Beredar foto yang memperlihatkan F-16D (tandem seat) Viper milik Angkatan Udara Amerika Serikat tengah mendarat dengan menggotong jenis ‘rudal’ yang terlihat baru dengan sayap yang ujungnya terdapat winglet. Dan usut punya usut, ternyata yang dibawa F-16D Viper adalah AQM-37 Jayhawk High-Speed Target Drone. (more…)
Laga konflik bersenjata di Ukraina mendapatkan update terbaru, setelah kemunculan foto-foto yang dirilis platform media sosial Telegram pada 7 Agustus lalu, yang memperlihatkan apa yang tampak sebagai puing-puing dari rudal anti radiasi – anti radar berkecepatan tinggi AGM-88 HARM (High-speed Anti-Radiation Missile). Sontak postingan foto puing rudal itu menjadi bahasan hangat di kalangan netizen, terutama pertanyaan, jet tempur asal negara mana yang melepaskan rudal tersebut? (more…)
Salah satu tantangan dalam adopsi radar AESA (Active Electronically Scanned Array) adalah masih terbatasnya platform pesawat yang dapat menggunakannya. Lantaran merupakan jenis radar yang relatif baru dan mahal, radar AESA kebanyakan hadir untuk jenis jet tempur keluaran baru. Namun, belum lama ini ada kabar bahwa jet tempur lawas seperti A-4 Skyhawk ternyata dapat pula dipasangi radar AESA. (more…)
Ada kabar terbaru dalam jagad rudal udara ke udara jarak menengah, dimana Raytheon telah mengumumkan untuk pertama kalinya uji penembakan rudal AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile) varian D3, atau AIM-120D3. Yang lebih menarik, AIM-120D3 ditembakan ke sasaran berupa target drone QF-16 Zombie Viper. (more…)
Bila ada yang bertanya, jenis rudal udara ke permukaan apakah yang paling sukses dipasaran? Maka arah jawabannya mungkin akan merejuk pada rudal udara ke permukaan produksi Raytheon, yakni AGM-65 Maverick. Pasalnya sejak dirilis pada tahun 1972 dan langsung digunakan dalam Perang Vietnam, AGM-65 dengan keseluruhan variannya telah diproduksi lebih dari 70.000 unit. (more…)
Seperti halnya Indonesia, Australia juga mempercayakan sistem hanudnya pada NASAMS (National/Norwegian Advanced Surface to Air Missile System) besutan Kongsberg Defence & Aerospace dan Raytheon Missiles & Defense. Meski Indonesia lebih dulu dalam hal implementasi baterai NASAMS, namun NASAMS yang diakuisisi Australia adalah varian yang lebih baru, yakni NASAMS 3. (more…)
Rantis Dongfeng CSK181 6×6 jadi platform peluncur rudal CM-501GA.
Cina tak melulu meniru persenjataan asal Amerika Serikat yang berhasil diproduksi dan digunakan dalam operasional, rupanya ada juga alutsista yang dibuat Cina atas dasar persenjataan rancangan AS yang tak jadi dioperasikan. Dan yang dimaksud di sini adalah CM-501GA yang dikembangkan dan diproduksi China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC). (more…)
Belum lama setelah pimpinan Lockheed Martin menyatakan akan melipatgandakan produksi rudal anti tank Javelin pada 8 Mei lalu, kini kabar terbaru menyebut bahwa Angatan Darat Amerika Serikat (US Army) telah memberikan kontrak produksi untuk rudal Javelin dan peralatan serta layanan terkait dengan nilai total US$309 juta. (more…)
Kolaborasi menjadi kunci guna memenangkan tender besar, dan itu telah dilakoni oleh Raytheon Australia yang menggandeng galangan kapal Austal dan perusahaan perancang sistem maritim BMT, persisnya ketiga perusahan ‘bersatu’ guna menggarap proyek tender dan memenuhi persyaratan dalam Land 8710 Phase 1A yang dirilis Departemen Pertahanan Australia. (more…)
Seperti halnya kasus pada rudal MANPADS FIM-92 Stinger, Amerika Serikat kini mulai kekurangan stok rudal anti tank FGM-148 Javelin, maklum ribuan peluncur dan rudal produksi Raytheon dan Lockheed Martin ini telah dikirim sebagai bagian dari hibah persenjataan ke Ukraina. Namun, berbeda dengan kasus Stinger, pihak pabrikan menyatakan akan meningkatkan produksi Javelin menyusul adanya peningkatan kebutuhan di segmen rudal anti tank man portable. (more…)