
Kabar bahwa PT Dirgantara Indonesia berencana mengembangkan drone MALE bukan rahasia lagi, berkolaborasi dengan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), PT Len Industri, Dislitbang AU dan ITB (Institut Teknologi Bandung), sejak pertengahan 2018 telah dirilis desain drone MALE (Medium Altitude Long Endurance) untuk pertama kalinya. Bahkan tersiar kabar lanjutan, bila PT DI bersama Turkish Aerospace Industries (TAI) sepakat mengembangkan drone MALE dari basis Anka-B. (more…)

Ada kabar baik dari dunia alutsista Tanah Air, pasalnya Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) bakal kedatangan sistem radar baru. Persisnya Satuan Radar (Satrad) 221 Ngliyep, Jawa Timur, yang selama ini menggunakan radar AWS-2 buatan Plessey, Inggris, akan digantikan oleh radar RAT-31 DL/M buatan Leonardo S.p.A. dari Italia. Radar AWS-2 sendiri sudah tergolong tua, lantaran merupakan pengadaan era tahun 60-an. (more…)

Sembari menunggu kesiapan tempur optimal dari frigat RE Martadinata Class, debut frigat Ahmad Yani Class (aka – Van Speijk Class) masih sebisa mungkin dipertahankan. Pihak TNI AL sendiri sebenarnya telah mencanangkan pada tahun 2017 untuk memensiunkan secara bertahap 6 unit Van Speijk Class. Bahkan ditargetkan keenam frigat yang pernah menjadi flagship Satuan Kapal Eskorta (Satkor) akan pensiun penuh pada tahun 2022. (more…)

Kilas balik ke tahun 2016, tepatnya saat ajang Euronaval 2016 di Paris, Perancis, saat itu telah terjadi kesepakatan kontrak mid-life modernization (MLM) untuk korvet KRI Malahayati 362. Persisnya dua perusahaan asal Spanyol, Indra dan Navantia mengumumkan telah memenangkan kontrak senilai US$18 juta (Euro 15,7 juta) untuk menambah kemampuan elektronik pada korvet Fatahillah Class buatan Wilton-Fijenoord, Belanda. (more…)

Sistem komunikasi personal pada prajurit merupakan tantangan tersendiri yang harus dipenuhi guna mewujudkan konsep future soldier. Bicara tentang hal tersebut, kebutuhan radio militer model genggam (handheld) tak bisa lagi dikesampingkan lagi, dari unit radio handheld yang kini sudah digunakan pada level regu misalnya, dipandang tak mencukup untuk mendukung kelengkapan prajurit yang secara kuantitas cukup besar. (more…)

Ada kabar yang membuat bangga datang dari Bumi Priangan, pasalnya BUMN Strategis PT Len Industri (Persero), pada Rabu siang (31/10), telah meluncurkan sistem radar terbaru buatan dalam negeri. Tidak tanggung-tanggung, radar yang dimaksud dari jenis 2D Air Surveillance Radar yang digadang untuk memenuhi kebutuhan militer. (more…)

Rantis (kendaraan taktis) asal Spanyol ini memang terlihat sangar, namun sejatinya tak ada yang terlalu unik bila disandingkan dengan rantis Sherpa Light Scout buatan Renault atau Komodo 4×4 produksi PT Pindad. Namun kendaraan yang disebut VAMTAC (Vehículo de Alta Movilidad Táctico) 4×4 atau High Mobility Tactical Vehicle produksi URO Vehículos Especiales (UROVESA) ini memang ‘harus’ melenggang masuk ke arsenal rantis TNI AD, pasalnya VAMTAC menjadi bagian dari sistem ForceShield rudal Starstreak untuk Arhanud TNI AD. (more…)

Bicara tentang perang elektronika (electronic warfare) itu ibarat ilmu setan, tidak ada wujudnya namun bisa langsung dirasakan dampaknya. Dengan basis teknologi elektromagnet, implementasi peperangan elektonik dapat diwujudkan dalam banyak hal, bahkan ke sesuatu yang belum dibayangkan sebelumnya. (more…)

Condongnya pengadaan alutsista TNI AL ke poros manufaktur Cina membawa pengaruh pada teknologi Combat Management System (CMS). Pasalnya meski sistem senjata modern umumnya menyajikan kompatibilitas antar vendor, namun paket integrasi alutsista yang ditawarkan bakal lebih efektif dan efisien bila berasal dari pemasok asal negara yang sama. Contohnya seperti pada jenis KCR (Kapal Cepat Rudal) Sampari Class dan Clurit Class.
(more…)

Kemandirian industri pertahanan tak hanya berkutat pada pemenuhan kebutuhan alutsista, sektor lain seperti sistem komunikasi juga ikut mengambil peran penting, mengingat sistem komunikasi yang handal, aman dan mandiri menjadi kunci keberhasilan operasi tempur. Di lingkup operasi taktis yang melibatkan unsur tempur, adanya tactical radio menjadi suatu keharusan, terutama bagi unit infanteri yang dikenal sebagai Queen of The Battle. (more…)