
Setelah diwartakan pada Februari 2020, kini Malaysia dikabarkan telah memulai tahapan konversi pada armada CN-235 220. Seperti diketahui, dari enam unit CN-235 220 milik AU Malaysia (TUDM), dua unit diantaranya akan dikonversi menjadi pesawat intai maritim – MPA (Maritime Patrol Aircraft). Kini unit perdana CN-235 220 AU Malaysia telah tiba di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, guna memulai proses konversi yang telah tertunda akibat pandemi Covid-19. (more…)

Pandemi Covid-19 rupanya berdampak langsung pada PT Dirgantara Indonesia (DI), dimana diskusi final pengadaan CN-235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) pesanan AU Senegal terpaksa ditunda. Padahal serangkaian diskusi telah dicapai saat Singapore AirShow 2020 di bulan Februari lalu. Negosiasi terpaksa ditunda lantaran adanya larangan perjalanan (travel bans) sebagai dampak dari Covid-19. (more…)

Sejak desain perdananya diperlihatkan ke publik, sudah muncul dugaan bahwa pesawat angkut ringan N-219 akan ideal bila dijadikan sebagai pesawat intai maritim. Rancangan N-219 yang mirip DHC-6 Twin Otter dengan desain sayap tinggi (high wing) tanpa ramp door, menjadikan desain N-219 punya peluang besar difungsikan sebagai maritime patrol aircraft (MPA), meneruskan tugas yang dahulu pernah diemban N22/N24 Nomad Puspenerbal TNI AL. (more…)

Malaysia nampaknya ingin mengikuti jejak Indonesia sebagai negara pengguna CN-235 MPA (Maritime Patrol Aircraft), diwartakan dua dari enam unit CN-235 milik AU Malaysia (TUDM) akan dikonversi menjadi varian MPA. Konversi tersebut mendapat dukungan pendanaan oleh Amerika Serikat lewat program Maritime Security Initiative. (more…)

AU Australia (RAAF) mungkin kini tengah sumringah, setelah digdaya lewat show of force dalam aksi “elephant walk” pada armada pesawat tanker KC-30A di Lanud Amberley, Queensland, kini dari Lanud Edinburgh, 25 km sebelah utara kota Adelaide, diwartakan pada 13 Desember 2019 RAAF telah menerima kedatangan unit terakhir dari pesawat intai maritim Boeing P-8A Poseidon. Poseidon ke-12 tersebut menjadikan jumlah P-8A Australia kini lengkap menjadi satu skadron dalam Wing 92, yang juga menjadi rumah bagi pesawat intai AP-3C Orion. (more…)

Sebagai pesawat angkut sedang, kepopuleran CN-235 tak perlu diragukann, diantara varian yang diunggulkan adalan MPA (Maritime Patrol Aircraft) dan Gunship. Namun sejauh ini belum ada varian CN-235 yang diciptakan dengan ‘menggabungkan’ antara fungsi MPA dan Gunship dalam satu platform. Tapi dari ajang Defense and Security 2019 di Bangkok, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) memperlihatkan model skala CN-235 MPA yang mendapat ‘sentuhan’ Gunship. (more…)

Latihan militer bilateral Camar Indopura 2019 antara TNI AU dan AU Singapura (RSAF) baru saja tuntas (29/8) setelah resmi dibuka pada 26 Agustus lalu di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Latihan dengan sandi Air Manuver Exercise (AMX) Latma Camar Indopura ke 16 ini melibatkan dua pesawat intai maritim andalan dari kedua negara. Dari TNI AU, dikerahkan satu unit Boeing 737-200 Surveillance dengan nomer AI-7303 dari Skadron Udara 5 dan dari RSAF satu unit Fokker F50 MPA (Maritime Patrol Aircraft). (more…)

Bukan P-8 (Poseidon) tapi ini Y-8Q, meski sama-sama mencomot identitas angka “delapan” dan mengemban peran sebagai pesawat intai maritim, namun keduanya berbeda platform, P-8 mengusung mesin jet dari basis Boeing 737, sedangkan Y-8Q mengusung mesin turboprop dari basis turunan Antonov An-12. Dan ada kabar terbaru bahwa Y-8Q belum lama ini terdeteksi keberadaanya telah dikerankan untuk mendukung Northern Theatre Command, setelah sebelumnya Cina menugaskan pesawat besutan Shaanxi Aircraft Corporation ini di Eastern and Southern Theatre Commands. (more…)

Siapa yang tak kenal dengan ATR-72 series, inilah pesawat turboprop yang paling banyak melayani penerbangan sipil di Indonesia. Namun berbeda dengan ATR-72 yang kerap kita lihat sehari-hari, ATR-72 500 yang satu ini berubah menjadi begitu garang, sarat perangat canggih dan dipersenjatai. Inilah ATR-72 500 milik AL Pakistan yang telah dikonversi menjadi varian MPA (Maritime Patrol Aircraft) oleh perusahaan Jerman dan telah berganti label menjadi RAS 72 Sea Eagle. (more…)

Punya predikat sebagai pesawat turbo propeller legendaris yang dikenal bandel, lincah dan tangguh, sejak 2007 Viking Air telah merilis DHC-6 Twin Otter dalam varian patroli maritim yang diberi label sebagai Guardian 400. Pesawat yang dapat mendarat dan tinggal landas di landasan rumput ini tergolong laris di pasaran. Seperti di Asia Tenggara, Vietnam adalah pengguna DHC-6 Twin Otter Guardian 400 MPA sejak 2012. (more…)