
Peluncuran senjata strategis seperti rudal balistik jarak menengah atau jauh punya beragam konsekuensi, selain daya hancur yang mengerikan bila disematkan hulu ledak nuklir, serangan rudal balistik jarak menengah alias intermediate-range ballistic missile (IRBM) seperti yang dilakukan Rusia ke kota Dnipro di Ukraina pada 21 November 2024, juga menelan biaya yang sangat besar. (more…)

Guna mengurangi ‘kepanikan’ global dan agar tidak disebut melanggar perjanjian dalam Intermediate-Range Nuclear Forces (INF Treaty), maka satu hari setelah serangan rudal balistik hipersonik dengan MIRV (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles) ke kota Dnipro di Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putih menyatakan bahwa pihaknya tidak menggunakan rudal balistik antarbenua (ICBM), melainkan yang digunakan adalah rudal balistik jarak menengah atau intermediate-range ballistic missile (IRBM). (more…)

Jerman adalah salah satu negara yang getol memasok beragam jenis persenjataan untuk Ukraina, yang paling kentara adalah pengiriman Main Battle Tank (MBT) Leopard 1 dan 2, namun belum lama ini, Berlin memutuskan untuk mengirim jenis peralatan tempur yang terbilang baru saja diluncurkan. Yang dimaksud adalah rantis Light Air Assault Vehicle Caracal 4×4, yang baru diluncurkan Rheinmetall pada bulan April 2023. (more…)

Lantaran tidak memuat hulu ledak nuklir, maka tidak ada kerusakan yang signikan dari serangan rudal balistik antarbenua (ICBM) Rusia ke Dnipro di Ukraina. Namun, serangan ‘uji coba’ Rusia itu telah menciptakan kekhawatiran besar, bukan hanya kepada Ukraina, tapi ke negara-negara Eropa dalam NATO, pasalnya serangan rudal balistik dengan MIRV (Multiple Independently Targetable Reentry Vehicles) untuk pertama kalinya telah membuat sistem pertahanan udara (hanud) kewalahan. (more…)

Merespon serangan Ukraina yang menggunakan rudal ATACMS dan Storm Shadow ke wilayah Kursk, Rusia, maka Moskow hari ini telah melancarkan serangan balasan. Berbeda dengan serangan balasan yang lazim didengar, serangan balasan Rusia ke Ukraina kali ini disebut menggunakan rudal balistik antarbenua (ICBM), meski tidak membawa hulu ledak nuklir, tapi ini pertama kalinya ICBM digunakan dalam peperangan di muka Bumi. (more…)

Kotak pandora baru saja terbuka, yakni dengan serangan langsung Ukraina menggunkan rudal balistik dan rudal jelajah jarak jauh yang diarahkan ke wilayah teritorial Rusia. Sesuatu yang selama ini tabu dilakukan, namun atas izin dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Ukraina kini berani menyerang wilayah Rusia dengan rudal balistik MGM-140 ATACMS (Army Tactical Missile System), berlanjut ke serangan terbaru dengan Storm Shadow yang menyerang wilayah Kursk.
(more…)

Sejatinya tidak ada yang menginginkan terjadinya perang nuklir, namun bila itu sampai terjadi, maka negara-negara pemangku senjata nuklir harus bersiap untuk skenario terburuk. Dengan ketegangan yang kunjung mereda akibat perang di Ukraina, ada kabar bahwa Rusia kini mulai memproduksi secara massal shelter perlindungan khusus. (more…)

Prestasi di medan perang bukan hanya milik prajurit, dan patriotisme warga sipil bisa berbuah pencapaian besar, seperti belum lama ini dilakukan oleh mantan guru taman kanak-kanak (TK) dari Ukraina yang berhasil menembak jatuh rudal jelajah jarak jauh Kh-101 milik Rusia. (more…)

Mulai digunakan pada awal invasi Rusia ke Ukraina, kemampuan drone kamikaze (loitering munition) Shahed-136 terus disempurnakan. Bukan hanya saja oleh Iran, Rusia yang memproduksi Shahed-136 di dalam negeri dengan nama Geran 2 dilakukan modikasi, khususnya pada aspek akurasi, mengingat Shahed-136 adalah drone jarak jauh yang navigasi utamanya mengandalkan global navigation satellite system (GNSS). (more…)

Meski terdengar ganjil, namun ada kabar bahwa pasukan Rusia digaris depan pertempuran justru menggunakan ranpur (kendaraan tempur) lapis baja rampasan dari Ukraina. Yang dimaksud adalah IFV M2A2 Bradley buatan BAE Systems yang didonasikan 62 unit oleh Amerika Serikat untuk Ukraina dan saat ini sebagian berada di tangan Rusia. (more…)