Selain punya desain yang mirip, antara Sukhoi Su-30 (tandem seat) dan Su-35 (single seat) disatukan dari jenis kanon internal yang sama. Persisnya kedua jet tempur twin jet ini mengadopsi kanon laras tunggal GSh-30-1 kaliber 30 mm. Namun, siapa sangka, jenis senjata yang sama justru memakan korban kawan senndiri. Dikabarkan belum lama ini, sebuah Su-30SM terkena friendly fire dari Su-35S dalam sebuah latihan bertema quick reaction alert (QRA). (more…)
Lantaran proses yang terkesan maju mundur, kabar seputar rencana akuisisi jet tempur Sukhoi Su-35 serasa membosankan untuk disimak. Namun, apakah program akuisisi yang telah mencapai MoU tersebut dibatalkan? jawabannya sampai saat ini tidak ada rencana untuk membatalkan pesanan 11 unit pesawat tempur twin engine tersebut. Dari perhelatan pameran militer Army 2020 (23 – 29 Agustus) di Kubinka, dekat Moskow. Ada kabar bahwa pihak Rusia bertekad kuat untuk mendukung dan memuluskan rencana akuisisi Su-35 untuk Indonesia, meski sejumlah tekanan masih menghadang. (more…)
Tak dibatalkan, namun juga tak ada kabar kelanjutannya, inilah yang menggambarkan kondisi pengadaan Sukhoi Su-35 untuk Indonesia. Bukan itu saja, bila mengintip paparan pihak Sukhoi dalam slide presentasi yang diperlihatkan kepada Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu saat mengunjugi fasilitas produksi KnAAZ di Komsomolsk-na-Amure, maka sebagian netizen di Tanah Air mungkin akan bertambah pesimis. (more…)
Meski pesanan tak dibatalkan, namun kelanjutan program pengadaan Sukhoi Su-35 juga tak jelas kelanjutannya. Menjadikan sosok jet tempur asal Rusia ini ibarat pepatah jauh di mata dekat di hati bagi sebagian netizen di Indonesia. Karenanya bahasan seputar Sukhoi Su-35 terbilang laris, bedah fitur dan spesifikasi tak kurang membanjiri banyak media nasional. Meski begitu, rasanya masih ada fitur di Su-35 yang jarang dibahas atau mungkin luput dari perhatian, yaitu sistem komunikasi yang melekat pada jet tempur generasi 4.5 tersebut. (more…)
Cina mungkin harus ‘sungkem’ kepada Rusia, pasalnya belum lama ini sesumbar menyebut Chengdu J-20 dan J-11D punya kemampuan lebih baik dari Sukhoi Su-35, lantaran Su-35 dianggap tertinggal dalam adopsi radar AESA. Namun menyikapi rendahnya performa dapur pacu pada jet tempur stealth Chengdu J-20, rupanya Cina mulai melobi Rusia untuk bisa mendapatkan mesin jet canggih untuk dipasang pada J-20. (more…)
Dalam dunia perdagangan, tentu tak ada penjual yang ingin kehilangan calon pembeli potensial. Seperti halnya Rusia yang telah membantah kabar pembatalan pesanan 11 unit Sukhoi Su-35 oleh Indonesia. Meski sampai saat ini belum ada kejelasan atas kelanjutan MoU senilai US$1,1 miliar yang ditandatangani pada 10 Agustus 2017. Namun, pihak Rusia rupanya tak kalah strategi untuk meyakinkan Indonesia, bahwa Su-35 adalah jet tempur utama terbaik yang layak diakuisisi Indonesia. (more…)
Ibarat pepatah “kacang lupa pada kulitnya,” Cina entah secara sengaja atau tidak, terus mengkampanyekan keunggulan alutsistanya dibandingkan milik Rusia, yang notabene, apa yang sebagian besar dibuat Cina merupakan hasil ‘copas’ dari Negeri Beruang Merah. Terkhusus di segmen jet tempur, sejak April 2019, media Cina memberitakan sosok Shenyang J-11D yang mampu menandingi kemampuan Sukhoi Su-35. Pasalnya Shenyang J-11D sudah dilengkapi radar Active Electronically Scanned Array (AESA). Shenyang J-11D adalah jet tempur copy-an dari Sukhoi Su-27SK. (more…)
Program pengadaan jet tempur multirole Sukhoi Su-35 bisa dikata adalah yang paling njelimet dalam sejarah akuisisi alutsista di Indonesia. Betapa tidak, sebelum MoU diteken pada tahun 2017, sejak tahun 2014 riuh pengadaan jet tempur pengganti F-5E/F Tiger II ini sudah bergelora di jagad netizen. Hingga puncaknya pada MoU di 10 Agustus 2017, harapan warga Indonesia kian menggelora atas rencana kedatangan 11 unit Su-35. (more…)
Sebagai dua negara bersahabat, ada kesamaan selera alutsista antara Indonesia dan Mesir, yakni kedua negara sama-sama mengidamkan Sukhoi Su-35 sebagai jet tempur utama. Dan atas kesamaan rencana tersebut, baik Indonesia dan Mesir pun terancam sanksi oleh Washington lewat Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). Walau Indonesia belum menyatakan resmi mundur dari program pengadaan, berlarut-larutnya proses pengadaan Su-35 membuat banyak pihak skeptis akan kelanjutannya. Lantas bagaiman dengan Mesir yang juga terganjal CAATSA? (more…)
Wabah pandemi Covid-19 secara tidak langsung telah mempengaruhi proses pengadaan alutsista TNI. Pemerintah Indonesia telah memangkas anggaran pertahanan tahun 2020 sebesar hampir Rp9 triliun (US$588 juta). Sebelum wabah ini mendera terlebih dahulu kebijakan CAATSA (Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act) dari Amerika Serikat ditengarai telah menjadi salah satu penyebab terganjalnya proses pengadaan Sukhoi Su-35. Sekalipun telah dibangun shelter untuk Su-35 di Lanud Iswahyudi dan pengiriman sejumlah pilot tempur ke Rusia untuk belajar menerbangkan Su-35, namun hingga kini pesawat pengganti F-5 E/F Tiger II itu belum jelas juga juntrungannya. (more…)