
Raksasa teknologi pertahanan asal Norwegia, Kongsberg Gruppen, membuktikan bahwa dinamika politik regional tidak menggoyahkan posisi mereka di pasar global. Di tengah pusaran isu negatif domestik terkait kebijakan pembatasan ekspor pemerintah Norwegia yang berujung pada pembatalan pesanan rudal anti kapal NSM (Naval Strike Missile) untuk Malaysia, kinerja finansial perusahaan ini justru mencatat lonjakan luar biasa. (more…)

Ketegangan diplomatik yang dipicu oleh pembatalan sepihak kontrak pengadaan rudal anti kapal Naval Strike Missile (NSM) oleh pemerintah Norwegia kini memasuki babak baru yang kian memanas. Setelah Malaysia meluapkan kemarahannya karena merasa dirugikan meski telah melunasi 95 persen nilai kontrak, mata dunia sempat tertuju pada Amerika Serikat (AS). (more…)

Kebijakan sepihak Pemerintah Norwegia yang membatalkan kontrak pengadaan Naval Strike Missile (NSM) dengan Malaysia berbuntut panjang dan memicu efek domino yang signifikan di kawasan Asia Tenggara. Langkah dramatis ini menegaskan status baru rudal anti kapal buatan Kongsberg Defense and Aerospace tersebut, yang kini secara resmi telah bergeser menjadi senjata eksklusif yang hanya boleh diadopsi oleh Amerika Serikat, Australia dan negara-negara anggota aliansi NATO. (more…)

Pemerintah Malaysia melontarkan protes keras terhadap Pemerintah Norwegia setelah keputusan sepihak yang membatalkan kontrak pengadaan rudal anti kapal Naval Strike Missile (NSM) dan peluncurnya dari manufaktur Kongsberg Defense & Aerospace. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, secara terbuka menyatakan keberatan mendalam atas pembatalan ini, menyebut bahwa kontrak yang telah ditandatangani adalah instrumen serius yang tidak bisa dihamburkan begitu saja seperti “konfeti”. (more…)

Angkatan Laut Diraja Malaysia (TLDM) kini tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam meningkatkan daya deteren armada maritimnya melalui rencana ambisius pengadaan sistem rudal anti kapal baru yang terstandarisasi. (more…)

Setelah penggelaran di Kepulauan Batanes, Filipina – wilayah Selat Luzon yang menjadi choke point kapal selam Cina, kini alutsista andalan Korps Marinir AS (USMC) dari jenis NMESIS (Navy Marine Expeditionary Ship Interdiction System) launch vehicle, ditempatkan di Pulau Okinawa, Jepang untuk pertama kalinya. (more…)

Buah manis dari alih teknologi pengadaan alutsista sepertinya tak sulit diraih industri pertahanan Australia. Berdasarkan kontrak pengadaan, sejumlah rudal jelajah anti kapal Naval Strike Missile (NSM) dan Joint Strike Missile (JSM), Kongsberg dari Norwegia telah memberi lampu hijau kepada Kongsberg Defence Australia guna membangun fasilitas produksi dan pemeliharaan rudal di Australia. (more…)

Tiga perusahaan pertahanan kampiun, KNDS Deutschland (Jerman), Elbit Systems (Israel), dan Kongsberg (Norwegia) mengumumkan telah berhasil melakukan uji tembak langsung pertama rudal anti kapal Naval Strike Missile (NSM) dari MARS 3 rocket artillery system. Perusahaan-perusahaan tersebut menyatakan bahwa uji coba tersebut mengonfirmasi kemampuan MARS 3 untuk meluncurkan NSM yang meluncur di atas permukaan laut. (more…)

KD Raja Muda Nala (2502), yakni unit kedua dari fregat Maharaja Lela class akhirnya diluncurkan pada tanggal 9 Mei 2025, menyiratkan waktu yang panjang dalam pembangunan kapal perang, yang mana peletakan lunas KD Raja Muda Nala dilakukan pada 28 Februari 2017. Disebut juga sebagai Littoral Combat Ship (LSC) dari basis korvet Gowind class, KD Raja Muda Nala diluncurkan di galangan kapal Lumut. (more…)

Bukan sekedar ‘omon-omon’, Kongsberg Defence Australia telah mulai membangun pabrik rudal jelajah di Williamtown, dekat Newcastle di NSW (New South Wales) yang akan memproduksi dan memelihara senjata serang presisi arak jauh untuk Angkatan Bersenjata Australia. (more…)