Nama sistem hanud S-300 dalam beberapa jam belakangan telah menjadi trending topic global, pasalnya ada dugaan bahwa rudal dari sistem hanud S-300 telah ‘mendarat’ di wilayah Polandia. Selain memicu alarm kesiapan tempur NATO, dua warga Polandia diwartakan tewas akibat serangan rudal ‘nyasar’ tersebut. Namun, belum tentu rudal yang mengarah ke Polandia itu berasal dari Rusia. (more…)
Bila AIM-120 AMRAAM sukses dikonvergensi dari rudal udara ke udara jarak menengah menjadi rudal hanud (pertahanan udara), maka bagiamana dengan rudal sejenis lansiran Blok Timur? Meski belum mentas seperti halnya AMRAAM pada platform NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System), namun, rudal R-27, yang notabene diproduksi oleh Rusia dan Ukraina, juga telah dicanangkan untuk menjadi rudal hanud, alias surface to air missile (SAM). (more…)
Bukan cuma bendera yang mirip, pilihan Polandia untuk program kapal perang (frigat) masa depan, juga mirip dengan pilihan Indonesia. Persisnya, Pemerintah Polandia telah menandatangani kontrak untuk pengadaan frigat Miecznik (Swordfish) dari Babcock International, Inggris. Desain frigat MIECZNIK sendiri didasarkan pada basis frigat Arrowhead 140, dengan beberapa penyesuaian untuk kebutuhan Angkatan Laut Polandia. (more…)
Meski Polandia bertetangga dengan Ceko, dan sesama anggota NATO, namun ada kabar, bahwa Polandia justu melirik peluncur roket multi kaliber – MLRS (Multiple Launch Rocket Systems) produksi Korea Selatan, K239 Chunmoo. Bukannya melirik MLRS produksi Excalibur Army dari Ceko, menurut informasi dari Defence24.com pada 27 Agustus 2022, Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Błaszczak mengumumkan bahwa Polandia akan memperoleh MLRS K239 Chunmoo dari Korea Selatan. (more…)
Buntut dari meletusnya konflik bersenjata adalah meningkatnya anggaran pertahanan pada satu atau beberapa negara yang terkait. Seperti pada konflik Rusia versus Ukraina, banyak negara barat dan NATO yang terpaksa mendongkrak budget pertahanannya untuk pengadaan alutsista baru. Dan bagi manufaktur persenjataan, hal tersebut menjadi momen emas untuk menawarkan produknya ke negara yang dimaksud. Dalam hal ini, ada kabar bahwa Korea Selatan berhasil meraih top score dalam kontrak pengadaan alutsista. (more…)
Menimbang pilihan antara helikopter serang AH-64E Apache Guardian dan Bell AH-1Z Viper, rupanya bukan hanya dialami oleh Filipina. Sebelum Negeri Pinoy memutuskan mengakusisi helikopter serang produksi Turki T129 ATAK, pilihan itu pernah datang dari Washington, meski toh akhirnya Filipina menolak tawaran lantaran harga beli yang dianggap kemahalan untuk kocek Filipina. Dan belum lama ada kabar, bahwa Polandia kini mendapat tawaran yang sama dengan Filipina. (more…)
Kasus “tukar guling” alutsista jilid dua dalam Perang Ukraina sepertinya bakal terjadi, setelah Slovakia yang mengirimkan sistem hanud S-300 ke Ukraina, dan kemudian Slovakia mendapatkan ‘gantinya’ berupa sistem hanud Patriot dari Amerika Serikat. Serupa tapi tidak sama, Polandia diwartakan bakal mengirim MBT (Main Battle Tank) T-72A, dan sebagain gantinya Polandia akan menerima MBT Challenger 2 dari Inggris. (more…)
Meletusnya perang dari suatu perspektif menjadi kentungan tersendiri bagi industri pertahanan, misalnya dalam konteks Perang di Ukraina, pengiriman ribuan stok munisi dan persenjataan maka mendorong repeat order besar-besaran pada manufaktur alutsista. ‘Pengosongan’ depo persenjataan di sejumlah negara NATO tentu akan berbuah order, terlebih bila persenjataan yang dikirim ke Ukraina terbukti moncer dan proven. (more…)
Belum lama resmi dioperasikan oleh Arhanud Angkatan Darat Inggris (Royal Army), diwartakan sistem hanud Sky Sabre Air Defence segera akan diboyong ke Polandia, dimana sistem hanud pengganti Rapier itu akan ditempatkan di perbatasan Polandia dengan Ukraina, yaitu untuk mendukung proteksi ruang udara Polandia dari imbas serangan Rusia ke Ukraina. (more…)
Jauh sebelum invasi Rusia ke Ukraina, rupanya Polandia dan Ukraina punya obsesi bersama untuk merancang sistem pertahanan udara jarak sedang – medium-range air defense system. Persisnya UkrOboronProm, kelompok industri pertahanan milik negara (Ukraina) menawarkan perusahaan Polandia WB Electronics untuk bersama-sama mengembangkan versi yang lebih baik dari sistem pertahanan udara yang diluncurkan di permukaan, dengan basis rudal eksisting R-27 produksi Artem,Ukraina. (more…)