Setelah menerima unit perdana pada Maret 2018, AU Singapura (RSAF) mewartakan bahwa keseluruhan sistem rudal hanud Aster 30 SAMP/T (sol-air moyenne portée terrestre atau surface to air medium range/land) buatan MBDA Perancis, telah siap dioperasikan secara penuh untuk memagari ruang udara Negeri Pulau tersebut. (more…)
F-15SG sedang melakukan air refueling dengan KC-135R.
Angkatan Udara Singaura (RSAF) baru saja mengumumkan kontrak lanjutan kepada Boeing dalam fourth Performance Based Logistics (PBL), dimana Boeing akan akan memberikan dukungan layanan teknis pada armada jet tempur F-15SG, yang saat ini dikenal sebagai jet tempur tercanggih di Asia Tenggara. (more…)
Kementerian Pertahanan Singapura, belum lama ini mengumumkan adopsi perlengkapan perorangan terbaru untuk meningkatkan efektivitas kegiatan latihan dan tugas operasional personel infanteri angkatan darat. Selain ada penekanan pada efektivitas, perlengkapan anyar yang terdiri dari helm dan vest ini juga dirancang lebih nyaman, sehingga dapat digunakan dalam waktu yang lebih lama. (more…)
USS Coronado (LCS-4) di Lanal Changi (Foto: news.usni.org)
Sebagai sekutu Amerika Serikat, maka lazim bila ada kapal perang AL AS sandar di wilayah Singapura, entah untuk keperluan perbaikan atau bekal ulang. Namun, boleh jadi kedepan, intensitas dan jumlah kapal perang AL AS akan semakin banyak di Singapura, yang otomatis akan terkait pada lalu lintas di Selat Malaka. (more…)
Sebagai negara maritim, keberadaan rudal anti kapal tak pelak menjadi alutsista yang sangat strategis, oleh karenanya Indonesia menyadari betul peran vital dari rudal anti kapal. Meski tak terdengar lagi kelanjutannya, proyek rudal anti kapal nasional telah dicanangkan sejak lama, salah satunya dengan rencana memproduksi rudal anti kapal C-705 di Indonesia. Pasalnya pencapaian teknologi rudal tanpa transfer of technology nyaris sulit dilakukan, dan ketika rencana produksi C-705 dahulu didengungkan, maka mitra Indonesia tak lain adalah Cina. (more…)
Negara super tajir di Asia Tenggara, yaitu Singapura, tak bisa dilepaskan dari masalah keterbatasan lahan dan ruang udara untuk urusan alutsistanya. Maka tak mengherankan bila detasemen pelatihan untuk pilot jet tempur, pun harus dilakukan di luar negeri. Menggandeng sekutu dekatnya, Amerika Serikat, Singapura pada Desember 2019, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan AS untuk mendirikan detasemem pelatihan jet tempur secara pemanen di Lanud Andersen, Guam. (more…)
Pandemi Covid-19 yang melanda seantero Eropa, rupanya turut berimbas pada jadwal penyerahan kapal selam tercanggih di Asia Tenggara, Invicible Class” atau Type 218SG. Sejatinya, AL Singapura dijadwalkan akan menerima kedatangan unit perdana kapal selam Type 218SG pada tahun 2021. Namun, akibat terhambatnya rantai pasokan pada perangkat yang akan di-install, maka kapal selam produksi ThyssenKrupp Marine, Jerman, ini baru akan diserahkan ke Singapura pada tahun 2022. (more…)
Punya keterbatasan teritorial, tapi diberkahi fulus yang serba lebih, itulah gambaran Negara Pulau Singapura. Seperti saat Polisi Penjaga Pantai Singapura – Singapore Police Coast Guard (SPCG) membutuhkan latihan menggunakan kapal patroli cepat hingga 50 knots, tentu bakal jadi tantangan di tengah padatnya lalu lintas di peraingan Singapura. Untuk menyiasatinya, Kementerian Dalam Negeri Singapura lantas mendatangkan simulator canggih untuk melatih awak kapal patroli. Tak ada risiko kecelakaan, tidak ada risiko kerusakan peralatan dan tentunya hemat biaya, inilah pentingnya kehadiran simulator. (more…)
Aksi saling intai dari udara di masa damai bukan lagi hal yang tabu, asalkan dilakukan dengan santuy dan halus, rasanya tidak akan menimbulkan gejolak antar negara bertetangga. Sebut saja di pada dekade 80/90-an, dimana teknologi analog dalam penerbangan masih dominan, baik Singapura dan Malaysia kala itu sudah menggunakan jet tempur spesialis intai pemotretan udara RF-5E Tigerye. Sementara Indonesia, lebih memilih menggunakan pod Vicon 70 yang dipasang pada A-4E Skyhawk dan Hawk series. (more…)
Pada tahun 2017 lalu, perusahaan elektronik dan persenjataan asal Israel, Elbit Systems, mengumumkan telah mendapatkan kontrak senilai US$82 juta dari sebuah negara di Asia Pasifik untuk pengadaan perangkat electro-optic airborne solution yakni Condor 2, berupad pod yang disematkan di jet tempur untuk menunjang misi intelligence, surveillance, target acquisition and reconnaissance (ISTAR). Namun, saat pengumuman kontrak, Elbit System tidak menyebutkan spesifik identitas negara di Asia yang mengakuisisi perangkat intai canggih tersebut. (more…)