
Sebagai alutsista strategis, kapal selam juga dikenal sebagai barang mahal, lantaran dianggap barang mahal, proses pengiriman kapal selam dari negara pembuat ke negara pemesan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Ada dua opsi pengiriman kapal selam, dibawa berlayar langsung atau ‘digendong.’ Dibawa berlayar langsung seperti diperlihatkan awak kapal selam TNI AL yang melayarkan KRI Nagapasa 403 dan KRI Aradedali 404 dari Korea Selatan ke Indonesia. (more…)

Meski punya segudang tantangan, namun Iran punya visi militer yang jelas, sebut saja yang terbaru, Negeri di Persia ini sukses mengorbitkan satelit militernya untuk pertama kali. Meski tak terlalu menonjol, lini industri kapal selam Iran juga sangat gigih, terbukti dengan berhasil dibuatnya kapal selam diesel listrik Fateh Class, Nahang Class dan kapal selam mini Ghadir Class. Dan dengan dalih menjaga perdamaian, Iran rupanya telah mengagendakan pembuatan kapal selam bertenaga nuklir. (more…)

Seperti diwartakan sebelumnya, kapal selam KRI Nagapasa 403 telah melangsungkan uji tembak torpedo terbaru, Black Shark pada 30 Maret 2019 di Perairan Utara Bali. Uji tembak dilaporkan telah sukses dilakukan, lantas netizen bertanya, apakah obyek yang dijadikan sasaran pada penembakan torpedo buatan Italia tersebut? Pasalnya kebanyakan uji penembakan torpedo mengambil sasaran pada bekas kapal perang. (more…)

Dalam beberapa hari belakangan, pihak intelijen dan aparat keamanan Vietnam sedang sibuk-sibuknya, pasalnya pada 18 Desember lalu, Tran Minh Thanh, seorang nelayan di Provinsi Phu Yen, Vietnam bagian selatan, menemukan sebuah torpedo di lepas pantai, dan kemudian membawanya ke pinggir pantai. Penemuan torpedo sontak menggegerkan warga, dan atas temuan tersebut, torpedo langsung diamankan dan kini telah dibawa oleh aparat keamanan. (more…)

Di sekitaran Oktober 2017, berita tentang protes Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tentang performa baterai di kapal selam KRI Nagapasa 403 (aka – Changbogo Class) mengemuka ke publik. Seperti telah banyak diwartakan, Menhan menyebut Kapal selam dirasa kurang bertenaga karena berbadan besar tapi tenaga listrik yang dipasok kecil. (more…)

Meski bukan kelas destroyer, kodrat kapal perang ini adalah sebagai pemburu dan penghancur kapal selam, namun karena fungsi utamanya tak dapat berjalan sebagaimana mestinya, sosok kapal perang ini di Indonesia kemudian beralih peran sebagai kapal patroli. Yang dimaksud disini adalah Kronshtadt Class Submarine Chaser, jenis kapal perang yang tersisa sebagai ‘buah’ dari kampanye Operasi Trikora. (more…)

Tak butuh waktu berbulan-bulan, sejak KRI Nagapasa 403 diserahterimakan ke TNI AL pada 2 Agustus lalu di Okpo, Korea Selatan, kapal selam Type 209/1400 itu kemudian dilayarkan ke Tanah Air, dan kini kurang dari empat minggu, tepatnya hari ini (28/8/2017), KRI Nagapasa 403 telah resmi tiba dan merapat di Dermaga Ujung Koarmatim, basis pangkalan terbesar dan terkuat TNI AL yang berada di Surabaya, Jawa Timur. (more…)

Meski kecil kemungkinan untuk diakuisisi Indonesia, rudal anti kapal sejatinya dapat saja diluncurkan dari kapal selam Type 209/1400 Nagapasa Class TNI AL. Rasanya lumrah ketika armada kapal selam terbaru tiba di Tanah Air, akan muncul harapan dari masyarakat agar kapal selam andalan Korps Hiu Kencana dapat dipersenjatai secara layak. Selain bekal torpedo yang sifatnya mutlak, pengadaan rudal anti kapal juga layak diperhitungkan, mengingat negara tetangga pun sudah mengoperasikan rudal anti kapal pada kapal selam Scorpene Class. (more…)

Di artikel kami pada 28 Juni 2015 telah disinggung tentang potensi akuisisi torpedo Black Shark guna melengkapi kehadiran tiga unit kapal selam Type 209/1400 Nagapasa Class (aka – Changbogo Class), pasalnya pengadaan torpedo heavy weight sudah menjadi agenda belanja dalam MEF (Minimum Essential Force) Tahap I periode 2009 – 2014. Namun hingga berakhirnya MEF I dan masuk ke MEF II, belum juga terdengar jenis torpedo baru yang akan melengkapi Nagapasa Class. Namun kini tanda-tanda Black Shark akan dimiliki TNI AL mulai santer terdengar. (more…)

Nama Rheinmetall Defence tak hanya kondang sebagai pemasok kendaraan lapis baja dan kanon PSU (Penangkis Serangan Udara), lebih dari itu perusahaan yang berbasis di Bremen, Jerman ini nyatanya juga dipercaya oleh TNI AL untuk memasok Submarine Command Team Trainer (SCTT) untuk pelatihan awak Korps Hiu Kencana. Seiring dengan rencana kedatangan kapal selam Nagapasa Class (aka – Changbogo Class) dari Korea Selatan, beragam persiapan dikebut, termasuk instalasi pendukung untuk pelatihan awak kapal selam. (more…)