Setelah HVM (High Velocity Missile) Stormer dan rencana ‘tukang guling’ MBT Challanger 2 dengan MBT T-72A Polandia, rupanya Inggris masih akan mengirimkan persenjataan beratnya ke Ukraina. Yang tak boleh dilewatkan kali ini adalah rencana Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang akan mengirim 20 unit self tracked propelled howitzer (SPH) AS90 berikut 45.000 munisi ke Ukraina. (more…)
Untuk pertama kalinya, Hanwha Defense berhasil meraih kontrak pengadaan alutsista ‘berat’ ke Benua Afrika. Setelah sukses di pasar Australia dengan memasok 30 unit AS9 Huntsman Howitzer dan 15 unit AS10 Armored Amunition Resupply Vehicle (AARV) senilai US$1 miliar, kabar terbaru datang dari Defense Acquisition Program Administration (DAPA) – Badan Pengadaan Pertahanan di bawah Kemhan Korea Selatan menyebutkan bahwa Negeri Ginseng itu telah meraih kontrak untuk memasok K9 self propelled howitzer ke Mesir. (more…)
Bisa dikatakan K9 Thunder adalah salah satu produk persenjataan ‘berat’ asal Korea Selatan yang paling sukses di pasaran global. Betapa tidak, self tracked propelled howitzer (SPH) ini terbilang laris digunakan oleh beberapa negara besar yang punya reputasi militer kelas dunia. Yang terakhir, pengguna K9 Thunder adalah Angkatan Darat Australia. (more…)
Ada kabar anyar dalam jagad kesenjataan artileri global, dimana Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) untuk pertama kalinya mewartakan, bahwa berhasil melakukan tembakan lengkung dari howitzer hingga jarak 70 km. Bukan hanya soal jarak jangkauan, namun lebih dari itu, tembakan tersebut dikatakan punya akurasi sangat tinggi. (more…)
Adopsi alutsista Cina, bisa diibaratkan “palugada” (apa loe mau gue ada– red), lantaran segala jenis persenjataan berhasil dibuat Negeri Tirai Bambu, entah itu hasil reverse engineering atau copy-an, yang jelas lini alutsista di tiga matra dominan berasal dari produksi dalam negeri. Pun dengan lini persenjataan artileri medan (armed), mulai dari howitzer bermacam kaliber sampai MLRS (Multiple Launch Rocket System) telah sukses diproduksi dan di ekspor. Namun, bagaimana dengan self propelled howitzer, alias howitzer swa gerak? Apakah Cina juga telah memproduksi jenis senjata tersebut? (more…)
Selain membawa 18 unit Self Tracked Propelled Howitzer alias Howitzer Gerak Sendiri (GS) M109A4 BE 155 mm, pada 9 Juli lalu kapal kargo kargo berbedera Norwegia, MV Hoegh Chiba dilaporkan turut membawa empat unit tank commando dan satu mobile crane. Dan dari foto yang tersebar di jagad netizen, Nampak sosok yang diduga M992A2 Fire Direction Center Vehicle (FDCV) yang tengah diangkut dengan trailer di Pelabuhan Tanjung Priok. (more…)
Setelah pengiriman sebelumnya pada 25 Juli 2017, tepat setahun sesudahnya, yakni pada 9 Juli 2018, gelombang kedua Self Tracked Propelled Howitzer alias Artileri Swagerak jenis M109A4 BE 155 mm untuk Satuan Artileri Medan (Armed) TNI AD telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Serupa dengan gelombang pertama, pada gelombang M109A4 terdiri dari 18 unit tank. (more…)
Jika tiada aral melintang, tak lama lagi etalase Batalyon Armed GS (Gerak Sendiri) TNI AD bakal bertambah, yakni dengan hadirnya 20 unit Self Tracked Propelled Howitzer M109A4 Paladin dari Belgia. Ini tentu angin segar, mengingat kekuatan Batalyon Armed (Yon Armed) GS, khususnya yang berbasis self tracked (tank) sejak tiga dekade lebih belum mendapat peremajaan alutsista. (more…)
Dari beragam varian senjata di lini artileri medan, keberadaan self propelled (swa gerak) howitzer tidak dapat dipandang sebelah mata, bersamaan dengan towed (tarik) howitzer, self propelled howitzer punya andil yang cukup strategis dalam jalannya pertempuran, terlebih pada penekanan keunggulan daya gerak dan proteksi bagi awak. TNI AD pun termasuk senior dalam mengoperasikan self propelled howitzer. (more…)