Belum lepas dari sensasi IRINS Makran 441, kapal induk Iran yang berbobot 106.000 ton, masih dari Selat Hormuz, kabar anyar menyebutkan bahwa floating logistic base tersebut rupanya menarik perhatian kapal selam nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat. (more…)
Setelah belum lama unjuk kekuatan di Selat Hormuz dengan menghadirkan kapal induk multiguna “Shahid Roudaki,” Pengawal Revolusi Iran kini kembali memamerkan secara masif sosok kapal induk yang jauh lebih besar, yaitu IRINS Makran dengan nomer lambung 441. (more…)
Bukan sekedar propaganda, Iran dalam teknologi pengembangan drone secara tak langsung telah membutikan kemampuannya. Meski banyak dikatakan tak secanggih drone lansiran Barat dan Israel, namun apa yang telah dilakukan drone kamikaze milisi Houthi Yaman saat menyerang instalasi vital di Arab Saudi, menyiratkan kapabilitas drone Iran. Dan di tengah tensi politik yang meninggi di Terusan Suez, Iran kembali membetot perhatian dunia. (more…)
Buntut pembekuan dana Iran senilai US$7 miliar (setara Rp129 triliun) oleh Korea Selatan, rupanya berdampak serius. Pada 4 Januari lalu, kapal tanker berbendera Korea Selatan yang tengah melintas Selat Hormuz, HK Hankuk Chemi, disergap dan ditahan oleh Pasukan Pengawal Revolusi Iran. Meski opsi pembebesan kapal tanker dan awaknya secara kecil kemungkinan untuk dilakukan dalam operasi militer, namun Seoul telah mengerahkan satu unit kapal perusak (destroyer) langsung ke hotspot.(more…)
HDMS Iver Huitfeldt di Selat Hormuz (Danish MoD picture)
Setelah hadir di Selat Hormuz pada bulan Agustus lalu, frigat HDMS Iver Huitfeldt (Iver Huitfeldt Class) milik AL Denmark, mulai Januari 2021 dipercaya untuk memimpin dalam Operasi Agenor yang digelar oleh European-led maritime surveillance mission in the Strait of Hormuz (EMASOH). Kepemimpinan misi Denmark adalah perpanjangan dari keterlibatannya di 2020, dimana Denmark telah mengirimkan satu unit frigat. (more…)
Bila dicermati, banyak hal yang tak lazim dilakukan militer Iran terkait inovasi alutsistanya. Hal tersebut bisa dimaklumi, lantaran Negeri Syiah tersebut banyak mendapat tekanan yang menyebabkan keterbatasan akses pada impor persenjataan. Lain dari itu, langkah ‘nyeleneh’ boleh jadi dilakukan dalam rangka propaganda melawan Amerika Serikat dan sekutunya. (more…)
Nama frigat Iver Huitfeldt Class kini sedang menjadi trending, lantaran pemberitaan beberapa waktu lalu, bahwa Kementerian Pertahanan RI, PT PAL dan pihak prinsipal Odense Maritime Technology (OMT), telah menandatangani kontrak pembukaan (preamble contract) untuk pembangunan unit perdana frigat asal Denmark tersebut, dimana total akan ada dua unit Iver Huitfeldt Class yang bakal dibangun oleh PT PAL. Dan masih terkait Iver Huitfeldt Class, ada kabar bahwa frigat berbobot 6.645 ton ini akan dilibatkan dalam misi di wilayah Selat Hormuz. (more…)
Dipercaya bagian dari kampanye perat urat syarat dengan Amerika Serikat, pada 28 Mei lalu, Pasukan Pengawal Revolusi Iran (Iranian Revolutionary Guard Corps) mengadakan upacara di Lanal Bandar Abbas. Peristiwa yang mendapat liputan media internasional tersebut memang spektakuler, lantaran pasukan elite Iran resmi menerima 100-an lebih high speed boat dan beberapa alutsista lain sebagai unsur dominasi Iran di Selat Hormuz. (more…)
Selain armada speed boat yang acap kali ‘menggojek’ kapal perang Amerika Serikat di Teluk Persia, masih dalam wujud yang terbilang kecil, Iran punya alutsista andalan untuk menggelar gerilya dari dari bawah permukaan laut. Yang dimaksud adalah kapal selam mini Ghadir Class yang digadang beroperasi di laut dangkal. Meski diragukan tingkat kecanggihannnya, namun sebaran 23 unit Ghadir Class di Teluk Persia dan Selat Hormuz tak bisa dianggap sebalah mata. (more…)
Lebarnya hanya 21 nautical mile atau setara 38,8 km, namun selat yang satu ini punya peran sangat vital, betapa tidak, 90 persen minyak yang di ekspor dari kawasan Teluk, yang notabene sekitar 20 persen dari pasokan dunia, melewati Selat Hormuz. Diantara banyak negara yang berkepentingan pada Selat Hormuz, Iran menjadi yang paling dominan, mengingat sebagian besar area di Selat Hormuz melewati garis teritorial laut Iran. (more…)