Lanskap peperangan modern sedang mengalami pergeseran tektonik menuju otomatisasi. Hal ini ditegaskan oleh proyeksi terbaru dari Rosoboronexport, eksportir senjata Rusia, yang memprediksi ledakan permintaan global untuk drone kamikaze dalam dekade ini. (more…)
Dunia militer internasional dikejutkan dengan laporan mengenai penggunaan drone kamikaze oleh Amerika Serikat dalam sebuah operasi tempur nyata. Pada 3 Januari 2026, LUCAS (Low-Cost Uncrewed Combat Attack System), drone kamikaze buatan perusahaan SpektreWorks, diduga telah digunakan untuk pertama kalinya dalam serangan yang menargetkan basis militer Venezuela di Caracas. (more…)
Bukan satu atau dua, faktanya ada beberapa jenis drone kamikaze (loitering muniton) dengan desain mirip Shahed-136 yang diproduksi oleh manufaktur pertahanan Cina. Setelah sebelumnya diulas tentang Sunflower 200, Feilong-300D dan PD-2900, rupanya ada sosok baru yang juga mirip Shahed-136, yaitu Loong M9. (more…)
Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) mengumumkan percepatan besar dalam modernisasi militer mereka dengan rencana membentuk enam baterai (kompi) khusus yang akan mengoperasikan loitering munition (LM), atau dikenal sebagai drone kamikaze. (more…)
Kalashnikov yang dikenal sebagai manufaktur senjata genggam, pada ajang Dubai Airshow 2025 menampilkan dua produk drone, yaitu SKAT 350M dan KUB-2E. Kedua drone ini ditawarkan sebagai sistem terintegrasi yang memiliki peran yang saling melengkapi di medan tempur. SKAT 350M untuk mata pengintai yang persisten, dan KUB-2E sebagai amunisi loitering (drone kamikaze) yang mematikan. (more…)
Nama Lancet familiar dalam jagad drone kamikaze, khususnya Lancet series secara aktif digunakan Rusia dalam operasi tempurnya di Ukaina. Dan di ajang Dubai Airshow 2025, pihak pabrikan, yakni Zala Aero memamerkan varian upgrade dari Lancet E untuk pasar eskpor. (more…)
Setiap negara yang sukses memproduksi persenjataan atau alutsista dengan predikat battle proven, boleh jadi harus waspada, pasalnya tidak butuh waktu lama, tiruan (copy-an) dari alutsista tersebut mungkin sudah berhasil diproduksi oleh Cina. Tidak itu saja, produk copy-an yang dimaksud bahkan siap dibandrol untuk pasar ekspor dengan harga miring. (more…)
Bila saatnya tiba, invasi Cina harus dihadapi Taiwan dengan kekuatan penuh yang memadukan militer dan keterlibatan unsur non militer, yang bagi Taipei artinya harus mempersiapkan perang asimetris. Perang asimetris seringkali berlangsung lama karena sifat fundamentalnya yang tidak seimbang, di mana pihak yang lebih lemah menggunakan waktu dan ketahanan sebagai senjata utama melawan kekuatan militer yang jauh lebih besar. (more…)
Shahed-136 adalah fenomena tersendiri dalam jagad perang modern, menjadi bukti efektivitas drone kamikaze dalam konflik di Ukraina, terlebih mampu terbang jarak jauh dengan biaya produksi relatif murah, memberikan kerusakan atau mampu merepotkan sisten pertahanan lawan. Berangkat dari kisah sukses Shahed-136, perusahaan pertahanan dari Amerika Serikat rupanya kepincut untuk memproduksi ‘Shahed-136’. (more…)
Selain alutsista buatan Cina seperti jet tempur JF-17 Thunder dan Chengdu J-10C berikut rudal udara ke udara jarak jauh PL-15, militer Pakistan diketahui juga menggunakan sistem senjata buatan Turki untuk menyerang sasaran strategis India di wilayah perbatasan. Jenis senjata asal Turki yang dimaksud adalah drone kamikaze (loitering munition) YIHA-III. (more…)