Seolah tidak menggubris tekanan dari Washington, Uni Emirat Arab (UEA) tetap pada pendirian untuk merangkul Cina sebagai salah satu mitra dan pemasok alutsista untuk negara kaya minyak tersebut. Pada ajang IDEX 2023 di Abu Dhabi (20 – 24 Februari), UEA mengumumkan memberikan kontrak senilai AED902 juta (US$245 juta) untuk pengadaan AR3 multiple rocket/missile launchers produksi Norinco. (more…)
Dalam skenario perang terbuka, sudah barang tentu Korea Selatan dengan arsenal rudal jelajahnya memiliki list target yang diincar untuk menetralisir kekuatan militer Korea Utara. Selain target statis seperti markas Kim Jong Un, maka ada target mobile (bergerak) yang menjadi prioritas untuk dihancurkan dalam kesempatan pertama peperangan. Yang dimaksud salah satunya adalah KN-25. (more…)
Pamor ekspor alutsista Turki banyak dipengaruhi oleh reputasinya di medan tempur. Lantaran sukses dengan drone Bayraktar TB2 di beberapa medan konflik, kini Turki diwartakan mengirim jenis alutsista yang tergolong baru untuk memasok militer Ukraina. Yang dimaksud adalah TRLG-230, jenis rudal balistik berpemandu laser (laser guided missile) yang diproduksi Roketsan. (more…)
Dalam segmem senjata MLRS (Multiple Launch Rocket System), kaliber 122 mm boleh dikata menjadi yang paling banyak disorot, lantaran masif digunakan Armed Korps Marinir dan telah roketnya sendiri (R-Han 122) telah mampu diproduksi di dalam negeri. Namun, itu bukan berarti pengembangan roket MLRS di kaliber lain diabaikan. Seperti Litbang Politeknik Kodiklatad TNI AD telah merilis roket MLRS kaliber 90 mm. (more…)
MLRS (Multiple Launch Rocket System) selama ini dikenal sebagai arsenal persenjataan berat di lini artileri medan. Lantaran tergolong heavy weapon, sejauh ini MLRS di kaliber 122 mm belum pernah dicicipi oleh satuan lintas udara, padahal satuan (linud) yang mengandalkan penerjunan lewat udara (air droppable) juga membutuhkan bantuan tembakan artileri yang signifikan. (more…)
Untuk pertama kali, Multiple Launcher Rocket System (MLRS) andalan TNI AD, ASTROS II MK6 bertemu langsung dengan lawan tanding terberatnya, yaitu HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) buatan Amerika Serikat. Disebut rival, lantaran dari hasil polling Indomiliter.com pada tahun 2014, terungkap bahwa HIMARS milik Angkatan Darat Singapura, dipercaya sebagai lawan tanding terbesar MLRS Astros II MK6 milik Artileri Medan TNI AD. (more…)
Ranpur lapis baja roda rantai AMX-13 tercipta dengan begitu banyak varian, seperti di Indonesia, ranpur besutan Perancis ini masih aktif digunakan oleh satuan kavaleri dan artileri medan. Terkhusus di artileri medan (armed), AMX MK61 lekat identitasnya sebagai self propelled howitzer alias howitzer gerak sendiri yang masin diandalkan di beberapa batalyon armed Komando Daerah Militer (Kodam). (more…)
Selain Turki yang merilis self propelled MLRS (Multiple Launcher Rocket System) mini dalam platform rantis Vuran 4×4, Rusia rupanya juga ikutan melirik MLRS berkaliber kecil yang ditempatkan pada rantis ukuran ringan. Yang dimaksud adalah MLRS “Sel” yang mengusung platorm kendaraan pickup UAZ-23602 cargo 4×4. (more…)
Dari segi daya hancur, tak ada yang meragukan betapa dahsyatnya gempuran dari MLRS (Multiple Launcher Rocket System) seperti RM70 Grad/Vampire yang dioperasikan Resimen Artileri Korps Marinir. Namun, dengan platform peluncur berupa heavy truck berbobot belasan ton, bakal menjadi kendala tersendiri bila MLRS digelar di wilayah pegunungan dengan akses jalan serba terbatas seperti halnya di pedalaman Papua. (more…)
Topik bahasan seputar MLRS (Multiple Launcher Rocket System) kini sedang trending, khususnya pasca ‘hujan’ roket oleh pejuang Hamas Palestina ke wilayah Israel beberapa waktu lalu, yang sempat membuat sistem hanud Iron Dome kewalahan. Dan, dari Tanah Air, baru-baru ini ada kabar dari Sorong, Papua Barat. (more…)