikan OPV digandrungi angkatan laut dunia guna menunjang misi patroli dengan endurance tinggi. (more…)
Di Indonesia, produk ranpur amfibi 8×8 asal Ukraina boleh dikatakan belum mencapai kata sukses dalam pemasaran, lantaran Korps Marinir emoh melanjutkan pengadaan panser amfibi BTR-4. Tapi lain halnya dengan Thailand, Negeri Gajah Putih ini baru saja diwartakan mendapatkan kemitraan dari kelompok industri pertahanan Ukraina, UkrOboronProm. Dimana Thailand dipercaya untuk memproduksi ranpur komando BTR-3KS 8×8. (more…)
Sebagai pengguna T-50 Golden Eagle, Indonesia adalah yang paling senior di kawasan Asia Tenggara. Persisnya kontrak pengadaan 16 unit T-50i dilakukan pada Mei 2011 dengan nilai US$400 juta, yang kemudian gelombang pengiriman perdana tiba pada September 2013 dan tuntas pada Januari 2014. Baru setelah itu, dalam jumlah yang lebih sedikit, Filipina dan Thailand turut menjadi pengguna keluarga varian T-50. (more…)
Dalam beberapa hari ini ramai diperbincangkan seputar program eMLU (enhanced Mid Life Upgrade) F-16 A/B Block15 OCU (Optional Capability Upgrade) Skadron Udara 3 di Lanud Iswahjudi, Madiun. Dalam pertemuan dua hari, pihak TNI AU dan Pemerintah AS membahas seputar capaian pelaksanaan pekerjaan modifikasi yang telah dilaksanakan. Selain juga dilakukan pembahasan tentang kendala yang dihadapi, serta strategi pemecahan permasalahan dan agenda selanjutnya. (more…)
Ada kesamaan cita rasa antara Indonesia, Filipina dan Thailand, dimana ketiga negara ASEAN ini sepertinya masih akan cukup lama mengoperasikan ranpur lapis baja (panser) Cadilage Cage V-150. Padahal di ketiga negara, usia pengabdian panser 4×4 ini sudah tak muda lagi, kebanyakan merupakan pengadaan pada pertengahan dekade 70-an. Wujud kecintaan pada V-150 umumnya terlihat dari proyek repowering dan upgrade terbatas. Khusus AU Singapura kini masih mengoperasikan V-150 terbatas sebagai platform peluncur rudal MANPADS RBS-70. (more…)