Ibarat menerima paket booster dan khawatir terimbas Perang Ukraina-Rusia, modernisasi yang dilakukan militer Polandia, menjadi salah satu yang paling mendapat sorotan di Benua Biru. Sebut saja aksi borong alutsista besar-besaran dari Korea Selatan untuk pembelian 180 unit Main Battle Tank (MBT) K2 Black Panther, 48 unit jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle dan 670 unit Self Tracked Propelled Howitzer K9 Thunder, senilai lebih dari US$14,5 miliar. (more…)
Rupanya bukan cuma warna bendera nasional yang ‘sama’ antara Polandia dan Indonesia, lain dari itu, ada ‘kesamaan’ selera dalam pengembangan jet tempur masa depan. Yang jadi polemik adalah pernyataan dari petinggi industri pertahanan Polandia yang menyebut tertarik untuk berkontribusi dalam proyek KF-21 Boramae. Meski belum tentu ‘mengusik’ porsi Indonesia dalam proyek KF-21, netizen kadung berspekulasi, mungkinkah Polandia menggantikan Indonesia dalam proyek Boramae? (more…)
Norwegia dengan pabrikan Kongsberg, telah dikenal sebagai penyedia sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System), yakni sistem hanud berbasis rudal jarak sedang yang kini juga telah dioperasikan Indonesia. Meski punya ‘nama’ sebagai penghasil sistem hanud, namun, Norwegia masih harus mengimpor sistem hanud, persisnya rudal hanud jarak pendek dalam platform MANPADS (Man Portable Air Defence Systems). (more…)
Nama sistem hanud S-300 dalam beberapa jam belakangan telah menjadi trending topic global, pasalnya ada dugaan bahwa rudal dari sistem hanud S-300 telah ‘mendarat’ di wilayah Polandia. Selain memicu alarm kesiapan tempur NATO, dua warga Polandia diwartakan tewas akibat serangan rudal ‘nyasar’ tersebut. Namun, belum tentu rudal yang mengarah ke Polandia itu berasal dari Rusia. (more…)
Bila AIM-120 AMRAAM sukses dikonvergensi dari rudal udara ke udara jarak menengah menjadi rudal hanud (pertahanan udara), maka bagiamana dengan rudal sejenis lansiran Blok Timur? Meski belum mentas seperti halnya AMRAAM pada platform NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System), namun, rudal R-27, yang notabene diproduksi oleh Rusia dan Ukraina, juga telah dicanangkan untuk menjadi rudal hanud, alias surface to air missile (SAM). (more…)
Bukan cuma bendera yang mirip, pilihan Polandia untuk program kapal perang (frigat) masa depan, juga mirip dengan pilihan Indonesia. Persisnya, Pemerintah Polandia telah menandatangani kontrak untuk pengadaan frigat Miecznik (Swordfish) dari Babcock International, Inggris. Desain frigat MIECZNIK sendiri didasarkan pada basis frigat Arrowhead 140, dengan beberapa penyesuaian untuk kebutuhan Angkatan Laut Polandia. (more…)
Meski Polandia bertetangga dengan Ceko, dan sesama anggota NATO, namun ada kabar, bahwa Polandia justu melirik peluncur roket multi kaliber – MLRS (Multiple Launch Rocket Systems) produksi Korea Selatan, K239 Chunmoo. Bukannya melirik MLRS produksi Excalibur Army dari Ceko, menurut informasi dari Defence24.com pada 27 Agustus 2022, Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Błaszczak mengumumkan bahwa Polandia akan memperoleh MLRS K239 Chunmoo dari Korea Selatan. (more…)
Buntut dari meletusnya konflik bersenjata adalah meningkatnya anggaran pertahanan pada satu atau beberapa negara yang terkait. Seperti pada konflik Rusia versus Ukraina, banyak negara barat dan NATO yang terpaksa mendongkrak budget pertahanannya untuk pengadaan alutsista baru. Dan bagi manufaktur persenjataan, hal tersebut menjadi momen emas untuk menawarkan produknya ke negara yang dimaksud. Dalam hal ini, ada kabar bahwa Korea Selatan berhasil meraih top score dalam kontrak pengadaan alutsista. (more…)
Menimbang pilihan antara helikopter serang AH-64E Apache Guardian dan Bell AH-1Z Viper, rupanya bukan hanya dialami oleh Filipina. Sebelum Negeri Pinoy memutuskan mengakusisi helikopter serang produksi Turki T129 ATAK, pilihan itu pernah datang dari Washington, meski toh akhirnya Filipina menolak tawaran lantaran harga beli yang dianggap kemahalan untuk kocek Filipina. Dan belum lama ada kabar, bahwa Polandia kini mendapat tawaran yang sama dengan Filipina. (more…)
Kasus “tukar guling” alutsista jilid dua dalam Perang Ukraina sepertinya bakal terjadi, setelah Slovakia yang mengirimkan sistem hanud S-300 ke Ukraina, dan kemudian Slovakia mendapatkan ‘gantinya’ berupa sistem hanud Patriot dari Amerika Serikat. Serupa tapi tidak sama, Polandia diwartakan bakal mengirim MBT (Main Battle Tank) T-72A, dan sebagain gantinya Polandia akan menerima MBT Challenger 2 dari Inggris. (more…)