Hampir empat dasawarsa LVTP (Landing Vehicle, Tracked, Personnel)-7 alias Assault Amphibious Vehicle merajai ‘pasar’ ranpur lapis baja amfibi di lingkup NATO dan negara-negara karib Amerika Serikat. Karena ceruk pasar yang kecil di segmen ini, boleh dikata tak terlalu banyak kompetsisi di kelas APC amfibi yang sekelas LVTP-7. Namun belakangan ada upaya untuk setidaknya memberi pilihan lain, seperti yang dilakukan Krauss-Maffei Wegmann (KMW) GmbH, manufaktur persenjataan dari Jerman, yang pada Eurosatory 2018 di Paris merilis prototipe apa yang disebut Amphibious Protected Vehicle Tracked (APVT). (more…)
Meski terlahir sebagai ranpur amfibi, namun tak serta merta tank atau pansam (panser amfibi) Marinir dapat langsung digeber untuk mengarung di birunya lautan. Untuk menjamin keselamatan awak dan kelancaran operasi amfibi, secara berkala ranpur amfibi harus melaksanakan uji kedap dan uji arung, persisnya dua ujian ini tidak dilakukan di laut, melainkan di fasilitas kolam rampa. (more…)
Lima belas unit ranpur amfibi LVTP-7 yang dioperasikan Resimen Kavaleri Korps Marinir dipandang tak ideal dari segi kuantitas. Padahal ranpur amfibi beroda rantai seberat 30 ton ini begitu diandalkan, sebut saja dalam perhelatan penting seperti Latihan Gabungan, LVTP-7 secara langsung mengemban peran sebagai kendaraan amfibi “Kepresidenan.” Malah LVTP-7 jadi satu-satunya ranpur di Republik ini yang sanggup melakoni lompat dari ketinggian dermaga 3 meter, atau aksi Stupid Crazy (Cavalary Jump) seperti yang diperlihatkan pada atraksi HUT TNI Ke-72, 5 Oktober lalu. (more…)
Untuk kedua kalinya, di lokasi yang sama dan di hadapan Presiden Jokowi, awak ranpur LVTP-7 Resimen Kavaleri Korps Marrinir akan mempertunjukkan atraksi pengocok adrnelin, “Stupid Crazy” di HUT TNI Ke-72. Melaju dengan kecepatan tinggi di bibir dermaga, tanpa keraguan dan langsung terjun ke permukaan air, sudah barang tentu dibutuhkan awak ranpur yang bernyali dan penuh perhitungan dalam menjalankan aksi nekat ini. Namun lepas dari kehandalan awaknya, tak kalah penting adalah kemampuan dan karakteristik dari LVTP-7. Bisa dipastikan sampai saat ini dari sekian banyak ranpur TNI, hanya LVTP-7 dari Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi (Yonranratfib) yang sanggup melakoni Stupid Crazy.
FMC Corporation sejak awal memang merancang M113 sebagai tracked APC (Armoured Personnel Carrier) dengan kapabilitas amfibi. Dalam medan Perang Vietnam, tak jarang M113 diajak untuk mengarungi sungai dan danau, bahkan Yonif Mekanis TNI AD juga pernah menjajal renang M113 dalam momen latihan tempur di Natuna. Namun meski bisa berenang, M113 tak diciptakan untuk didaratkan dari tengah laut, secara tegas M113 tidak siap untuk diluncurkan dari LST (Landing Ship Tank) atau LPD (Landing Platform Dock). (more…)
“Mendarat dan menang..,” itulah misi utama Marinir di seluruh dunia dalam menjalankan tugas sebagai pasukan pendarat, pembuka gerbang untuk operasi militer lanjutan. Bagi Korps Marinir TNI AL adalah hal lumrah untuk berjibaku dan mempertaruhkan nyawa dalam tiap operasi pendaratan militer di seluruh wilayan Nusantara. (more…)