Setelah Oktober 2017 lalu muncul kabar bahwa pembom strategis supersonic Xian H-6K tengah meronda di kawasan Laut Cina Selatan (LCS), kini ada kabar lagi yang lebih mengejutkan, yakni militer Cina telah merilis video dan informasi bila Xian H-6K telah mampu mendarat dan lepas landas dari salah satu pulau terumbu yang ada di Laut Cina Selatan. (more…)
Bila tak ada aral melintang, dalam waktu dekat Indonesia akan bergabung dengan negara-negara ‘besar’ yang telah menerapkan Air Defense Identification Zone (ADIZ). Dan saat ADIZ diterapkan, maka Indonesia pun menjadi negara pertama yang mengadopsi ADIZ di kawasan Asia Tenggara. ADIZ atau Zona Identifikasi Pertahanan Udara selama ini sudah ada, namun hanya terbatas di area Jawa, yakni di Madiun sebagai basis pangkalan TNI AU terbesar. (more…)
Belum lama berselang ada kabar seputar pergerakan konvoi armada perang AL Cina dalam skala besar di Laut Cina Selatan. Dalam citra satelit, setidaknya terlihat 43 kapal perang Cina melintas dalam kampanye latihan tempur. Dari 43 kapal perang yang berlayar dalam formasi dua sejajar, memang hanya satu jenis kapal yang mudah diidentifikasi, yakni kapal induk Liaoning. Lain dari itu, dipercaya konvoi gugus tempur tadi juga menyertakan kapal perusak, frigat, kapal selam nuklir, kapal tanker sampai kapal angkut amfibi jenis LPD (Landing Platform Dock). (more…)
Juli 2016 menjadi hari yang bersejarah bagi industri dirgantara Cina, pasalnya Negeri Tirai Bambu telah meluncurkan prototipe pesawat amfibi terbesar AG-600 yang dibuat Aviation Industry Corporation of China (AVIC). Dan hampir satu setengah tahun berlalu, pada 24 Desember 2017, AG-600 dilaporkan telah sukses melakukan uji terbang perdana dari Bandara Zhuhai, Provinsi Guangdong, yang tak jauh dari pantai yang mengarah ke Laut Cina Selatan. (more…)
Dalam perspektif manufaktur persenjataan, bila alutsista yang mereka jual benar-benar menjadi andalan di negeri pembeli, maka hal tersebut ibarat prestasi luar biasa, artinya ada kepercayaan dari aspek kualitas. Dan jika berkaca di Indonesia, salah satu hotspot yang menjadi konsentrasi pertahanan TNI ada di Pulau Natuna, dimana gelar alutsista tercanggih dari ketiga matra TNI semaksimal mungkin dikerahkan dalam berbagai uji dan latihan tempur di kawasan yang langsung berhadapan dengan Laut Cina Selatan. (more…)
Banyak cara bagi militer Cina untuk menunjukkan tajinya di kawasan Laut Cina Selatan (LCS), mulai dari penggelaran kapal induk, drone penyerang (UCAV), kapal selam nuklir, dan kapal perusak dapat dikerahkan sewaktu-waktu untuk ‘menakut-nakuti’ negara yang berselisih dengan Beijing. Seperti baru-baru ini muncul kabar bahwa pembom strategis supersonic Xian H-6 tengah meronda kawasan LCS. (more…)
Segala upaya dilakukan Pemerintah Cina untuk memperlihatkan superioritas militernya di kawasan sengketa Laut Cina Selatan (LCS). Untuk peran surveillance, selain mengerahkan satelit mata-mata, Cina diketahui juga telah menerbangkan drone (UAV/Unmanned Aerial Vehicle) andalannya untuk memindai setiap potensi ancaman yang sewaktu-waktu bisa muncul. Dan drone intai yang digunakan Cina di LCS adalah Harbin BZK-005, jenis drone yang masuk kualifikasi HALE (High Altitude Long Endurance). (more…)
Meski tak terkait langsung dengan Indonesia, tensi di Laut Cina Selatan kembali memanas dalam beberapa hari ini, pangkal sebabnya adalah diciduknya drone bawah laut milik Amerika Serikat oleh AL Cina. Penyitaan drone yang diketahui dari jenis Bluefin-21 ini berlangsung pada Kamis (15/12/2016) lalu. Drone bawah laut ini diluncurkan dari kapal oseanografi USNS Bowditch. Oleh pihak Cina drone canggih ini disebut-sebut tengah melakukan aksi mata-mata terhadap aktivitas AL Cina di kawasan tersebut. (more…)
Filipina serasa tak punya modal untuk membangun instalasi militer di teritorinya yang masuk ke pusaran konflik Laut Cina Selatan, pun menghadirkan kapal patroli, Negeri pimpinan Presiden Rodrigo Duterte ini sudah kepayahan, padahal yang dihadapi adalah sang Naga Laut dari Cina. Namun dengan semangat ala bonek, Filipina justru berani menggelar sea basing di kawasan rawan konflik tersebut. Sea basing milik Filipina ini amat unik, tapi jangan bandingkan dengan sea basing yang ada di Malaysia. (more…)
Pemerintah Cina memang dengan tegas mengakui Kepulauan Natuna sebagai bagian dari wilayah NKRI, tapi lain hal dengan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) di Perairan Natuna. ZEE RI yang berada bersinggungan dengan Laut Cina Selatan itu sebagian areanya dianggap sebagai traditional fishing zone oleh Cina, padahal dalam hukum laut internasional tak dikenal istilah traditional fishing zone. Klaim sepihak dari Cina ini beberapa kali menjadi sumber ketegangan hubungan diplomatik antara Jakarta dan Beijing. (more…)