Meski bukan kelas destroyer, kodrat kapal perang ini adalah sebagai pemburu dan penghancur kapal selam, namun karena fungsi utamanya tak dapat berjalan sebagaimana mestinya, sosok kapal perang ini di Indonesia kemudian beralih peran sebagai kapal patroli. Yang dimaksud disini adalah Kronshtadt Class Submarine Chaser, jenis kapal perang yang tersisa sebagai ‘buah’ dari kampanye Operasi Trikora. (more…)
Di dekade 60-an, selain armada RI kental dengan perkuatan berupa kapal kombatan bertonase besar seperti kapal penjelajah, kapal perusak dan frigat, namun TNI AL (d/h ALRI) tak melupakan keberadaan unsur patroli. Dengan tonase yang relatif ringan, kapal patroli efektif untuk meronda dan melakukan pengawalan secara terbatas di pangkalan dan daerah operasi. (more…)
Jika ada yang bertanya, apakah ada ‘sisa’ kapal perang ini yang dapat dilihat? Maka jawabannya memang tidak ada. Namun paling tidak, dari beberapa foto yang terpublikasi, sosok kapal perang jenis perusak (destroyer) Skoryy Class yang pernah dimiliki TNI AL (d/h ALRI) ini pernah menorehkan kisah sejarah perkembangan alutsista di Tanah Air, di jaman Indonesia dipandang sebagai kekuatan militer terbesar di Asia Selatan. (more…)
Setelah membahas Hawker Hunter F4 eks Belanda yang kini menghuni Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta, ingatan sontak terbawa pada sejarah perebutan Papua (d/h Irian Barat) dari tangan kolonial. Dan bila dicerna lebih dalam, terutama dari aspek alutsista, maka fokus incaran dan daya upaya TNI kala itu tertuju pada sosok kapal induk HNLMS Karel Doorman (R81). (more…)
Setelah melewati perjalanan darat, pesawat Hawker Hunter F4 eks AU Belanda (Koninklijke Luchtmacht) telah tiba di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta. Meski belum diresmikan keberadaannya, pesawat tempur kursi tunggal dengan nomer N-112 sudah dapat dilihat oleh pengunjung museum. Kondisi pesawat sendiri kini tengah dalam proses pengecatan ulang oleh personel TNI AU. Dan di bawah ini adalah video yang kami ambil pada saat proses pengecatan, Minggu (8/4/2018).
Diproduksi hingga 1.972 unit, Hawker Hunter lansiran Hawker Siddeley tak pelak menjadi salah satu jet tempur asal Inggris yang paling laris. Di Asia Tenggara, tercatat hanya Singapura yang resmi mengoperasikan jet single engine ini. Namun Hawker Hunter punĀ punya ‘kenangan’ tersendiri dalam perjalanan sejarah perjuangan Indonesia. Digunakan oleh AU Belanda (Koninklijke Luchtmacht) pada dekade 50/60-an, armada Hawker Hunter semasa pergolakan di Irian Barat ditempatkan Belanda di Biak untuk menghadang serbuan militer Indonesia dalam Operasi Trikora dan Jayawijaya. (more…)
Rencananya bulan ini juga (Januari 2018-red), PT Dirgantara Indonesia akan menyerahkan enam unit terakhir helikopter ringan AS550/AS555 Fennec untuk Puspenerbad TNI AD. Sosok Fennec sendiri sudah tak asing di mata publik, sejak tahun 2014 helikopter serbu ringan yang multirole ini beberapa kali ditampilkan dalam pameran kemiliteran, namun ‘kebanyakan’ yang ditampilkan adalah AS550, varian single engine alias mesin tunggal. (more…)
Dilihat dari potongan gambar di atas, nampak jelas sebuah senjata jenis RPG (Rocket Propelled Grenade) atau kondang disebut granat berpeluncur roket yang sedang diuji tembak. Terlihat juga awak yang mengoperasikan adalah anggota Brimob Polri, meski begitu belum bisa dipastikan tipe dari RPG yang ada di dalam potongan gambar tersebut. Dalam beberapa hari belakangan, topik RPG ini menjadi diskusi hangat di tengah warganet Tanah Air. (more…)
Selain pesawat angkut berat C-130B A-1301 Hercules, Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala di Yogyakarta juga akan diperkuat alutsista bersejerah dari lini helikopter, yakni Mil Mi-1, jenis helikopter ringan single engine multirole yang dahulu pernah memperkuat Skadron Udara 7. Dibanding jenis helikopter milik TNI lainnya, Mi-1 terbilang asing didengar, bahkan situs Wikipedia.org tak menyebutkan Indonesia sebagai salah satu negara pengguna. (more…)
Punya kemampuan STOL (Short Take Off and Landing), dilengkapi pintu rampa (ramp door), dan berbobot ringan dengan twin engine, bukan hanya predikat untuk NC-212 200 Aviocar semata. Justru sebelum TNI AU mengoperasikan NC-212, lebih dulu Skadron Udara 4 mengoperasikan SC.7 Skyvan, yakni jenis pesawat angkut ringan buatan Short Brothers, Inggris. Perusahan yang juga memproduksi rudal hanud pertama di frigat TNI AL, Sea Cat. (more…)