Meski termasuk sebagai senjata hanud konvensional, namun, kanon twin gun ZUR kaliber 23 mm atau dikenal juga sebagai ZU-23-2, masih saja laris manis di pasar internasional. Selain dipercaya sebagai arsenal pada Arhanud TNI AD, rupanya sejumlah negara masih mengorder kanon VSHORAD (Very Short Range Air Defence) produksi Polandia ini. (more…)
Sudah lama armada helikopter Mil Mi-2 tidak terlihat mengudara, pasalnya di dekade awal 2000-an, helikopter ringan berdesain oldskul ini turut meramaikan arsenal Polri dan Puspenerbal TNI AL, malahan Mi-2 yang dioperasikan Direktorat Kepolisian Udara, sebagian nampak masih terparkir rapih di hanggar Bandara Pondok Cabe, Tangerang, Banten. Rupanya tampang jadoel Mi-2 tak menjadikannya ditinggalkan. (more…)
Pembaca yang budiman tentu masih ingat dengan kanon 23-mm/ZUR komposit rudal Grom, ya inilah salah satu arsenal alutsista di Arhanud TNI AD. Secara keseluruhan, kanon 23-mm/ZUR komposit rudal Grom adalah bagian dari Kobra Air Defence System. Dam lama tak terdengar kabarnya, dari negeri asalnya, Polandia, ada upgrade terbaru pada jenis senjata VSHORAD (Very Short Range Air Defence) ini. (more…)
Sosok jet tempur asal Eropa dengan mesin ganda yang dilengkapi canard rupanya bukan hanya milik Dassault Rafale dan Eurofighter Typhoon, dari belehan Eropa Timur, Polandia rupanya pernah punya obsesi pada desain jet tempur bermesin ganda yang dilengkapi canard. Meski mentok dalam tahap rancangan, namun PZL-230 Skorpion (Scorpion) pernah membetot perhatian di dekade 80/90-an. (more…)
Selain diperlihatkan sosok radar pasif mobile PET-PCL, dalam lawatan delegasi militer Indonesia ke markas PIT-Radwar di Warsawa, juga turut di pamerkan sosok kanon pertahanan udara (hanud) jenis AG-35 kaliber 35 mm. Kanon yang masih dalam tahap uji coba ini digadang sebagai bagian dari Short Range Air Defence (SHORAD), dimana kelak akan difungsikan untuk bersinergi dengan rudal MANPADS (Man Portable Air Defence) Grom yang diluncurkan dari platform POPRAD, jenis rudal dan peluncur yang juga telah lama digunakan oleh Arhanud TNI AD. (more…)
Meski produknya belum diakuisisi oleh TNI, namun PIT-Radwar pernah meramaikan Indo Defence 2004, persisnya manufaktur sistem radar pertahanan udara asal Polandia ini bahkan sampai ‘nekat’ membawa langsung sosok Radwar N-22 ke JIExpo Kemayoran, sebuah mobile surveillance radar yang menggunakan platform truk Tatra 815 8×8. (more…)
Desainnya terasa tak lazim jika dibandingkan bentuk helikopter yang beredar kebanyakan. Dengan fuselage dan moncong jadulnya, sosok Mil Mi-2 mengingatkan kita pada ikon helikopter di film-film kartun. Namun inilah yang khas dari Mil Mi-2 Plus milik Direktorat Kepolisian Udara, dibalik desainnya yang terkesan ‘kuno,’ helikopter buatan PZL-Swidnik Polandia ini, sampai tahun 2004 ini masih aktif digunakan Polri, khususnya untuk mendukung patroli di beberapa Polda di luar Pulau Jawa. (more…)
Sosoknya terbilang masif dengan antena menjulang, sontak wahana mobile radar dengan cat hijau ini menjadi maskot utama dalam perhelatan pameran militer terbesar dua tahunan di Indonesia. Yang dimaksud tak lain adalah Radwar N-22, jenis mobile surveillance radar yang dibawa langsung dari Polandia untuk ditawarkan kepada TNI. Meski akhirnya tak diakuisisi oleh Indonesia, namun tak pelak keberadaan N-22 menjadi identitas yang tak terlupakan dalam Indo Defence 2004 di JIE Kemayoran, Jakarta. (more…)
Sudah lumayan lama tak terdengar kabar tentang rudal hanud SHORAD (Short Range Air Defence) Grom. Setelah beberapa kali mengalami kegagalan dalam uji tembak, pamor Grom yang digadang sebagai pengganti rudal Rapier terasa pudar. Alih-alih justru Arhanud TNI AD melirik rudal SHORAD MANPADS (Man Portable Air Defence System) lain, seperti dari jenis Mistral dan Starstreak. Namun belum lama ini diwartakan rudal Grom kembali diuji tembak di Pantai Sekarat Bengalon, Sangatta, Kalimantan Timur. (more…)
Dilihat dari tampilannya, helikopter ini jelas sangat jadul , ini wajar mengingat Mi-2 pertama kali terbang pada 22 September 1961. Meski kemudian mengelurkan banyak varian, pada dasarnya tidak ada perubahan dari aspek desain. Walau hadir dalam tampilan jadoel, Mi-2 terbilang cukup banyak diproduksi, sampai tahun 2003, total ada 6.500 unit yang digunakan di lebih dari 28 negara. Di Indonesia Mi-2 juga sempat eksis di awal tahun 2000-an, yakni mengisi kekuatan armada helikopter di Puspenerbal TNI AL dan Direktorat Kepolisian Udara. (more…)