Sebagai sekutu dekat Amerika Serikat di Timur Tengah, rangkaian serangan drone dan rudal balistik dari milisi Houthi ke wilayah Arab Saudi, sontak direspon cepat oleh Washington. Selain penambahan gelar baterai sistem hanud Patriot, AS pun mengirimkan senjata hanud berbasis high power microwave untuk mengeliminasi ancaman udara ke negara kaya minyak tersebut. Namun, belum lama ada kabar mengejutkan, empat baterai (kompi) rudal Patriot milik AD AS diwartakan telah ditarik dari Arab Saudi. (more…)
Sejak serangan rudal balistik Iran ke basis militer Amerika Serikat di Irak pada pertengahan Januari lalu, sontak Negeri Paman Sam menggelar sistem hanud Patriot, setidaknya dua peluncur Patriot telah digelar di dua basis AS di Irak Utara pada 13 April lalu, yaitu di Lanud Al-Asad dan pangkalan militer Erbil. Sementara sistem hanud jarak pendek digelar di Camp Taji. Namun, beberapa waktu lalu nampaknya sistem hanud Patriot tak merespon saat ada jet tempur siluman Rusia yang melintas di langit Irak Utara. (more…)
Kementerian Pertahanan Rusia untuk pertama kalinya mewartakan, bahwa sistem rudal hanud S-400 Triumf (kode NATO – SA-21 Growler) mampu mencegat sasaran di udara dari jarak 400 meter. Dengan kecepatan hipersonik hingga Mach 14, Russia Air Defence Forces selaku operator S-400 pada 28 April lalu melepaskan rudal dari Distrik Militer Timur (Vostochniy Voyenniy Okrug) ke sasaran yang berada di Telemba range yang berlokasi di Buryatia. (more…)
Pertengahan Februari ini jagad pemerhati alutsista global dibuat gempar dengan kabar jatuhnya (lagi) jet tempur milik AU Arab Saudi di Yaman. Seperti telah dikupas pada artikel sebelumnya, pada 14 Februari 2020, sebuah Panavia Tornado IDS milik AU Arab Saudi dirontokan lewat serangan hanud pada Jumat malam jam 23.45 waktu setempat. Dari beberapa sumber, disebut sang eksekutor ternyata adalah rudal udara ke udara Vympel R-27T. (more…)
Bila diibaratkan orang dalam berdagang, Cina pas menyandang gelar Palugada (Apa Loe Mau Gue Ada-red). Dalam arsenal industri pertahanan, palugada seolah menjadi ciri yang melekat pada Negeri Tirai Bambu ini, tak peduli bahwa itu merupakan murni hasil riset sendiri atau mungkin meng-copy produk teknologi dari negara lain. Dan dari lini senjata di kapal perang, belum lama ini ada kabar baru, bawah Cina telah berhasil menginstall sistem rudal dengan VLS (Vertical Launch System). (more…)
Mungkin saat ini Amerika Serikat dan Rusia sedang harap-garap cemas (H2C), salah satu sebabnya adalah apa yang sedang dilakukan Turki terkait sistem baterai rudal hanud S-400. Seperti diwartakan banyak media internasional, di Lanud Mürted, tak jauh dari Ankara, Turki sedang melakukan latihan uji terbang rendah dan tinggi oleh F-16C Viper dan F-4 Phantom. Tujuannya tak lain untuk menguji kemampuan radar hanud S-400, yang digadang bakal beroperasi penuh di Ankara pada April 2020. (more…)
Komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan kemampuan korvet Fatahillah Class telah dibuktikan, seperti upgrade sistem sensor dan radar Terma di KRI Fatahillah 361 dan program mid-life modernization (MLM) di korvet KRI Malahayati 362. Namun sayang, sistem senjata di korvet Fatahillah Class belum mendapat jatah modernisasi. Selain rudal anti kapal yang tidak dipasangkan (lagi) di korvet buatan Belanda tersebut, netizen bertanya bagaimana dengan sistem hanud modern di korvet berbobot 1.450 ton tersebut. (more…)
Setelah di 2018 lalu memperkenalkan sistem hanud hybrid SHORAD (Short Range Air Defence) Pantsir-ME untuk penempatan di kapal perang, Rusia di ajang International Maritime Defence Show 2019 (IMDS 2019) yang dihelat di St Petersburg kembali merilis sistem hanud hybrid serupa yang disebut Palma Naval anti-aircraft gun-missile (AAGM). Bedanya dengan Pantsir-ME, saat diperkenalkan Palma Naval sudah meraih order untuk AL Rusia dan pasar ekspor. (more…)
Setelah Jumat (12/7) lalu menerima gelombang perdana pengiriman paket rudal hanud S-400, rupanya gelombang kedua rudal S-400 sudah dikirim kembali ke Turki pada Sabtu pagi (13/7) menggunakan empat pesawat angkut berat di Lanud Murted, tidak jauh dari Ankara. Kementerian Pertahanan Turki menyebut akan segera mengaktifkan sistem hanud S-400 untuk melindungi obyek vital di Ankara dan Istanbul.(more…)
Meski terdengar kurang realistis, nama sistem hanud Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) besutan Lockheed Martin kerap disebut netizen bakal menjadi alutsista artileri pertahanan udara TNI di masa depan. Mampu melesat hingga ketinggian 150 km dengan kecepatan lebih dari Mach 8, menjadikan rudal THAAD menjadi ujung tombak Amerika Serikat untuk menangkal serangan rudal balistik sebelum mencapai atmosfer. (more…)