
Lockheed Martin pernah berjaya di pasar pesawat intai maritim jarak jauh, sebut saja ada keluarga P-3 Orion yang namanya sangat legendaris. Namun kini zaman telah berganti, dimana pasar Orion telah digantikan oleh Boeing P-8A Poseidon. Lockheed Martin pun tak tinggal diam, Lockheed sendiri punya lini pesawat angkut berat yang juga dikenal mampu mengemban misi intai maritim jarak jauh, yang tak lain adalah varian C-130 Hercules. (more…)

Sampai artikel ini ditulis, dari total enam pesanan, sudah lima CN-235 220 MPA (Maritime Patrol Aircraft) yang diserahkan oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kepada Kementerian Pertahanan untuk kebutuhan Puspenernal TNI AL. Unit kelima dengan serial number N067, alias yang paling baru, belum lama ini diserahkan pada 24 Januari 2019 di Hanggar Rotary Wing PT DI. Dari segi penampakan, fitur dan kemampuan, boleh disebut unit kelima CN-235 MPA TNI AL adalah serupa dengan empat unit sebelumnya yang sudah beroperasi penuh. (more…)

Bagi rute penerbangan domestik dan perintis, nama ATR-72 seolah menjadi raja di Tanah Air, khususnya untuk segmen turbo propeller. Dioperasikan olen Garuda Indonesia, Wings Air dan Kalstar, debut pesawat besutan ATR (Aerei da Trasporto Regionale atau Avions de Transport Régional) begitu akrab dalam menunjang transportasi udara nasional. Bahkan operator terbesar ATR-72 di dunia adalah Wings Air (Lion Air Group) – 56 unit dari Indonesia. (more…)

Ternyata ada persamaan ‘selera’ antara Puspenerbad TNI AD dan Puspenerbal TNI AL, untuk urusan pesawat angkut VIP/VVIP, kedua kesatuan ini mempercayakan pada pesawat produk Beechcraft, yakni manufaktur pesawat yang berbasis di Wichita, Kansas, Amerika Serikat. Meski begitu, Puspenerbad menggunakan Beechcraft 390 Premier I, yang notabene adalah pesawat jet. Sementara Puspenerbal memilih pesawat bermesin turbopropeller, Beechcraft King Air 350i. (more…)

Dengan alokasi dana US$162 juta, di MEF (Minimum Essential Force) II periode 2015 – 2019, TNI AL mendapat kesempatan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk menambah armada pesawat intai maritim (MPA – Maritime Patrol Aircraft). Dan merespon kesempatan tersebut, kini pihak TNI AL dikabarkan tengah melakukan pembicaraan dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk kemungkinan pengadaan dua unit NC-212-200 MPA. Jenis pesawat intai ringan twin engine propeller yang sebelumnya telah dimiliki Puspenerbal TNI AL sejak tahun 2007. (more…)