Mungkin banyak orang mengira bahwa kapal patroli tercepat ada di armada TNI AL, pasalnya di TNI AL ada Satuan Kapal Cepat (Satkat) yang menaungi jenis KCR (Kapal Cepat Rudal) dan KCT (Kapal Cepat Torpedo). Ditambah lagi Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) punya X38 Combat Boat. Namun fakta sebenarnya kapal patroli tercepat justru ada di Satuan Bea Cukai Kementerian Keuangan. (more…)
Lama tak terdengar kabar, Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmatim TNI AL dikabarkan pada minggu ketiga bulan Agustus ini bakal melangsungkan uji fungsi penembakan torpedo jenis SUT (Surface and Underwater) dari KCT (Kapal Cepat Torpedo) KRI Ajak 653. Uji penembakan ini dilakukan untuk mengukur kesiapan tempur sebelum dilangsungkannya latihan bersakala besar Armada Jaya XXXIV/2016 yang akan digelar pada Agustus – September 2016. (more…)
Clurit Class tentu punya kesan tersendiri dalam jagad alutsista nasional, pasalnya inilah jenis KCR (Kapal Cepat Rudal) dari Satuan Kapal Cepat (Satkat) TNI AL yang pertama kali dipasangi kanon CIWS (Close In Weapon System), maklum adopsi CIWS hingga kini masih jadi ‘barang langka’ di arsenal kapal perang TNI AL. Selain kanon CIWS enam laras, senjata utama pada Clurit Class adalah dua peluncur rudal anti kapal C-705. (more…)
Jumlah KCR (Kapal Cepat Rudal) 60 Sampari Class TNI AL kedepannya akan bertambah empat unit lagi setelah kini ada tiga unit kapal yang telah diluncurkan. Keempat Sampari Class dikabarkan akan dibekali CMS (Combat Management System) besutan Cina, mengingat bekal sistem senjata utama di KCR 60 memang empat rudal anti kapal C-705 buatan China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC). (more…)
Meski punya identitas kapal perang TNI AL (KRI), tapi Bima Samudera tak diberi label nomer lambung. Padahal tugas yang diemban mencakup patroli wilayah pesisir, angkut pasukan, dan pengamanan obyek vital lepas pantai. Bahkan Bima Samudera sempat dipasangi kanon Bofors 40 mm. Hebatnya inilah kapal patroli tercepat yang pernah dipunyai TNI AL, Bima Samudera sanggup melesat hingga 80 km per jam!
Ternyata mutasi tak hanya dialami oleh personel, di lini alutsista kapal perang pun terjadi mutasi alias perpindahan penugasan. Seperti baru-baru ini, tiga kapal perang dari Satrol (Satuan Kapal Patroli) Komando Armada Barat (Koarmabar), yakni KRI Boa 807, KRI Viper 820, dan KRI Tarihu 829, telah beralih status dari KRI menjadi KAL (Kapal Angkatan Laut). Dengan ubah status ini, lingkup operasi ketiga kapal hanya akan dibatasi pada pengamanan di sekitar pangkalan angkatan laut, dalam hal ini dipercayakan untuk Lantamal I Belawan, Sumatera Utara. (more…)
Meski sudah diluncurkan dan serah terimakan pada bulan September 2014, namun baru awal Agustus ini Komando Armada Barat (Koarmabar) TNI AL resmi mengoperasikan tiga unit KCR (Kapal Cepat Rudal)-40/KCR40, yakni KRI Surik 645, KRI 646, dan KRI Parang 647. Ketiganya merupakan elemen Satkat (Satuan Kapal Cepat) yang berisikan armada kapal bertonase ringan (250 ton), punya fleksibilitas tinggi, dan tentunya dibekali rudal anti kapal. (more…)
Dengan dilengkapinya kanon reaksi cepat, rudal anti kapal, dan teknologi Sewaco (Sensor weapon and control), armada KCR (Kapal Cepat Rudal)/KCR60 bakal digadang oleh TNI AL sebagai kekuatan utama pada Satkat (Satuan Kapal Cepat). Dari tiga KCR60 yang telah diluncurkan oleh PT PAL, sampai tahun 2018 direncakan akan ditambah terus kuantitasnya hingga 16 kapal guna memenuhi MEF (Minimum Essential Force). Dan, sudah menjadi informasi awal, bahwa KCR60 bakal mengandalkan rudal anti kapal C-705. (more…)
Meski masih dipenuhi dilema seputar kemampuan pada kecepatan kapal, tapi pada hakekatnya armada kapal pada Satuan Kapal Cepat (Satkat) TNI AL mempunya peran pokok sebagai elemen pemukul (striking force) untuk menghancurkan atau melumpuhkan kapal permukaan lawan. Selain itu, juga memiliki fungsi sebagai pertahanan anti serangan udara, pengintaian dan pencarian sasaran operasi serta melaksanakan peperangan elektronika. Oleh karenanya, kapal ini didesain mempunyai karakteristik sebagai kapal cepat dengan tingkat kemampuan respon dan manuver tinggi. (more…)
Bila kecepatan kapal kini menjadi dilema di Satuan Kapal Cepat (Satkat) TNI AL, maka dahulu justru kebalikannya. Di era tahun 60-an, tepatnya saat menyongsong operasi Trikora, TNI AL (d/h ALRI) sudah benar-benar mengoperasikan jenis kapal yang memang benar-benar masuk kualifikasi kapal cepat. Kala itu ada dua jenis kapal cepat, yakni MTB (Motor Torpedo Boat) Jaguar Class buatan galangan kapal Lursen & Kroger di Bremen, Jerman Barat. Dan, jenis kedua KCR (Kapal Cepat Rudal) Komar Class buatan Uni Soviet. (more…)