Sekilas mirip dengan radar Master-T buatan Thales Raytheon System, Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) Kementerian Pertahanan yang melibatkan PT Len Industri, PT LAPI ITB, PT Radar Telekomunikasi Indonesia (RTI) dan PT Infoglobal, telah merilis prototipe radar Ground Controlled Interception (GCI) buatan lokal. (more…)
Ada kabar baru dari Satuan Kapal Cepat (Satkat), dimana KRI Ajak 653 – salah satu KCT (Kapal Cepat Torpedo) TNI AL telah rampung dari pemeliharaan depo (hardepo) atau pemeliharaan perbaikan kapal secara menyeluruh pada Desember 2021 ini. (more…)
Pada 10 Maret 2020, Thales dan PT Len Industri telah meraih Kontrak upgrade pada korvet KRI Usman Harun 359. Lewat beragam persiapan, desain modernisasi akan selesai di akhir 2021, sementara proses upgrade fisik akan dimulai pada tahun 2022 di fasilitas galangan PT Dok Perkapalan Surabaya, dan diharapkan rampung pada tahun 2023. Dan menjelang proses upgrade pada korvet buatan BAE System Marine ini, PT Len selaku kontraktor utama memberikan update informasi terkni. (more…)
Boleh jadi tak lama lagi, pasukan elite TNI akan mengikuti jejak pasukan elite manca negara yang sudah memanfaatkan sepeda motor trail bertenaga listrik. Tidak bising dan punya tenaga lumayan, menjadi gerak intai pasukan elite serasa memanfaatkan wahana stealth. Dan ada kabar datang dari BUMN PT Len Industri (Persero) yang telah memperkenalkan prototipe sepeda motor trail listrik untuk pertama kalinya. (more…)
Audit teknologi industri radar yang dilakukan BPPT pada tahun 2019 telah merekomendasikan PT Len Industri (Persero) sebagai lead integrator industri radar nasional. Dan ada kabar terbaru, bahwa PT Len Industri ingin menjadi pemeran utama dalam pengembangan industri radar di Indonesia. (more…)
Berita tentang Tank Boat Antasena kini sedang trending, pasalnya alutsista rancangan dan produksi dalam negeri ini, telah berhasil menjalani tahapan sea trial dan firing test. Dan masih terkait Antasena, salah satu anggota konsorsium yang terlibat dalam prototipe tank boat ini, yaitu PT Len Industri (Persero), mewartakan jenis dukungannya pada program alutsista prestis ini. (more…)
Oto Melara 76 mm bisa diibaratkan sebagai meriam ‘sejuta umat,’ lantaran populasinya begitu banyak digunakan pada beragam jenis kapal perang manca negara. Namun, dari sekian banyak Oto Melara 76 mm yang beredar, tak banyak yang dijadikan sebagai simulator sistem senjata. Rupanya di Asia Tenggara, baru Indonesia yang sukses mengintegrasikan Oto Melara dengan GFR (Gunnery Firing Range). (more…)
Berbentuk laksana tameng milik Kapten America dan ditempatkan berada di atas anjungan, inilah perangkat elektronik yang punya fungsi khusus di frigat Martadinata Class. Perangkat yang diberi label STIR (Signaal Tracking and Illumination Radar) EO Mk2 ini, nantinya juga akan dipasang pada salah satu korvet Bung Tomo Class, yaitu KRI Usman Harun 359 dalam program mid life modernisation.(more…)
Kilas balik ke artikel di Februari 2019, saat itu disebutkan TNI AL akan melakukan program peningkatan kemampuan dalam mid life modernisation (MLM) pada beberapa kapal perang utama secara bertahap, menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Modernisasi rupanya juga menyentuh pada armada korvet Bung Tomo Class, yang usianya sejak diluncurkan dari galangan Scotstoun – BAE System Marine telah mencapai 19 tahun. (more…)
Bagi Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional), keberadaan radar intai udara di armada kapal perang frigat dan korvet TNI AL juga berperan sebagai gap filler dan mendukung jangkauan radar intai eksisting yang ada di daratan. Seperti dalam operasi pengamanan di kawasan Natuna, selain ada Satuan Radar 212 di Ranai, pengintaian ruang udara TNI mendapat perkuatan dari radar-radar udara yang melekat di kapal kombatan TNI AL. (more…)