Berlokasi di Sefine shipyard, bagian dari TAIS (Turkish Associated International Shipyards) di kota Yalova, pada 30 Oktober 2024 telah dilangsungkan upacara pemotongan baja pertama (first steel cutting) pembangunan Fast Attack Craft Missiled (FACM)-70 pesanan Kementerian Pertahanan RI untuk Satuan Kapal Cepat (Satkat) TNI AL. (more…)
Pada tanggal 25 Agustus 2024, Angkatan Laut Malaysia (TLDM) kehilangan salah satu kapal perangnya, yakni eks kapal cepat rudal (KCR) KD Pendekar 3513 (Handalan class). KD Pendekar telah tenggelam sepenuhnya di lepas pantai Tanjung Penyusop, Johor, setelah sebelumnya terendam banjir, yang mana hal itu dipucu karena KD Pendekar menabrak sebuah objek di dalam air. (more…)
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali secara resmi telah melakukan Shipnaming Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M ke-5 dan ke-6 produksi PT PAL Indonesia. Bertempat di Dermaga Semenanjung Barat, Divisi Rekayasa Umum, kedua KCR 60M yang dimaksud adalah KRI Kapak 625 dan KRI Panah 626. (more…)
Setelah sebelumnya dinyatakan sukses melalui pengujian performa kapal, yakni dengan menuai hasil kecepatan rata-rata melebihi yang disyaratkan dalam kontrak pada saat Sea Acceptance Test (SAT), kini Kapal Cepat Rudal (KCR) 60M ke-6 produksi PT PAL Indonesia, KRI Panah 626 telah dinyatakan sukses pada tahapan Live Firing Test. (more…)
KRI Golok 688 telah diluncurkan pada 21 Agustus lalu, meski belum resmi diserahterimakan kepada TNI AL, namun kehadiran KCR (Kapal Cepat Rudal) Trimaran dengan kemampuan stealth ini menjadi babak bersejarah bagi kemajuan alutsista matra laut, sebab ini pertama kalinya TNI AL bakal mengoperasikan kapal cepat rudal trimaran, dan pertama kalinya juga TNI AL mengoperasikan kapal perang stealth. (more…)
Sebuah surat yang berisi Kesepakatan antara Pemda Banyuwangi dan PT Lundin Industry Invest yang ditandatangai pada 10 Agustus 2021, menyiratkan hal penting bagi warganet pecinta dunia alutsista di Indonesia, pasalnya yang menjadi poin dari surat itu adalah persiapan peluncuran KCR (Kapal Cepat Rudal) Trimaran di Pantai Cacalan. (more…)
Meriam A-220M di haluan KRI Tombak 629 (Foto: Istimewa)
Mungkin karena beragam alasan, paket persenjataan pada KCR (Kapal Cepat Rudal) 60M tidak sama satu dengan yang lainnya. Bila pada batch ketiga, yaitu unit ke-5 dan ke-6, KCR 60M akan dipasangkan senjata pada haluan berupa meriam Bofors MK.3 kaliber 57 mm, maka pada kapal KCR 60M batch pertama, terlihat belum lama ini sudah dipasangkan meriam kaliber 57 mm, namun bukan lansiran BAE Systems Bofors AB, Swedia. (more…)
Sebagai kekuatan laut dengan populasi kapal perang terbesar di Asia Tenggara, TNI AL juga dikenal sebagai pengguna meriam produksi Bofors dalam jumlah yang tak sedikit. Meriam produksi Bofors (saat ini – BAE Systems Bofors) digunakan dalam beragam jenis dan kaliber oleh TNI AL, mulai dari kaliber 120 mm, 57 mm dan 40 mm, yang tersebar di kelompok Kapal Cepat Rudal (KCR), Kapal Cepat Torpedo (KCT) dan Landing Ship Tank (LST). (more…)
Untuk keempat kalinya, duo KCR (Kapal Cepat Rudal) andalan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I melaksanakan latihan penembakan rudal anti kapal C-705. Berbeda dengan uji penembakan pertama yang gagal pada tahun 2016, maka penembakan rudal C-705 yang berlangsung 8 April 2021 berlangsung dengan sukses di Perairan Natuna. (more…)
Hit and Run, adalah taktik yang diterapkan oleh Satuan Kapal Cepat (Satkat), khususnya dalam penggelaran armada KCR (Kapal Cepat Rudal). Semisal saat menghadapi kapal perang lawan yang lebih ‘besar,’ maka taktik hit and run adalah opsi utama. Dalam skenario, selepas meluncurkan rudal anti kapal, KCR memang tak dirancang untuk meladeni duel dengan kapal perang tersebut, pasalnaya sebagai kapal cepat bertanase kecil, bekal persenjataan yang dibawa memang terbatas. (more…)