Netizen yang budiman tentu tahu tentang rudal Atmaca, yakni rudal anti kapal produksi Roketsan, manufaktur persenjataan kampiun asal Negeri Ottoman. Setelah serangkaian uji coba penembakan dilakukan dari atas kapal perang permukaan, ada kabar terbaru, bahwa Roketsan telah sukses meluncurkan rudal Atmaca dari platform kendaraan taktis di darat (land based variant). (more…)
Roketsan, manufaktur persenjataan asal Turki, belum lama ini merilis kabar telah menuntaskan uji coba dan pengembangan rudal anti tank – anti-tank guided missile (ATGM) Karaok (Arrow). Dengan tuntasnya uji coba Karaok, maka dijawalkan rudal ini akan masuk ke dalam aset militer Turki pada akhir tahun 2022 ini. (more…)
Roketsan, manufaktur alutsista kondang asal Turki, baru saja meluncurkan keluarga rudal anti kapal terbaru yang diberi label “Cakir.” Pada 31 Maret lalu, dalam sebuah konferensi pers di Ankara, Cakir diluncurkan sebagai rudal jelajah anti kapal multi platform yang dapat diluncurkan dari darat, laut dan udara. (more…)
Setiap negara yang mengoperasikan armada kapal selam, umumnya punya proyeksi untuk memproduksi torpedo secara mandiri. Di Indonesia misalnya, PT Dirgantara Indonesia pernah memproduksi heavyweight torpedo SUT (Surface Underwater Torpedo) secara lisensi dari AEG (Allgemeine Elektrizitäts-Gesellschaft), Telefunken, Jerman. Dan ada kabar terbaru datang dari Negeri Erdogan, diwartakan bahwa Turki untuk pertama kalinya telah meluncurkan torpedo produksi dalam negeri. (more…)
Nama rudal yang satu ini seperti akrab di telinga netizen +62, tapi percayalah bahwa “Cirit” bukan produksi Indonesia. Cirit tak lain adalah rudal udara ke permukaan berpemandu laser prouksi Roketsan, manufaktur persenjataan asal Turki. Yang menarik dari Cirit, rudal ini bak roket FFAR (Folding Fin Aerial Rocket), yaitu mengusung kaliber 70 mm (2,75 inchi). (more…)
Baykar Technologies rupanya tak tanggung-tanggung dalam mempersiapkan kehadiran drone Bayraktar Akinci. Didapuk sebagai drone kelas berat dengan dua mesin turboprop, Akinci yang telah sukses membawa beban tempur penuh dalam penerbangan selama 13,5 jam, dikabarkan juga dipersiapkan untuk dapat menggotong rudal jelajah. Sebagai produk anak bangsa yang mensinergikan setiap potensi di dalam negeri, maka rudal jelajah untuk Akinci juga mengusung produki nasional. (more…)
Terlepas dari kerenggangan hubungan politik dan pertahanan dengan Amerika Serikat, Turki sejak lama telah dikenal serius memajukan indstri pertahanan dalam negerinya. Salah satu yang belum lama ini tersiar kabarnya adalah uji coba penembakan rudal anti kapal Atmaca dari korvet TCG Kinaliada (F-514) di Laut Hitam pada 3 November lalu. Rudal besutan Roketsan ini digadang sebagai pengganti Boeing RGM-84 Harpoon buatan AS. (more…)
Bersamaan dengan dirilisnya CIDA pada ajang IDEF 2019 yang berlangsung di Istanbul, 30 April – 3 Mei lalu. Roketsan juga memperkenalkan sistem senjata perorangan untuk meladeni misi peperangan di perkotaan (urban warfare). Solusi yang masuk kelompok senjata bantu infanteri ini adalah Yatagan. Persisnya Yatagan adalan rudal berpemandu laser yang dapat menghantam sasaran secara presisi di jarak 1.000 meter. (more…)
Pertempuran di wilayah urban jelas punya karakteristik tersendiri, begitu juga pada unsur senjata yang digunakan. Bicara di level senjata bantu infanteri, salah satu tantangan yang dihadapi adalah ketidapastian topografi dalam wilayah pertempuran itu sendiri. (more…)