Pendaratan amfibi dua unit hovercraft Landing Craft Air Cushion (LCAC) milik Angkatan Laut Jepang (JMSDF) dari kapal pendarat JS Kunisaki di Pesisir Karimunting, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat pada 11 September lalu menarik perhatian publik. Selain aksi pendaratan LCAC, perhatian turut tertuju pada armada kendaraan darat yang diturunkan untuk mendukung misi bantuan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (more…)
Dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kapal pendarat amfibi Pasukan Beladiri Maritim Jepang (Japan Maritime Self-Defense Force/JMSDF) JS Kunisaki (LST-4003) menerjunkan aset-aset strategisnya ke wilayah perairan Indonesia. Selain menghadirkan dukungan udara berupa tiga unit helikopter angkut berat Kawasaki CH-47 Chinook, kapal pendarat ini juga mengoperasikan dua unit hovercraft Landing Craft Air Cushion (LCAC) bernomor lambung 2105 dan 2106. (more…)
Sejak pensiunnya armada UF-2 Albatross milik Skadron Udara 5 TNI AU pada era 1980-an, Indonesia praktis kehilangan kapabilitas operasional pesawat amfibi (amphibious aircraft) dalam skala signifikan, baik untuk fungsi angkut taktis, patroli maritim, maupun misi Pencarian dan Penyelamatan (SAR). (more…)