
M113 saat ini masih gencar digunakan untuk bertarung melawan militan pro ISIS di Filipina Selatan, sementara bagi Indonesia, M113 adalah sosok yang baru dikenal sejak dua tahun lalu, dan kini menjadi alutsista Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis TNI AD. Tapi lain hal dengan Singapura, negara makmur ini justu sudah berniat memensiunkan M113, yang dalam versi Singapura disebut ULTRA M113. Mungkin kedengaran ‘sombong,’ tapi menurut Singapura, M113 yang sudah digunakan sejak dekade 70-an sudah layak untuk purna tugas. Dan sebagai gantinya, Kementerian Pertahanan Singapura sejak tahun 2006 sudah menggodok rancangan ranpur keluaran baru, dan tentunya produksi nasional yang lebih kuat dan canggih. (more…)

Sebelum era Marder 1A3 dari Jerman, di tahun 2010 tersiar kabar pengadaan IFV (Infantry Fighting Vehicle) K-21 dari Korea Selatan untuk kebutuhan TNI AD. Bahkan situs Yonhapnews.co.kr (11/11/2010) telah menyebut jumlah ranpur yang akan diakuisisi berjumlah 22 unit, dan akan dikirim ke Indonesia pada tahun 2013. Dan pada akhirnya pengadaan K-21 kandas, sebagai gantinya Marder 1A3 bekas pakai AD Jerman dipilih untuk memperkuat Satuan Infanteri Mekanis TNI AD. Tujuh tahun berlalu, baru-baru ini nama K-21 kembali disebut-sebut dalam bursa ranpur untuk memperkuat kebutuhan Kavaleri Korps Marinir TNI AL.
(more…)

Kombinasi deployment infanteri dan ‘kehadiran’ kavaleri memunculkan pembentukan Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis. Sebagai satuan modern untuk tugas-tugas spesifik di masa depan, Yonif Mekanis TNI AD digenjot dengan kelengkapan alutsista papan atas, selain bekal panser Anoa 6×6, Yonif Mekanis juga diproyeksi dengan kehadiran ranpur roda rantai, sebut saja lewat tipe APC M113 A1 dan IFV Marder 1A3. (more…)

Setelah berhasil memenuhi kebutuhan TNI AD di segmen panser APC (Armoured Personnel Carrier), PT Pindad berlanjut untuk melirik segmen ranpur kavaleri yang dibutuhkan kavaleri TNI AD. Maklum, rangkaian seri Anoa APC 6×6 di daulat untuk pemenuhan ranpur Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis TNI AD. Sementara, segmen ranpur kaveleri TNI AD yang membutuhkan spesifikasi meriam kaliber sedang (90 mm), masih di dominasi produk asing. Sebut saja di lini ranpur beroda ban (wheel base) ada panser kanon Tarantuta 6×6 buatan Korea Selatan dan di lini ranpur roda rantai (tracked base) ada tank ringan Scorpion buatan Inggris.
(more…)

Dari beberapa ranpur lapis baja yang dipamerkan statis dalam Indo Defence 2014, maka ada yang terlihat beda dan mampu membetot perhatian. Ranpur ini dipajang di area outdoor depan hall A JIExpo, Kemayoran. Inilah Marder Evolution APC, salah satu varian terbaru dari keluarga tank Marder buatan Rheinmetall, Jerman. Indonesia seolah mendapat kehormatan, pasalnya ini kali pertama Marder Evolution dipamerkan di wilayah Asia. (more…)

Sesuai tuntutan jaman, taktik dan strategi kemiliteran mengalami dinamika yang menarik untuk dicermati, bila sebelum tahun 2000, TNI AD masih berkutat pada pengembangan light infanteri atau infanteri berjalan, maka kini perlahan namun pasti, TNI AD mulai melengkapi unit tempur infanterinya dengan elemen yang lebih modern, yakni Infanteri Mekanis, atau dalam terminologi saat ini kondang disebut Batalyon Infanteri Mekanis (Yonif Mekanis). (more…)

Gelaran HUT TNI Ke-69 di Dermaga Koarmatim Surabaya, Jawa Timur (7/10), masih menyisakan decak kagum bagi warga di Tanah Air. Sesuai janji panitia, sebagian besar alutsista dihadirkan dalam wujud defile besar-besaran. Bagi pemerhati alutsista, kehadiran tipe-tipe alat perang yang dipamerkan sudah bisa ditebak sejak lama. Tapi nyatanya ada satu jenis alutsista yang lolos dari pantauan, dan ranpur ini memang baru mendarat sekitar H-7 lewat layanan cargo di bandara Soekarno Hatta. Uniknya, awal terendusnya sosok alutsista ini lebih banyak membuat ‘kaget’ ketimbang rasa bangga. (more…)

Dalam skenario pertempuran, setelah MBT (Main Battle Tank) berhasil mendobrak masuk ke daerah lawan, maka operasi selanjutnya adalah menghadirkan gerak laju elemen lain, dalam hal ini unit infanteri dengan misi menetralisir wilayah sasaran. Untuk menghadirkan gerak laju infanteri jelas dibutuhkan angkutan taktis yang mumpuni, dengan syarat punya mobilitas tinggi, mampu memberi proteksi bagi pasukan yang dibawa, dan dibekali senjata. (more…)