Segala sesuatu yang terkait Laut Cina Selatan (LCS) selalu menarik untuk dicermati, termasuk kasus terbaru yaitu tabrakan ‘misterius’ kapal selam nuklir USS Connecticut (SSN-22) – Seawolf Class dengan benda asing di bawah permukaan laut yang mengakibatkan 11 awaknya mengalami luka ringan dan sedang. Insiden yang terjadi pada 2 Oktober lalu, atas alasan keamanan baru dberitakan beberapa hari kemudian, yaitu saat kapal selam tersebut sudah berada di luar LCS. (more…)
Australia dengan dukungan pakta AUKUS telah menetapkan pilihanya untuk mengadopsi delapan kapal selam nuklir. Meski belum ketahuan platform apa yang akan jadi rujukan Australia untuk kapal selam nuklirnya, tapi dipastikan program pembangunan kapal selam nuklir tidak mudah dan bakal memakan waktu lama, terlebih bila nantinya konstruksi kapal selam nuklir akan dibangun di wilayah Australia. (more…)
Ada dua poin besar kerugian yang dialami Perancis atas pembatalan sepihak order kapal selam diesel listrik Attack Class oleh Australia. Yang pertama raibnya kontrak jumbo senilai Aus$90 miliar untuk 12 unit kapal selam, dan yang kedua adalah citra teknologi Perancis yang ‘dilecehkan’ akibat keputusan dadakan yang diambil Canberra. Lewet lobi Gedung Putih, bekalangan sikap Perancis mulai melunak, ditandai dengan pengembalian Duta Besarnya ke Amerika Serikat. (more…)
Lantaran punya emisi dan ‘visibilitas’ suara yang rendah, Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) memberi nama kapal selam diesel listrik Kilo Class sebagai “black hole.” Kemampuan ‘stealth’ Kilo Class setidaknya sudah dirasakan oleh AL AS saat berlatih bersama dengan Angkatan Laut India. Persisnya pada tahun 2015, AL India dengan kapal selam Kilo Class – Sindhudhvaj (S56) berhasil ‘menenggelamkan’ kapal selam serang nuklir USS City of Corpus Christi (SSN 705) – Los Angeles Class. (more…)
Kisruh seputar pengadaan kapal selam nuklir dan pembatalan pesanan kapal selam diesel listrik oleh Australia masih menjadi topik hangat di level global. Bukan sebatas pernyataan kekecewaan semata, Pemerintah Perancis dalam beberapa hari terakhir telah mengambil sikap tegas, mulai dari menarik duta besarnya dari Amerika Serikat dan Australia, sampai pembatalan beberapa agenda penting yang terkait anggota pakta AUKUS (Australia, United Kingdom and United States). (more…)
Saat Australia memutuskan untuk mengakuisisi delapan unit kapal selam nuklir, maka peta strategi pertahanan di regional dipercaya akan mengalami perubahan cepat atau lambat. Namun, harus diketahui bahwa kedatangan kapal selam nuklir yang dibeli baru Australia akan memakan waktu yang lama. Bila proses tender dan negosiasi lancar, maka Negeri Kanguru baru akan menerima unit perdana kapal selam nuklir pada tahun 2040-an. (more…)
Jagad pemerhati alutsista global kini terfokus pada rencana pengadaan kapal selam nuklir oleh Australia, dengan dukungan dari Amerika Serikat dan Inggris yang membentuk pakta AUKUS, Australia bakal mendapatkan support penuh untuk pembangunan kapal selam nuklir dalam future submarine programe.(more…)
Pemerintah Perancis dan perusahaan galangan Naval Group kini sedang meradang, pasalnya Pemerintah Australia menyatakan menghentikan program pembangunan 12 unit kapal selam Attack Class yang nilainya mencapai Aus$90. Padahal lewat negosiasi yang alot, kedua negara pada Maret 2021 telah menyepakati guna melanjutkan program pembangunan kapal selam diesel listrik turunan dari Shortfin Barracuda Block 1A tersebut. (more…)
Meski telah mempunyai torpedo jelajah alias drone bawah laut jarak jauh berhulu ledak nuklir Poseidon, Angkatan Laut Rusia rupanya masih terus mengembangkan teknologi drone bawah laut. Belum lama ini diwartakan Kementerian Pertahanan Rusia telah menyetujui rencana pengujian lanjutan pada drone bawah laut terbaru yang diberi label “Harpsichord (Klavesin)-2R-PM.” (more…)
Anda pernah lihat adegan akhir film “The Hunt for the Red October”, dimana puluhan awak kapal selam nuklir Rusia dengan jeket pelampung berada di atas geladak untuk evakuasi. Rupanya pada 30 Juli lalu ada momen yang mirip terjadi di Perairan Denmark. Pihak Angkatan Laut Denmark yang melakukan pengawalan dan berusaha memberi bantuan, menyebut insiden itu berlangsung dramatis. (more…)