
Di luar Amerika Serikat, Angkatan Laut Australia selama ini dikenal sebagai pengguna utama drone intai ScanEagle, bahkan drone mini buatan Boeing Insitu ini turut dilibatkan Australia dalam palagan di Afghanistan. Namun, ternyata ScanEagle tak lagi digunakan Australia di Afghanistan sejak Mei 2012. Entah karena alasan apa, porsi ScanEagle kemudian digantikan oleh RQ-7 Shadow 200. (more…)

Meski program akuisisinya telah diwartakan sejak awal 2018, namun hingga kini Indonesia belum juga menerima kedatangan drone intai ScanEagle lansiran Boeing Insitu untuk TNI AL. Sementara negara tetangga yang sama-sama mendapatkan program hibah dari Amerika Serikat, yaitu Filipina dan Malaysia, malah sudah lebih dulu menerima ScanEagle. Seperti belum lama ini AL Malaysia disebut telah menerima gelombang pertama, berupa enam unit ScanEagle. (more…)

Bila Indonesia baru berstatus bakal menerima hibah 14 unit drone intai maritim ScanEagle produksi Boeing Insitu, maka tahukah Anda, bahwa pihak pabrikan sudah merilis varian yang lebih baru dari ScanEagle, yaitu RQ-21 Blackjack atau kerap dikenal dengan sebutan “Integrator.” Namun tak seperti ScanEagle yang banyak digunakan oleh negara Non-NATO, maka berbeda dengan RQ-21 Blackjack. (more…)

Meski beritanya sudah didengungkan sejak awal 2018, program akuisisi atas hibah drone intai maritim ScanEagle lansiran Boeing Insitu untuk TNI AL belum juga tuntas. Informasi unit yang diakuisisi pun berubah-ubah, pertama kali disebut Indonesia akan menerima empat unit, kemudian pada April 2019, disebut Indonesia akan mendapatkan enam unit ScanEaagle. Puspenernal pun dikabarkan telah menyiapkan Skadron Udara 700 untuk menaungi armada ScanEagle. (more…)

Seolah mengikuti jejak TNI AU, rencananya TNI AL lewat Puspenerbal bakal membentuk skadron khusus drone/UAV (Unmamned Aerial Vehicle). Bila di TNI AU ada Skadron Udara 51 yang bermarkas di Lanud Supadio, Pontianak, maka nantinya skadron drone TNI AL akan bermarkas di Lanudal Juanda, Surabaya, dan kesatuan baru tersebut dibentuk dengan nama Skadron Udara 700. (more…)

Sembari menanti kedatangan empat unit drone intai maritim Boeing ScanEagle untuk TNI AL yang rencananya akan tiba pada pertengahan 2018, Selasa (13/3/2018) lalu Filipina telah menerima lebih dulu enam unit ScanEagle. Ya Indonesia dan Filipina menjadi dua negara di Asia Tenggara yang mendapatkan paket hibah ScanEagle dari Pemerintah Amerika Serikat, berbeda dengan Indonesia, Filipina menempatkan pengoperasian ScanEagle di bawah angkatan udara. (more…)

Setelah Korps Marinir mengoperasikan drone flying wing SWG-R1, kini ada kabar terbaru bahwa TNI AL juga akan memperoleh drone jenis baru untuk memperkuat kemampuan pengamatannya di lautan. Persisnya TNI AL akan mendapatkan 4 unit drone ScanEagle produksi Boeing Insitu pada pertengahan 2018 ini.
(more…)